Berpikir Beda Dari yang Lain

(Foto/Dok. Shoope)

  • Judul Buku : Otak Tanpa Kotak
  • Pengarang Buku : Felix Siauw
  • Penerbit Buku : Al-Fatih Press
  • Kota Terbit : Jakarta
  • Tahun Terbit : 2019
  • Tebal Buku : 213 halaman

Peresensi: Hijrah Alkhoir

“Terjajah yang paling bahaya justru ketika tidak kentara, dikiranya merdeka padahal terpenjara oleh nafsu durjana” (Sampul Belakang Buku)

Secara umum, buku ini menyadarkan para pembaca agar melihat kehidupan dengan lebih luas dan juga memperlihatkan 2 keadaan, yang pertama adalah otak dalam kotak dan yang kedua adalah otak tanpa kotak. Otak dalam kotak menggambarkan bahwa ternyata pemikiran maupun perbuatan yang kita lakukan selama ini hanyalah di dalam kotak saja. Otak seharusnya bersifat liar kemana-mana bukan hanya di dalam kotak.

Otak tanpa kotak menggambarkan kebalikan daripada otak dalam kotak. Pembaca akan diajak kepada pemikiran yang lebih luas.

Secara khusus, buku ini akan menampar pembaca namun membuat sadar. Ternyata kita selama ini masih dijajah. Bukan dijajah oleh negara melainkan oleh sistem si penjajah. Di dalam buku ini tertuang banyak kisah/cerita nyata yang menggambarkan 2 kondisi tersebut.

World Class University yang juga menjadi cita-cita UIN SU ada dibahas dalam buku ini. Tentu akan menambah ketertarikan bagi mahasiswa UIN SU yang bercita-cita menyandang WCU tersebut.

Menurut saya, buku ini dapat membuka pemikiran kita menjadi luas, tambah lagi membuat kita sadar bahwa kita sedang dijajah. Umat sedang dijajah oleh sistem buatan manusia, bukan sistem Allah. Bahasa buku ini juga mudah sekali untuk dipahami. Bahasa sehari-hari sehingga mudah untuk dipahami.

Tidak hanya itu, buku ini juga dilengkapi dengan gambar-gambar dan ilustrasi yang menarik. Sehingga dalam 1 halaman itu bukan tulisan semua seperti buku sejarah. Kertas yang warna-warni juga menarik perhatian untuk dibaca. Kata-kata motivasi juga tersedia di dalamnya.

Editor: Khairatun Hisan