Perlakuan Khusus Terhadap Muslimah

Cover buku. (Foto/Bukalapak)

  • Judul : Fikih Wanita Empat Madzhab
  • Penulis : Dr.Muhammad Utsman Al- Khasyt
  • Penerbit : PT Elex Media Komputindo
  • Tahun Terbit : 2017
  • Tebal : 472 halaman
  • ISBN : 978-602-04-4663-9

Peresensi : Dzulanda Shari Batubara

“Mahar yang diberikan seorang laki-laki kepada seorang wanita yang dinikahinya hendaklah disesuaikan dengan keberadaan wanita tersebut, baik dalam hubungannya dengan aspek kemasyarakatannya, adat kebudayaannya, maupun tingkat kematangan akalnya. Mengenai batasan mahar, tidak ada batasannya. Meski dalam syariat Islam tidak ada ketentuan mengenai batasan maksimal mahar, namun Islam menekankan dan memerintahkan agar kaum wanita memberikan kemudahan dan mempermudah dalam soal mahar”. (hlm. 277)

Islam dalam memandang wanita memiliki caranya tersendiri. Banyak hal yang secara spesifik di terapkan khusus untuk kaum hawa dan tidak berlaku pada selainnya. Inilah diantara bentuk perlakuan dan kasih sayang Islam terhadap kaum hawa. Hal juga menunjukan agungnya kedudukan wanita di mata syariat sebagai makhluk ciptaan Allah swt.

Buku ini merupakan hasil terjemahan dari Abu Khadijah yang membahas pasal-pasal fikih wanita. Adapun pembahasan di dalam buku ini meliputi dari pasal thaharah hingga pasal wanita, politik, dan jihad seorang wanita dalam Islam yang semestinya. Tak hanya itu di dalam pembahasannya juga disertai dengan dalil-dalil Al-Qur’an dan hadist-hadist. Seperti di pasal mahar, dijelaskan mengenai batasan minimal mahar yang seharusnya diterapkan. Minimal mahar yang dimaksud yaitu setiap benda yang masuk ke dalam kategori sebutan ”harta”. Meskipun sedikit, maka benda tersebut layak untuk dijadikan mahar.

Imam Bukhori dan Imam Muslim telah mengetengahkan hadist yang bersumber dari Rasulullah saw., di mana beliau perah bersabda kepada seseorang yang hendak menikah Carilah (mahar) meskipun berupa cincin yang terbuat dari besi.” Hadist ini menjelaskan tentang betapa sedikitnya minimal mahar; karena umumnya cincin besi itu harganya tidaklah sampai 10 dirham. Ini menunjukan bahwa dalam hal mahar, besar kecilnya bisa ditentukan sesuai kesepakatan antara kedua belah pihak yang ingin menikah.

Di pembahasan lainnya yaitu tentang khidhab (pewarna) di buku ini dijelaskan bahwa seorang wanita diperbolehkan memberi warna pada tangannya dengan pacar (inai) bahkan itu dianjurkan. Sebagaimana yang riwayatkan oleh Abu Dawud dalam hadis lain yang berasal dari Aisyah ra bahwa ia berkata, ”Seorang wanita suatu ketika menyodorkan sebuah surat dengan tangannya dari balik tabir yang ditujukan kepada Rasulullah saw.. Ternyata Nabi saw. Tak mau mengulurkan tangan untuk menerima surat tersebut. Beliau malah berkata:’Aku tidak tau apakah ini tangan laki-laki atau wanita’ lalu wanita itu menjawab bahwa ini tangan wanita. Lalu beliau bersabda yang artinya.”Jika engkau memang seorang wanita, seharusnya engkau memberi pewarna pada kuku-kukumu.”

Banyak kelebihan dari buku ini diantaranya adalah di setiap pasal pembahasannya disertai dengan penjelasan yang sederhana sehingga memudahkan pembaca pemula. Tak hanya itu, di bagian akhir buku ini pun diberikan sedikit ringkasan pembahasan di setiap pasal-pasalnya berdasarkan madzhab-madzhab. Buku ini juga mampu menambah wawasan tentang fikih wanita dari banyak madzhab dan bersikap layaknya seorang muslimah yang sesuai dengan perintah Islam bukan dengan akal pikiran manusia.

Namun buku ini juga memiliki sedikit kekurangan yaitu tidak semua fikih–fikih wanita tercantum. Semoga buku ini bisa menjadi referensi wanita muslim yang ingin terus belajar dan berbenah untuk menjadi wanita penghuni surga kelak. Aamiin yarobbal alamin dan selamat membaca.

Editor : Iin Prasetyo

Latest articles

Polemik Ditundanya Pengesahan Hukum Negara

Penulis: Afifah Lania Sihotang Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 1 Juli 2020, beredar kabar ‘duka’ di berbagai platform media sosial dan media pemberitaan yang...

Media Sosial: Bisa Jadi Toxic atau Profit

Penulis: Asri Alviana Media sosial dewasa ini tidak hanya lagi sebatas hiburan semata melainkan sudah beralih menjadi kebutuhan bagi setiap orang. Layaknya pedang bermata dua,...

Perihal Kuliah Daring, Humas UIN SU: Akan Diinfokan Selanjutnya

Medan, Dinamika Online - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan masih akan melanjutkan program belajar dari rumah, hal tersebut sesuai dengan keputusan bersama Panduan...

Addin 311: Hikmah, Hadiah Terindah Dari Yang Maha Indah

“Hikmah adalah aset orang mukmin yang tercecer. Di mana pun ia menemukannya maka ialah yang paling berhak memilikinya.” (Hikmah) Dalam hidup sering kali kita bertemu...

Jalur UM-Mandiri 2020, UIN SU: Kuota 1300 Camaba

Medan, Dinamika Online – UIN SU membuka kuota 1300 untuk calon mahasiswa baru (Camaba) tahun akademik 2020/2021. Hal tersebut berdasarkan pernyataan Yunni Salma, S.Ag.,...