Sudut Pandang yang Sama

Foto: Dok. Internet

Judul Buku       : Orientalisme vis a vis Oksidentalisme

Pengarang       : Buletin Afkar dan Jurnal Nuansa

Penerbit           : Pustaka Firdaus

Tahun Terbit    : 2008

Tebal Halaman : 175 halaman

Buku ini menyuguhkan perbincangan dan dialog tentang berbagai tema keislaman bersama para sarjana dari berbagai latar. Mulai dari Shaikh Al-Azhar, Mursyid Thariqah, Intelektual Arab Islam Kontemporer, para Kristen Pengkaji Islam, hingga para Orientalis dan Oksidentalis.

Kita tahu bahwa John L. Esposito mengesahkan keberadaan Islam sebagai sebuah ancaman besar, antara mitos dan realitas. Tetapi sampai sekarang dan mungkin sampai nanti kalau Islam akan selalu menjadi objek kajian yang sangat menarik adalah hal yang tak terbantahkan. Islam akan selalu menjadi kajian yang menarik bagi siapa saja, baik bagi pemeluknya sendiri maupun bagi selain pemeluk Islam itu sendiri. Bagi orang-orang Timur maupun orang-orang Barat.

Lewat buku ini, pembaca akan diajak untuk membincang dan menerawang Islam dari berbagai sudut pandang. Pembahasan inti yang dibahas dalam dialog ini adalah hal yang paling mendasar.

‘Tanpa rasionalitas, jangan harap umat Islam bangkit dari kubur mereka’, kalimat ini selaras dengan pernyataan dari pembaharu Islam asal India Mohammad Iqbal (Hidup adalah kereta, dan berfikir adalah geraknya) dengan pernyataannya ini seakan-akan menghentak dunia pada masanya.

Karena rasio merupakan piranti yang sangat urgen bagi kelangsungan hidup kita. Ketika Syekh Abdul Qadir Al-Jailani menyatakan (kutantang kebenaran, dengan kebenaran, demi kebenaran), maka mohammad Arkoun mengembangkan menjadi (rasio berselisih dengan rasio melalui perantara rasio demi rasio).

Jadi menurut Arkoun disini bahwa cita-cita bangsa Arab (Islam) adalah sebuah alternatif yang mengarah pada sebuah kekuatan, bukan pembaharuan. Karena sampai sekarang cita-cita itu hanya berpijak pada rasialisme, yang telah menjadi rahasia umum. Pengetahuan tentang rasialis, dipelajari diseluruh dunia. Sebab kebanyakan hubungan sosial dan kekuatan politik berpijak atas rasialisme. Sebagaimana Muawiyah yang merebut kekuasaan Damaskus dengan aturan-aturan dan kekuatan rasialis, tidak atas argumentasi nas.

Pengetahuan dan minat tentang sejarah yang tipis juga salah satu penyebab kita Islam itu sampai sekarang jadi bulan-bulanan oleh Barat. Tetapi setelah kita tilik jauh dibelakang Islam pernah menggenggam separuh dunia pada masanya. Selaras dengan yang di katakan oleh bapak sosiologi kelahiran Tunisia pada abad 13 M yaitu Ibnu Khaldun, bahwa sejarah peradaban setiap bangsa adalah sejarah peradaban yang mirip piramida. Ia berangkat dari titik nol, kemudian merangkak maju, kemudian sampai pada puncak destinasi, kemudian dengan sendirinya akan turun kembali. Dulu barat belajar dari kita, dan hingga sekarang mereka mengkaji kita dengan proyek Orientalismenya. Beberapa ratus tahun lamanya bangsa muslim menjadi objek atas kajian Barat.

Di dalam buku ini juga menyajikan solusi permasalahan diatas yang disuguhkan oleh Hasan Hanafi yang mau merubah haluan sejarah tersebut. Bahwa sudah saatnya Orientalisme, harus dihadapi dengan Oksidentalisme.

Nah, dengan adanya Oksidentalisme menurut Hasan, diharapkan ketegangan antara keduanya (fundamentalis dan sekuler) dapat teredam. Sebab dalam Oksidentalisme mengandaikan pola pandang yang baru perihal hubungan Islam dan Barat yang notabenenya sebagai kiblat ilmu pengetahuan modern. Supaya orang muslim bisa menguasai epistemik ilmu pengetahuan dan rasionalisme Barat, tanpa harus tercerabut dari akar tradisi mereka dan tanpa harus kehilangan identitas mereka.

Peresensi menanggapi bahwasannya buku ini kurang tebal halamannya dan masih banyak permasalahan mendasar lagi yang seharusnya dibahas. Akan tetapi, buku ini dapat memberikan motivasi kepada pembaca dan menyadarkan umat Islam dan tokoh-tokoh di dalam buku ini pun menarik.

Peresensi: Muslim Hidayat

Editor: Rindiani

 

Latest articles

7 Manfaat dari Buah Kurma

Penulis: Ditanti Chica Novri Siapa yang tak kenal dengan buah yang satu ini.  Buah kurma, buah yang tak hanya menawarkan kelezatan tetapi juga memiliki banyak khasiat....

Kolaborasa Institute Bersama ACT Gelar Bincang Produktif Jilid II

Medan, Dinamika Online – Kolaborasa Institute bersama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) laksanakan Bincang Produktif Jilid II dengan tema “Milenial dan Pandemi: Membaca Pandemi...

Muslimah Qonitaa: Ramadan Momentum Nuzulul Quran

Medan, Dinamika Online – Komunitas Dakwah Muslimah Qonitaa mengadakan kajian daring dengan tema “Ramadan untuk Perubahan Momentum Nuzulul Quran” yang berlangsung via grup WhatsApp...

Bikin Ngakak, Ini 5 Acara Korea yang Wajib Ditonton Selama Pandemi

Penulis : Tiwi Sartika Annyeong Sobat Kampus, gimana hari-harinya setelah mengkarantina diri di rumah? Pada bosen gak sih sama tugas kuliah yang menumpuk? Nah, kalau...

Wujudkan Pribadi Qur’ani, HMPS Elektronika Polmed Gelar Kajian Daring

Medan, Dinamika online – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Elektronika Polmed menyelenggarakan diskusi daring gratis Pengajian Muslim Elektronika (Pemuka) via Whattsapp dengan mengangkat tema...