Laa Tadzan, Hadapi Kehidupan dengan Kebahagian

- Advertisement -

(Foto/Gramedia Digital)

  • Judul Buku : La Tahzan
  • Pengarang : DR. ‘Aidh al -Qarni
  • Tahun Terbit :  2005
  • Penerbit : Qisthi Press
  •  Tebal Buku : 572 halaman
  •  ISBN :  979-3715-05-7   

Peresensi : Devi Junita Sara

Seiring berjalan waktu, manusia pada masa ini lebih banyak mengeluh tentang keadaan diri dan selalu  menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi pada dirinya. Tanpa menyadari apa yang terjadi  pada dirinya adalah atas dasar kesalahan dia lakukan tanpa dia sadari dan sugesti menyakinkan diri manusia  merasa tidak aman dan nyaman dengan keberadaannya. Itulah menurut saya mengapa penulis buku ini memiliki tujuan untuk mencerahkan hati, memberikan penjelasan-penjelasan dalam Al-Qur’an dan sunnah yang menjadikan buku ini sebagai perantara untuk membersihkan hati dan menghilangkan kesedihan dalam hidup dengan cara bersyukur  dan selalu berpikiran positif terdapat apa yang kita dapat.

- Advertisement -

Ya Allah, gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikan kesedihan itu awal kebahagian dan sirnakan rasa takut ini menjadi rasa tenteram. Ya Allah, diinginkan panasnya kalbu dengan salju keyakinan dan padamkan bara jiwa dengan air keimanan.

Wahai Rabb, anugerahkan pada mata yang tak dapat terpejam ini rasa kantuk dari-Mu yang menentramkan. Tuangkan dalam jiwa yang bergolak ini kedamaian. Dan, ganjarlah dengan kemenangan yang nyata. Rabb, tunjukkanlah pandangan yang kebingungan ini kepada cahaya-Mu. Bimbinganlah sesatnya perjalanan ini ke arah jalan-Mu yang lurus. Tuntunlah orang-orang yang menyimpang dari jalan-Mu merapat hidayah-Mu.

Buku yang berjudul “Laa Tahzan” ini adalah buku yang telaris, namun bukan karna hal lain melainkan karna dalam buku ini mengandung manfaat yang banyak bagi pembaca dengan menyentuh hati. Sehingga para pembaca menjadi tersadar kembali untuk memperbaiki kehidupan selama ini, secara tidak langsung buku ini menghipnotis para pembaca untuk perilaku baik dengan kesadaran diri sendiri  bahwa semua yang dilakukan harus berdasarkan hati nurani dan dilakukan hanya mengharap rida Allah Subhana wataala.

Banyak bahasa-bahasa yang bisa dijadikan kosa kata baru penuh ilmu pengetahuan yang dapat digunakan sebagai referensi dalam berkomunikasi maupun menulis, kata-kata terangkai indah karna diambil dari tafsir Al-Qur’an dan hadis

Kekurangan dari buku ini hanya lebih ke penulisan-penulisan kata yang keliru, maka dari itu menjadi suatu ketertarikan tersendiri membuat resensi dari buku ini. Karna, berbagai ilmu tidak hanya harus menyampaikan langsung melalui presentasi, tapi bisa berbagi ilmu  dengan cara berbagi informasi.

Marilah kita bersama-sama mengambil langkah awal untuk menjadikan diri lebih bermanfaat dengan menghapuskan segala kesedihan yang tidak perlu kita berlarut-larut memikirkannya serta terus khawatir dengan keadaan yang seharusnya kita syukuri karna tanpa kita sadari begitu banyak nikmat yang telah dapatkan. Namun, kita tak menyadarinya apabila kita memiliki sepotong roti untuk dimakan, minuman untuk diminum, tempat untuk beristirahat itu patut kita syukuri, namun sebagian besar  orang lupa dan ia mendustakan nikmat yang telah ia dapatkan

Jangan bersedih, inilah kiat-kiat untuk bahagia

  1. Sadarilah bahwa jika Anda tidak hidup hanya dalam batasan hari ini saja, maka akan terpecah pikiran Anda, akan kacau semua urusan dan akan semakin menggunung kesedihan dan kegundahan diri Anda;
  2. Lupakan masa lalu dan semua pernah yang terjadi kehidupan Anda;
  3. Jangan menyibukkan diri dengan masa depan, sebab ia masih berada di alam gaib;
  4. Jangan mudah terguncang oleh kritikan;
  5. Beriman kepada Allah dan beramal salih adalah kehidupan yang baik dan bahagia;
  6. Barang siapa menginginkan ketenangan, keteduhan, dan kesenangan, maka dia harus berzikir kepada Allah
  7. Jangan meunggu terima kasih dari orang lain;
  8. Persiapkan diri Anda untuk menerima kemungkinan terburuk;
  9. Kemungkinan yang terjadi itu ada baiknya untuk diri Anda;
  10. Berpikirlah tentang nikmat, lalu bersyukurlah

Editor: Nurul Liza Nasution

Share article

Latest articles