Addin 307: Berburu Malam Lailatul Qadar

Ilustrator: Mhd. Haris 

Penulis: Wibira Vasya

Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat istimewa untuk umat Islam, tak heran jika bulan ini sangat di nanti–nanti dan dirindukan kehadirannya oleh umat Islam yang beriman. Tak hanya itu, bulan Ramadan bahkan juga menjadi suatu momentum untuk berlomba-lomba dalam bermunajat dan memohon ampunan kepada sang pencipta, Allah subhanahu wa ta’ala.

Apa yang membuat bulan Ramadan ini sangat istimewa? Bulan Ramadan adalah bulan diturunkannya Al–Qur’an yang merupakan petunjuk bagi seluruh umat manusia. Pada bulan ini setiap pahala dilipat gandakan dan hanya pada bulan ini pula diturunkan suatu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan yakni malam lailatulqadar. Malam mulia yang tiada bandingnya. Ia mulia karena terpilih sebagai malam turunnya Al-Qur’an, para malaikat pun turun ke langit- langit bumi pada malam tersebut.

Allah berfirman: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Rabb nya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) keselamatan hingga terbit fajar.” (QS. Al Qadr: 1-5)

Malam lailatulqadar dipercaya sebagai malam pengampunan dan dapat mengabulkan segala doa. Malam yang lebih baik dari pada seribu bulan maksudnya setara dengan 83 tahun dari umur seseorang. Waktu 83 tahun adalah waktu yang lama, seandainya seorang muslim menghabiskan waktu tersebut dalam ketaatan kepada Allah azza wajalla, beribadah pada malam lailatulqadar lebih baik daripada hal tersebut, inilah (keuntungan) bagi mereka yang menggapai keutamaan dan karunia pada malam tersebut.

Pada malam yang mulia ini para malaikat akan lebih banyak turun ke dunia dikarenakan melimpahnya berkah pada malam tersebut, keselamatan ditebarkan, hingga terbitnya fajar seluruh kebaikan terkandung di dalamnya tidak ada keburukan. Pada malam ini segala urusan yang penuh hikmah dirinci, maksudnya segala kejadian selama setahun ke depan ditentukan dengan izin Allah yang mahakuasa dan mahabijaksana.

Penentuan takdir pada malam tersebut adalah penentuan takdir tahunan, adapun penentuan takdir secara umum yang tercantum dalam lauhulmahfuz, maka hal tersebut telah tercatat sejak 50.000 tahun sebelum langit dan bumi diciptakan sebagaimana yang tertera dalam sebuah hadis Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Setiap muslim ingin mendapatkan lailatulqadar namun sayangnya, tidak semua orang bisa meraihnya karena, kapan waktu pasti lailatul qadar itu terjadi tidak ada yang tahu.

Lantas bagimana cara kita agar bisa mendapatkan malam lailatulqadar?

Lailatulqadar bisa hadir di malam 21, 23, 25 bahkan malam 29. Sebagaimana hadis riwayat Aisyah Radhiyallahu Anha, yang bisa menjadi pijakan, “Rasulullah sallallahu alaihi wasallam biasa beriktikaf pada sepuluh hari akhir Ramadhan, dan bersabda, ‘Bersungguh-sungguhlah dalam mencari malam lailatulqadar pada sepuluh hari akhir Ramadhan’” (HR. Bukhari dan Muslim).

Allah tidak memberitahu pada malam ke berapa Lailatul Qadar itu, karena agar kita bersungguh-sungguh menemukannya. Umat-Nya yang beriman pastilah berlomba menemukan Lailatul Qadar dengan kesungguhan. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menekankan agar umatnya beribadah pada malam ini didasari dengan iman dan ihtisab.

Ada beberapa hal yang harus kita lakukan sebelum menjemput malam lailatulqadar di antaranya:

1. Meluruskan niat

Yang pertama harus dilakukan untuk menjemput lailatulqadar adalah benar-benar bersemangat untuk meraihnya, diawali dengan meluruskan niat semata-mata hanya ingin mendapatkan rida Allah swt.

