The Age of Blood: 5 Pemberontak Josen

(Foto/IMDb)

  • Judul : The Age Of Blood
  • Genre : Laga aksi
  • Sutradara : Hong-sun Kim
  • Produser : Yang Sun-mo
  • Rilis : 23 November 2017
  • Durasi : 102 menit
  • Bahasa : Korea
  • Asal Negara Film : Korea Selatan
  • Pemeran : Jung Hae-in ( sebagai Kim-Ho), Kim Ji-hoon (Lee In-jwa), Jo Jae-yoon (Do Man-ch), Hong Soo-ah ( Yoo Seo-ye) dan Lee Wong-jong (Man-Suk).

Peresensi : Putri Ayu Dahniar Harahap

Annyeong Haseyo Chingu-deul! Berbicara soal film K-drama memang tidak ada habisnya selalu mengundang rasa ingin tahu, wahhh siapa ni yang suka film laga aksi, pasti para sobat K-drama tahu film laga The Age of Blood, ini film keren banget para sobat K-Popers diambil dari sejarah upaya penyelamatan di era Dinasti Raja Josen.

Film yang berdurasi 102 menit ini bermula dari pria tampan yang bernama Kim Ho (Jung Hae-in) yang berprofesi sebagai pengawal Raja Yeongjo (Ryu Tae-joon). Suatu hari Kim Ho dipindah tugaskan dan menerima perintah untuk menjadi sipir (penjaga penjara).

Kim Ho adalah prajurit yang pandai, cerdik, dan tampan. Keahlian utamanya adalah memanah. Wah, ideal sekali bukan. Namun, jabatannya akan menjadi sebuah bahaya terhadapnya, Kim Ho sebenarnya kecewa dengan jabatannya itu. Meskipun begitu, Kim Ho tetap menjalani tugasnya dengan baik.

Tiba saatnya pada suatu malam, datang sekelompok pemberontak menyerbu istana, pembantaian pun terjadi, prajurit istana banyak yang tewas, sebab 4 orang pemberontak bukan orang biasa, melainkan orang-orang yang khusus dilatih seperti ahli memanah, ahli pedang, ahli pandai besi, dan ketua yang menguasai semua keahlian tersebut. Pemberontak memiliki misi membebaskan tahanan kerajaan yang merupakan bagian dari kelompok pemberontak dan merebut tahta Raja Yeongjo.

Sebab, Raja Yeongjo meracuni saudaranya yang pada saat itu akan naik menjadi raja. Namun, Yeongjo tidak ingin saudaranya menjadi raja, lalu ia meracuni saudaranya hingga tiada. dan Yeongjo pun menjadi Raja Josen.

Pertarungan yang dihadapi Kim-Ho terjadi, amat sulit melawan para pemberontak. Kim Ho pun melapor pada atasannya bahwa istana kerjaan sudah diserang pemberontak, tetapi atasannya tersebut termasuk ke dalam pemberontak kerajaan. Kim Ho pun semakin bingung seluruh staf kerajaan termasuk Ratu juga ikut memberontak.

Paman Kim Ho yang paling ia sayangi sudah tiada akibat ulah pemberontak, Kim Ho pun semakin marah, dendam dari raut wajahnya sangat jelas, urat-urat nadinya pun terlihat, ia membalaskan dendam itu tepat pada malam itu juga. “Tidak ada yang bisa selamat sebelum fajar tiba,” ucap Kim Ho.

Peperangan itu terjadi hanya pada satu malam saja, Kim Ho berhasil membunuh seluruh para pemberontak dengan keahliannya. In-jwa yang ingin merebut tahta raja berusaha membunuh raja Yengjo yang sedang duduk di singgasananya. Namun, gagal sebab Kim Ho datang dari belakang dan kembali melawan In-Jwa, namun In-Jwa tertusuk oleh Raja Yengjo sendiri.

Lebih lanjut, Kim Ho diminta oleh Raja Yeongjo untuk menjadi pengawal pribadinya dan kebutuhan Kim Ho akan dipenuhi oleh raja. Namun, Kim Ho menolak, ia ingin menjadi rakyat biasa yang senang membantu orang seperti membangun rumah, bekerja di pasar, ia berpesan kepada seluruh istana dan raja untuk merahasiakan identitas kepahlawanannya.

Wah, dramatis sekali kisah ini, Kim Ho yang baik hati, yang identitas kepahlawanannya sangat luar biasa, ia tidak ingin dipuja sebagai pahlawan hebat, ia tetap merendah diri, semoga para sobat K-drama dapat mencontoh perbuatan Kim Ho, ya.

Editor : Khairatun Hisan