Biidznillah, Allah Paling Tahu tentang Hamba-Nya

0
Ilustrasi: Ditanty Chicha Novri

Berhasil, siapa yang tidak ingin berhasil? Tentunya setiap manusia ingin berhasil dalam hidupnya. Setiap orang memiliki targetnya masing-masing tentang ‘menjadi berhasil’, tentunya berhasil bukan hanya menjadi kaya atau sukses sebagai pengusaha. Punya banyak koleksi mobil atau properti bukanlah ukuran dari sebuah keberhasilan, banyak orang yang memiliki mimpi sederhana sebagai tujuan dari sebuah keberhasilan. Mari berpikir sederhana, tidak perlu terlalu memaksa dengan menganggap sebuah ukuran keberhasilan harus berdasarkan apa yang terlihat.

Lalu jalan apa yang harus dilewati untuk merasakan sebuah keberhasilan? Ada satu jalan dengan dua nama yang dapat kita tempuh untuk sampai pada titik ‘berhasil’, yaitu Berjuang dan Ikhlas. Tentu kita sudah terlalu sering mendengar kedua kata tersebut, tapi sudah seberapa sering kita menggunakannya sebagai jalan untuk menjadi apa yang kita mau?

Berjuang, apa yang terlintas dipikiran kita ketika mendengar kata tersebut? Perjalanan? Gagal? Lelah? Ya, mungkin itu adalah beberapa jawaban dari apa yang terlintas dipikiran kita. Tentu dan sudah sangat tentu ketika kita berjuang, kita akan melewati fase di mana kita merasa lelah. Akan selalu banyak godaan yang datang untuk membuat langkah kita terhenti, padahal kita belum tahu sudah sampai di mana kita berpijak dan sudah sejauh mana kita menapaki jalan Berjuang. Kita terlalu mudah untuk cepat merasa lelah, terlalu suuzan dengan merasa tidak diadili, padahal Allah selalu memberikan apa yang hamba-Nya butuhkan dan serakahnya kita adalah selalu menuntut apa yang kita inginkan. Semua kita inginkan berdasarkan nafsu saja, hingga puncaknya kita menjadi seorang hamba pembangkang yang kurang merasa bersyukur, naudzubillah.

Dari Abu Hurairah r.a. dia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Lihatlah kepada orang-orang yang lebih rendah daripada kalian, dan janganlah kalian melihat kepada orang-orang yang berada diatas kalian, karena yang demikian itu lebih patut bagi kalian, supaya kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah dianugerahkan kepada kalian”.

Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku..” (Al-Baqarah/2:152)

Ada banyak anjuran agar kita senantiasa bersyukur atas apa yang telah kita nikmati, tidak peduli itu berupa kekurangan kita harus tetap mensyukurinya. Orang-orang yang bersyukur adalah orang-orang yang senantiasa merasa ikhlas, ikhlas akan apa yang terjadi dan ikhlas akan apa yang diberi. Kita haruslah tetap berada di koridor yang benar sebagai seorang muslim, terutama ketika kita sedang berupaya untuk menjadi berhasil. Sebab berjuang itu sangat melelahkan, ikhlas dan bersyukur adalah penawar dari itu semua. Biidznillah, dengan izin Allah kita akan mendapatkan apa yang telah kita perjuangkan. Teruslah berusaha, teruslah berlelah-lelah sampai Allah mengizinkan kita menjadi orang yang berhasil.

Mari berjuang untuk berhasil tetapi dengan tidak menjadi hamba yang kufur nikmat, mari menjadi berhasil sembari menanam di dunia dan menuainya di akhirat. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, berhasil di dunia berbahagia di surga. Semoga kita menjadi hamba yang selalu bersyukur. Biidznillah, percayalah Allah Swt. telah memiliki ketentuan-Nya pada masing-masing hamba-Nya.

Penulis: Mulia Wilandra Harahap

Editor   : Maya Riski

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.