Bedakan Antara Teman dengan Organisasi

9

hhh

Oleh : Siti Nurjannah Tambunan

Disaat anda membawa unsur pertemanan kedalam bisnis,

maka anda telah menjadi manajer yang tidak baik,

Disaat anda membawa unsur bisnis kedalam pertemanan,

Maka anda telah menjadi teman yang tidak baik.

Dan disaat anda membawa unsur bisnis dan pertemanan kedalam organisasi,

maka anda telah menjadi manajer dan teman yang tidak baik.

(Nugraha Ramadhan, Djalaluddin Pane Foundation)

 

Berkecimpung di dunia organisasi selama kurang lebih 4 tahun, membawaku pada pengalaman yang tidak bisa dibayar dan dinilai dengan apapun. Yang kudapatkan pun tidak bisa diganti dengan materi dan harta lainnya. Relasi, persahabatan, pengalaman, keakraban, hingga konflik pun telah dirasakan. Hal ini memang harus terjadi demi pendewasaan organisasi maupun orang yang ada didalamnya.

Hampir setahun menjadi Pemimpin Umum LPM Dinamika IAIN SU juga membawaku mengubah prinsip dan pola pikirku. Mempunyai 90 an anggota juga menuntut aku untuk bisa menjadi pribadi yang supel, masuk ke semua golongan. Kita tahu, didalam organisasi itu kita bekerjasama untuk mencapai tujuan yang satu, yakni kesuksesan organisasi.

Banyaknya orang yang terdapat didalamnya, menyebabkan banyak pula prilaku-prilaku yang terbentuk. Dengan hal itu banyak pula lah dinamika-dinamika kelompok yang terjadi. Acara yang kurang terkordinir, komunikasi yang tak lancar, belum lagi produk-produk yang telat terbit. Banyak yang masih perlu di evaluasi disini, mulai dari sistem hingga orang yang menjalankan sistem.

Cinta. Kata ini sepertinya layak kita berikan untuk organisasi yang kita ikuti. Cinta terhadap organisasi pun bukan hanya sekedar ucapan. Tapi, dibuktikan dengan perbuatan. Layaknya cinta terhadap seseorang, cinta itu tidak akan terbukti kalau hanya sekdar kita ucapkan tanpa bukti, tanpa perjuangan. Begitu jugalah di dalam organisasi, partisipasi yang dituntut meliputi mental, pikiran, dan emosi atau perasaan seseorang.

Seiring dengan meningkatnya cinta terhadap organisasi, tingkat keprofesionalitasan pun juga dituntut. Namun masalahnya adalah profesional itu tersandung dengan status ‘teman’ di organisasi.

Dalam berteman, ketika teman kita salah, kita harus memaafkannya. Ketika di organisasi, wajar juga teman itu bersalah, dan kita juga harus bisa memaafkannya. Namun, sampai kapan unsur pertemanan ini kita masukkan ke dalam organisasi?

Roda organisasi harus tetap berjalan, jangan sampai karena unsur pertemanan manajemen organisasi kita menjadi pincang. Dan jangan pula organisasi merusak pertemanan kita dengan seseorang. Dunia organisasi adalah dunia belajar untuk bisa menjadi pribadi yang teratur, disiplin, dan menghargai satu sama lain. Semoga kita menjadi orang yang bijak dalam membedakan teman, bisnis, dan organisasi. Selamat berkreatifitas kawan.

 

Bedakan Antara Teman dengan Organisasi

9 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.