Foto: Al-Hafizh M Hamdan

Medan, Dinamika Online – Pada hari kedua Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), salah satu mahasiswa baru (maba) FDK diminta untuk membayar biaya sesi foto dan dijanjikan sertifikat PBAK yang seharusnya dibagikan secara gratis, Rabu (4/8).

Maba FDK yang berinisial ‘IS’ mengaku dimintai uang sebesar Rp10.000. “Kami tadikan berfoto, dibagi jadi 25 orang gitu. Abis itu mereka minta uang 10 ribu. Harusnya aku melawan, tapi katanya ada sertifikat PBAK yang buat aku percaya,” ungkapnya.

IS mengaku diajak sesi foto oleh seniornya yang memakai almamater UIN SU tanpa ditanyai kesanggupan untuk membayar foto sebelumnya. “Kami disuruh foto dulu, baru bayar. Nggak ada ditanya kalau nggak mampu nggak usah foto. Malah kawanku sampai minjam uangku karena disuruh abang itu bayar,” tambahnya lagi.

Mendengar informasi ini, Fachrul Roji selaku ketua Senat Mahasiswa (SEMAF)  FDK membenarkan adanya pengutipan dana sebesar Rp10.000 untuk sesi foto tanpa unsur paksaan. “Foto itu memang kebijakan SEMAF dan DEMAF FDK, tujuannya agar adik-adik maba punya kenang-kenangan. Kami menyampaikan juga kalau mereka ingin foto bayar Rp10.000, tapi itu tidak dipaksa dan juga kami tanya mereka mampu atau tidak,” ujar Roji.

Lebih lanjut, Roji mengklarifikasi pihaknya tidak memberikan sertifikat PBAK setelah sesi foto. Ia menduga ada provokator dibalik menjanjikan sertifikat tersebut. “Sebelum PBAK kami sudah rapat dengan pihak fakultas, dan dijelaskan bahwa sertifikat itu bersifat gratis. Kalau foto benar kami kutip Rp10.000, tapi sekali lagi tanpa unsur paksaan. Bisa jadi provokator itu yang bilang,” jelasnya.

Reporter : Adwar Pratama dan Ariffin

Editor      : Nurul Liza Nasution

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.