Kemenag Kembali Buka Seleksi Calon Mahasiswa S1 Ke Timur Tengah

- Advertisement -

(Foto: Dok. Istimewa)

Medan, Dinamika Online – Setelah ditundanya program seleksi calon mahasiswa ke Timur Tengah pada 2020 karena pandemi Covid-19, Kementerian Agama (Kemenag) RI kembali membuka peluang seleksi beasiswa Timur Tengah untuk program S1 Tahun Akademik 2021/2022. Ada dua negara pilihan kuliah di Timur Tengah, yaitu Mesir dan Maroko. Pendaftaran dilakukan secara daring di seluruh Indonesia mulai pada 12-20 April 2021 melalui laman resmi http://diktis.kemenag.go.id., Sabtu (17/4).

- Advertisement -

Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Kemenag Adib Abdushomad menyatakan bahwa seleksi Camaba ke Timur Tengah ini membangun jaringan dan kerjasama yang lebih luas dengan negara-negara Timur Tengah. “Di sisi lain, PTKIN kita harus bekerja keras agar mampu menarik mahasiswa-mahasiswa asing untuk belajar di Indonesia. Inilah tantangan ke depan PTKIN, bagaimana menjadikan PTKIN kita sebagai destinasi pendidikan dunia,” ujar Adib dilansir dari laman resmi Kemenag RI.

Semua proses seleksi dan pengumuman hasil seleksi dilakukan secara daring. Diketahui bahwa kriteria kelulusan Camaba digolongkan dalam dua bagian yaitu lulus dengan beasiswa dan lulus dengan biaya mandiri. 

Bagus Hendraning Kobarsyih yang merupakan Direktur Timur Tengah dan Afrika menyampaikan bahwa Indonesia perlu membekali para siswa dengan kemampuan bahasa Arab dan Inggris. “Negara-negara Arab lain seperti Yaman, Syria juga sangat bagus untuk studi keislaman. Namun, saat ini kondisi politik di negara tersebut masih rawan,” ujar Bagus dilansir dari laman resmi Kemenag RI.

Lanjut, untuk kesiapan aplikasi pendaftaran dan aplikasi tes computer based test (CBT) secara daring, sekaligus pelaksanaan simulasi penyelenggaraan tes di 15 lokasi di UIN, termasuk UIN SU yang dipercaya sebagai penyelenggara ujian untuk wilayah Sumatera Utara. Dalam laporan Tim Pengembang Aplikasi CBT daring menyatakan secara sistem semua sudah siap.

Tes ini merupakan seleksi pertama yang dilaksanakan oleh Pusat Pengembangan Bahasa (PBB) UIN melalui CBT. Sistem aplikasi ini dibangun oleh konsorsium PPB UIN. Soal ujian CBT dibuat berdasarkan standar Lughah Mesir, hasil kolaborasi antara pusat pengembangan Bahasa UIN dan Ikatan Alumni Al-Azhar cabang Indonesia. 

Reporter : Amita

Editor      : Rindiani

Share article

Latest articles