”Barang siapa melaksanakan ibadah pada malam lailatul qadar dengan didasari keimanan dan harapan untuk mendapatkan keridhaan Allah, maka dosa-dosanya yang lalu akan diampuni.(HR Bukhari Muslim)

2. Bermujahadah

Ber-mujahadah di sini seperti berpuasa dengan tanpa maksiat, membaca Al-Quran dengan pemahaman dan penghayatan, serta melakukan salat tarawih. Seperti pada hadis ”Sungguh, Rasul tercinta pada 10 hari terakhir dari bulan Ramadhan, lebih bermujahadah melebihi kesungguhan beliau di waktu lainnya.(HR Muslim).

3. Melaksanakan syariat Allah

Melaksanakan kewajiban yang telah disyariatkan oleh Allah seperti zakat, jika wanita maka taatlah dengan memakai jlibab atau menutup aurat, dan lainnya.

4. Iktikaf di masjid

Beberapa hadis Nabi Muhammad saw. menerangkan, lailatulqadar menghampiri umatnya yang beriktikaf dan melakukan amalan-amalan kebaikan di sepertiga akhir bulan Ramadan, dan itu pada malam-malam ganjil.

5. Khusyuk dalam beribadah

Saat melakukan ibadah hendaknya dilakukan dengan khusyuk, tidak banyak mengobrol dan tidur. Kita hendaknya mengurai air mata memohon ampunan atas dosa yang sangat banyak kepada Allah serta rindu perjumpaan dengan-Nya.

6. Tobat nasuha

Dengan mengakui banyaknya dosa yang kita lakukan selama hidup ini, maka kita hendaknya berazam dan berjanji untuk bertobat dengan tobat nasuha, tidak kembali mengulangi maksiat lagi.

7. Tidak menyia-nyiakan waktu, berdoa dan bersungguh-sungguh

Waktu yang kita punya jangan sampai terbuang sia-sia kecuali dengan banyak berdzikir, beristighfar, berselawat,, bersedekah dan berdoa dengan sungguh-sungguh penuh harap bahwa Allah akan mengampuni dosa kita dan mengabulkan doa yang kita munajatkan.

Sudah seharusnya seorang muslim bersemangat dalam meraih malam yang memiliki kedudukan mulia seperti lailatulqadar ini. Orang yang merugi adalah mereka yang tidak mendapatkan pahala pada malam tersebut. Barang siapa yang melewatkan momen-momen kebaikan, hari-hari tersebarnya keberkahan dan karunia, sedangkan dirinya senantiasa bergelimang dalam dosa dan kesesatan serta asyik dalam kedurhakaan maka, dirinya telah dibinasakan oleh kelalaian dan penyimpangan, kesesatan telah menghalanginya (dari pintu kebaikan), sungguh betapa besar kerugian dan penyesalan yang menimpanya, na’udzubillahi min dzalik. Untuk itu mari kita berikhtiar serta bersungguh–sungguh dalam meraih lailatulqadar.

Mahasiswi Hukum Tata Negara Semester IV Fakultas Syari’ah & Hukum
Instagram: @wibiii_v

Latest articles

Addin 307: Berburu Malam Lailatul Qadar

Penulis: Wibira Vasya Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat istimewa untuk umat Islam, tak heran jika bulan ini sangat di nanti–nanti dan dirindukan kehadirannya oleh...

UIN SU Keluarkan SE, Tata Cara Pembayaran Ma’had dan UKT

  Medan, Dinamika Online – UIN SU mengeluarkan surat edaran (SE) No.B.28/Un.11.WR.1/B.5b/PP.00.9/05/2020. Surat edaran tersebut berisi tentang tata cara pembayaran Ma’had Al-Jami’ah dan Uang Kuliah...

Komunitas Sobat Inspirasi Ajarkan Jadi Pemuda Ideal Milenial

Medan, Dinamika Online - Komunitas sobat inspirasi adakan diskusi daring menjadi pemuda ideal milenial pada 8 Mei pukul 12.15 WIB via aplikasi WhatsApp. Diadakan...

KBH: Menjemput Kemenangan Menjaga Keistikamahan

Medan, Dinamika Online - Komunitas Berani Hijrah mengadakan kajian ngabuburit daring spesial dengan mengusung tema "Menjemput Kemenangan Menjaga Keistikamahan." Kajian ini diisi oleh Ustadz...

Komunitas Rumah Kiber: Jadi Bermanfaat dengan Produktif

Medan, Dinamika Online - Komunitas Rumah Kita Bersama (Kiber) mengadakan seminar daring dengan mengusung tema "Produktif Lebih Mudah Saat di Rumah." Diskusi ini diadakan...