Rembulan Tenggelam di Wajahmu: Uang Bukan Segalanya

(Foto/IMDb)

  • Judul film: Rembulan Tenggelam di Wajahmu
  • Rilis: 12 Desember 2019
  • Negara: Indonesia
  • Durasi: 92 Menit
  • Genre: Drama
  • Bahasa: Indonesia
  • Sutradara: Danial Rifki
  • Penulis: Josh Maleman
  • Produser: Ody Mulya Hidayat
  • Pemeran: Bio One, Arifin Putra, Cornellio Sunny, Teuku Rizky, Ari Irham, Egi Fedly, Yudha Keling, Ariyo Wahab, Donny Alamsyah, Anya Geraldine, dan lainnya
  • Editor: Ahsan Andrian
  • Sinematografi: Gunung Nusa Pelita
  • Distributor: Max Picture

Peresensi: Lazha Taya Aqnieszka

Film ini merupakan film yang di adaptasi dari novel karya Tere Liye. Rembulan Tenggelam di Wajahmu bukan pertama kalinya novel dari Tere Liye ditayangkan.  Ray merupakan pemuda berumur 60 tahun, yang memiliki segalanya. Memiliki harta yang berlimpah, kehormatan, kemewahan, tapi di ujung hidupnya masih merasakan kesepian dan berbaring di rumah sakit.

Saat ia berbaring di rumah sakit, ia didatangi sosok pria. Sontak saja Ray terkejut dengan kedatangan pria tersebut. “Aku akan membawamu pergi ke tempat di mana semua pertanyaanmu akan terjawab” ucap pria tersebut.

Ray menggenggam tangan pria itu, seketika ia terbawa di jalan pinggir pelabuhan. Ray heran dan bertanya-tanya mengapa ia ke sini, dan mengajukan pertanyaan kepada pria yang membawanya ke tempat tersebut. “Karena di sini pertama kalinya kamu berkenalan dengan rembulan” ucap pria tersebut.

Film ini menceritakan kembali bagaimana kehidupan Ray dahulu, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sering ia lontarkan kepada Tuhan. Ada lima pertanyaan yang Ray lontarkan dalam kehidupannya.

Kenapa Ray harus menghabiskan masa kanak-kanak di panti asuhan tersebut? Apa Hidup itu adil? Mengapa langit tega mengambil istri Ray? Mengapa selalu merasa kosong? Mengapa terus sakit-sakitan selama 6 tahun?

Sejak kecil Ray tinggal di panti asuhan, dan diasuh oleh penjaga panti yang semena-mena memperlakukan anak panti.  Ray merupakan sosok yang pemberontak, tak hanya pada aturan yang ada pada panti asuhan tersebut, akan tetapi juga pada aturan agama dan Tuhan.

Hingga suatu saat Ray tidak tahan dengan perlakuan penjaga pantinya. Ray kabur dari panti dan hidup menjadi anak jalanan. Kehidupan barunya membuat Ray terperangkap menjadi seseorang yang suka berjudi, minum-minuman  keras dan mencuri di pelabuhan.

Suatu malam Ray memenangkan judi dan membawa banyak uang dengan kondisinya yang sedang mabuk. Dalam kondisi mabuk ia dikeroyok oleh dua orang preman. Hal tersebut membuat Ray terluka sangat parah. Saat itu beruntung Ray ditemukan oleh warga, dan segera di bawa ke rumah sakit.

Di rumah sakit Ray bertemu dengan temannya di panti dulu yang bernama Diar, dan juga penjaga panti. Penjaga panti terketuk hatinya untuk menolong Diar dan Ray. Akan tetapi saat itu Diar tidak tertolong dan akhirnya meninggal.

“Mengapa kamu di panti Ray, karena kamu harus jadi pahlawan buat Diar, kamu selalu membelanya di depan pemilik panti, bahkan saat tasbih itu pecah karena kecerobohan Diar, kamu mengaku kamu yang melakukannya.,” ucap pria pemilik wajah teduh itu untuk menjawab pertayaan pertama dalam hidup Ray.

“Diar mati akibat perbuatanmu tapi, ia tidak menyalahkanmu. Tetapi ia merasa kamu pahlawannya. Apalagi ia dijemput oleh ratusan malaikat. Ia justru berterima kasih kepadamu. Kamu menjadi alasan bagi Diar dan Diar menjadi alasan bagi pemilik panti,” sambung pria pemilik wajah teduh itu.

Untuk menebus rasa bersalah pemilik panti. Akhirnya pemilik panti membiayai semua biaya rumah sakit Ray di kota. Kemudian Ray memulai kehidupan yang baru di kota. Di sana Ray tinggal di rumah singgah, Ray dirawat dengan sangat baik, dan mendapatkan teman-teman yang baik.

Ray juga mengikuti sekolah penyetaraan di keluruhan. Ray berubah menjadi anak yang periang, akan tetapi sisi kerasnya tidak dapat dihilangkan. Ray kembali kabur dari rumah singgahnya. Mengapa Ray kabur dari rumah singgahnya? Dimana Ray melanjutkan kehidupannya? Apa jawaban atas pertanyaan yang belum di jawab oleh pria pemilik wajah teduh itu? Temukan jawaban itu setelah anda menonton film ini. Selamat menonton.

Editor : Miftahul Zannah

Latest articles

It’s Okay: Perjalanan Mencari Jati Diri

Judul : It's Okay to Not Be Okay atau Psycho But It’s Okay Genre : Romansa-Drama Sutradara : Park Shin-woo Penulis : Jo...

Tatang Koswara: Sniper Kaliber Dunia

Judul buku : Satu Peluru Satu Musuh Jatuh: Tatang Koswara Sniper Kaliber Dunia Penulis : A. Winardi Penerbit : Penerbit Buku Kompas Tahun...

Satgas Covid-19 Jabarkan Tingkat Kesembuhan Semakin Meningkat

Medan, Dinamika Online -Dilansir dari laman resmi Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito menjabarkan tingkat kesembuhan pasien Covid-19 dalam seminggu terakhir. Tercatat pertanggal 22 September, jumlah...

Addin 322: Bersahabat dengan Al-Qur’an

Penulis: Rafika Hayati Dalimunthe Al-Qur’an adalah kitab mulia yang diturunkan Allah subḥānahu wa ta’āla kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan menjadi tuntunan serta pedoman...

SEMA FSH Helat Diskusi Bedakan Fakta dan Hoaks

Medan, Dinamika Online – Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Syariah Dan Hukum (FSH) mengadakan diskusi media dengan tema "Membedakan Fakta Dan Hoaks". Pemateri pelatihan ini...