Belajar Menjadi Wartawan Investigasi

0
  • Cover buku “Sang Pewarta”. (Foto/goodreads.com)

    Judul : Sang Pewarta

  • Penulis : Aru Armando
  • Penerbit : Shofia
  • Tahun Terbit : 2019
  • Kota Terbit : Makassar
  • Halaman : 319 hlm
  • ISBN : 978-602-5862-18-2

Peresensi: Audry Uyuni

“Menjadi wartawan adalah sebuah pengabdian dan panggilan hati. Kita, wartawan, adalah jembatan dalam setiap strata kehidupan. Kita menghubungkan penguasa dan rakyatnya begitu juga sebaliknya. Kita menghubungkan orang yang tahu dan tidak tahu. Bayangkan, kalau jembatan itu rusak atau bahkan tidak ada. Inilah peran kita. Peran utama dalam membangun peradaban, bukan figuran,” (hlm 64). Benar, menjadi wartawan itu tidak mudah, menjadi wartawan juga bukan jaminan menjadi kaya, terkenal atau berkuasa.

Lewat novel dengan 319 halaman ini, penulis mampu membuat pembaca terperangkap oleh alunan cerita, pilihan diksi, tata bahasa dan alur ceritanya yang hidup. Tokoh utama bernama Tomi, seorang mahasiswa jebolan hukum yang memilih untuk menekuni pekerjaan sebagai seorang wartawan, melibatkan diri dalam investigasi dugaan penyelewengan proyek pengadaan alat kesehatan di suatu kementerian. Fakta demi fakta, bukti demi bukti, ia kumpulkan dan dirangkai untuk diungkap dalam bentuk laporan khusus media tempatnya bekerja di instansi yang berlabel ‘Suara Nasional’.

Baca juga: Jangan Beri Ruang untuk Kecewa

Namun, kian dalam dan hanyut ia menggali sumber informasi, kian dalam pula ia berada dalam lubang hitam yang telah lama menganga di tanah air ini. Tangan-tangan rahasia bekerja dan tak seorang pun yang tahu apakah dirinya pahlawan, korban, ataukah pecundang yang nyata.

Sementara itu, tokoh lain bernama Dara, seorang perempuan yang hatinya tertambat untuk Tomi, justru bagian dari kantor hukum pengacara rekanan perusahaan pemenang tender yang diduga bermasalah itu. Kantor hukum tak tinggal diam dengan liputan-liputan yang menyudutkan kliennya. Bisakah cinta yang bekerja secara rahasia menyatukan mereka? Siapakah pahlawan, korban, atau pecundang di dalam semesta cinta? Karenanya, tiga garis besar dalam novel ini mengisahkan tentang cinta, konspirasi, dan investigasi.

Sepanjang cerita, pembaca seakan diajak melakukan investigasi ala jurnalis hukum yang kental dengan nuansa integritas. Tak heran kalau penulis novel ini bisa menghanyutkan tulisannya ke pembaca karna latar belakang beliau adalah seorang jurnalis. Nilai integritas dan fungsi kontrol pers tersaji secara apik sekali.

Baca juga: Berbeda Budaya dan Agama, Disatukan Bhineka Tunggal Ika

Pembaca akan diarak untuk terus memburu cerita dalam novel ini hingga akhir, dan Aru Armando mampu menyuguhkan kisah keberanian, sifat tahu diri, kecerdasan dan sekaligus kehati-hatian dalam mengungkap suatu kejahatan. Novel ini cocok untuk penggemar cerita yang berbau dunia hukum dan berkaitan erat dengan investigasi, terutama bagi pemula yang menyukai genre ini. Ceritanya tidak terlalu rumit alias mengalir serta mudah dipahami. Apalagi, jika anda seorang jurnalis, anda akan menyesal jika tidak membaca novel ini. Jangan baca buku ini kalau anda tidak ingin pengalaman baru untuk menikmati kejutan-kejutan babak investigasi di setiap lembarnya.

Selamat Membaca!

Editor : Yaumi Sa’idah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.