Tatang Koswara: Sniper Kaliber Dunia

(Foto/Bukalapak)

  • Judul buku : Satu Peluru Satu Musuh Jatuh: Tatang Koswara Sniper Kaliber Dunia
  • Penulis : A. Winardi
  • Penerbit : Penerbit Buku Kompas
  • Tahun Terbit : 2016
  • ISBN : 978-979-709-974-9

Peresensi : Mahmudi

Sniper sejati adalah sniper yang menyediakan satu peluru bagi dirinya sendiri. Karena lebih baik mati dalam pertempuran daripada gagal atau tertangkap lawan dalam tugas.”- Peltu (Purn.) Tatang Koswara

Banyak orang mengira tugas sniper ialah menghabisi setiap musuh yang terlihat dibalik teleskop bidiknya. Nyatanya, sniper hanya membunuh sasaran terpilih (high value) seperti komandan agar dapat mengubah jalannya peperangan. Selain itu, sniper juga bertugas sebagai pasukan intelijen, sabotase, menciptakan kekacauan di wilayah lawan, mengidentifikasi objek-objek vital lawan, memandu tembakan meriam dan pesawat tempur, dan lainnya.

Indonesia sendiri punya seorang sniper legendaris yang namanya tercatat dalam daftar 14 besar Sniper’s Roll of Honour di dunia dengan rekor confirmed kills sebanyak 41. Beliau adalah Tatang Koswara, lahir pada 12 Desember 1946 dari keluarga Brimob. Pada saat kecil, Tatang dikenal pintar berburu babi hutan menggunakan senapan locok.

Setelah lulus Sekolah Teknik, Tatang memulai pendidikan militernya di Sekolah Calon Tamtama (Secata) Bandung. Tanda pangkat Prajurit Dua (Prada) pun ia terima setelah menjalani pendidikan selama kurang lebih satu tahun. Kemudian Tatang diberi kesempatan mengikuti pendidikan Secaba Infanteri dan lulus pada tahun 1973 dengan pangkat Sersan Dua (Serda).

Pada tahun 1974 ia juga dilatih oleh pasukan sniper elit baret hijau AS, Green Berets, 30 Battalion 1st Special Forces Group. Tatang kemudian menyadari ilmu terkait bertempur sebagai sniper ada banyak. Materinya antara lain teknik bertempur di hutan, laut, perkotaan, rawa, countersniper, kamuflase, navigasi, melacak, penyerbuan, dan lainnya.

Tatang juga dilatih agar mendapatkan daya tahan tubuh yang dapat bertahan di kondisi ekstrem. Para sniper yang mengendap dan mengincar sasaran harus bisa diam berjam-jam bahkan berhari-hari di tempat persembunyiannya. Sehingga urusan buang hajat pun harus dilakukan di tempat.

Bayangkan, untuk belajar pipis di celana sesuai standar kurikulum Green Berets saja butuh waktu dua tahun. Bayangkan saja dulu cum suis.

Dari 30 siswa sniper hasil gemblengan Green Berets, hanya 17 orang yang lulus dan masing-masing dihadiahi senapan sniper Winchester Model 70. Kelak, senapan inilah yang menemani Tatang menjalani tugasnya.

Tatang pernah bertempur di berbagai wilayah konflik di Indonesia, salah satunya ikut dalam Operasi Seroja di Timor Leste. Sebagai prajurit terlatih, Tatang punya strategi sendiri. Beliau lebih suka bertugas tanpa spotter. Selain itu Tatang juga membuat sepatu dengan alas terbalik untuk mengelabui musuh. Sebelum pensiun Tatang juga berjasa dalam pengembangan senjata buatan PT. Pindad.

Memang banyak yang tidak tahu kisah heroik Tatang Koswara. Kisahnya baru terungkap 25 tahun setelah bertugas, tak lama sebelum ia wafat. Bukan peluru yang merenggut hidupnya, melainkan sakit jantung koroner. Peltu Tatang Koswara menghembuskan nafas terakhir saat syuting acara Hitam Putih pada Selasa malam, 3 Maret 2015.

Beristirahatlah prajurit. Sungguh kisah beliau sangat keren untuk dijadikan film.

Editor : Rindiani

Latest articles

Pemilihan Pengurus Baru, PEMAPASID Adakan Musyawarah Besar

Medan, Dinamika Online – PEMAPASID (Persatuan Mahasiswa Kota Padang Sidempuan) telah mengadakan musyawarah besar dengan tema "Menciptakan Generasi Kader Pemapasid yang Memiliki Nilai Ukhuwah...

Cara Jitu Bangun Pagi

Penulis : Nurur Ramadhan Nasution Mayoritas orang memiliki harapan untuk bangun pada pagi hari, mulai dari kalangan pelajar yang masih duduk di bangku sekolah, mahasiswa,...

Bangun Potensi Buat Berita, Jurnalistik Syams Gelar Pelatihan

Medan, Dinamika Online – Guna membangun potensi dalam pembuatan berita, i Jurnalistik Syams MAN 1 Medan menggelar pelatihan dengan pembahasan “Membuat Berita”. Pelatihan ini...

Antisipasi Penyebaran COVID-19, Dema FIS Langsungkan Kegiatan Berbagi

Medan, Dinamika Online - Untuk menghindari penyebaran Covid-19, Dema Fakultas Ilmu Sosial (FIS) mengadakan kegiatan berbagi dengan tema "Katakan Tidak pada Corona". Kegiatan ini...

Langgar Prokes, Pemko Medan Tutup Sementara Tempat Usaha

Medan, Dinamika Online – Dilansir dari laman resmi Humas Pemko Medan, Pemerintah Kota Medan melalui Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) mengumumkan bahwa...