Cinta dan Perang di Tanah Turkistan

- Advertisement -

(Foto: Internet www.bukukita.com)

  • Judul buku : Nights In Turkistan
  • Penerbit : Penerbit Zikrul Hakim
  • Judul asli buku : Layali Turkistan 
  • Penerbit : Kitab Al-Muhktar, Kairo
  • Penulis : Najib Al-Kailani
  • Penyelaras Bahasa : Ahmad Fahri
  • Tahun Terbit : 2007
  • Tebal buku : 240 Halaman
  • ISBN : 979-26-2269-1

Penulis: Richa Ardelila Hutabarat

Berkisah tentang pembebasan negeri yang bernama Turkistan. Negeri yang dijajah Cina dan Rusia, yang mengharuskan setiap wanita Turkistan menikah dengan para prajurit Cina. Kisah ini, tidak semata-mata menjadi rekaman atau duplikat dari peristiwa sejarah yang terjadi di masa lalu, melainkan capaian kreatifitas sang pengarang dalam menempuh arus kehidupan dari sebuah realitas yang ada.

- Advertisement -

Novel Nights In Turkistan ini bercerita seputar peristiwa perjuangan anak pribumi yang terjadi di Turkistan pada kisaran tahun 1900-1950an. Konflik politik dan perjuangan ideologi yang di perjuangkan oleh para penduduk Turkistan terutama para pemuda-pemudanya.

Menariknya, novel ini tak selalu membicarakan prahara politik, pemberontakan, perjuangan, dah pertarungan ideologi. Di tengah kekusutan sosial-politik di negeri Turkistan itu, terpapar pula kisah cinta tokoh utama dalam novel ini yaitu Mustafa, mantan pengawal Kerajaan Qomul, dengan putri Raja Qomul, yaitu Nagmatullail. Meski novel ini berkisah seputar perjuangan politik Turkistan dari balik pegunungan dan gurun-gurun, tetapi Najib membumbuinya dengan cerita cinta yang memilukan.

Najib Kailanya dalam novel ini mengisahkan bagaimana Turkistan harus jatuh kepada Komunis Cina. Turkistan yang pada saat itu dipimpin oleh Raja Qomul dengan Islam sebagai landasan kehidupannya tidak mampu melawan kekuatan yang dipamerkan oleh Cina. Dari situlah pertarungan politik dan ideoligi dimulai. Secara perlahan-lahan, namun pasti Cina hampir berhasil menguasai seluruh wilayah Turkistan. Hanya sedikit wilayah yang belum diduduki, yaitu wilayah yang menjadi basis perlawanan para pejuang Turkistan.

Takdir yang harus dialami Musthafa, melihat kekasihnya, Nagmatulail, yang harus menikah dengan seorang Jenderal Cina. Nagmatullail bersedia menikah dengan alasan yang cukup politis, yaitu demi menyelamatkan keluarganya, terutama kerajaan beserta rakyat Turkistan dari penindasan Cina. Meskipun telah menikah dengan Nagmatullail, sikap tentara Cina terhadap rakyat Turkistan sama saja. 

Peristiwa besar terjadi dalam novel Nights In Turkistan ini ketika Nagmatullail berhasil membunuh suaminya Panglima Pao Din. Nagmatullail tega membunuh Pao Din karena aspirasinya tidak pernah didengarkan oleh Pao Din. Ia berharap kepada Pao Din tidak berterus-terusan membantai rakyat Turkistan, agar rakyat Turkistan hidup dalam kebebasan dan ketenangan.

Dan pada akhirnya cinta mereka kembali bersatu, setelah Nagmatullail berhasil membunuh Pao Din, bahkan di akhir cerita dalam novel ini mereka hidup hingga tua usia dan dikarunia seorang putra. 

Novel ini tersusun dengan rangkaian kata yang begitu nikmat. Seolah dapat membawa pembaca menyelami udaranya yang kering, malamnya yang menyelimut, kehidupannya yang terjajah dan gairah keislaman yang kental.

Buku ini sangat cocok untuk di baca oleh para pemuda-pemudi agar dapat meniru semangat pelaku cerita. Karna dalam novel ini dituturkan secara apik dan mengharukan, yaitu semangat jihad, nasionalisme, dan patriotisme rakyat Turkistan yang dipimpin oleh Osman Batur. 

Sedikit bercerita tentang penulis. Penulis adalah seorang sastrawan besar jazirah Arab, karya-karya nya banyak mendapat penghargaan ilmiah. Buku ini merupakan salah satu dari karyanya yang diterjemahkan. Beberapa bukunya telah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa, diantaranya ke dalam bahasa Inggris, Itali, Rusia, Turki dan Indonesia. 

Editor: Amelia Pratiwi

 

Share article

Latest articles