Ilustrasi: www.dakwahtuna.com

Penulis: Maya Riski

Seiring rindu merangkak, aku mulai terlelap

Tapi simpang semalam yang kau injak mulai mengerak

Ditiup angin hasil bercumbu semalam

Aku mulai merangkak, terlelap

Terisak malu kembali ke situ

Tak ada tanda tubuhmu

Dalam kata yang berulang

Dalam makna yang terkenang

Sesederhana peluh dalam keluh

Sesederhana

Kelabu dalam sendu

Berulang

Namun tak kunjung pulang

Aku yang paling tahu

Tak ada sedikitpun peluang

Editor: Cut Syamsidar

 

 

1 KOMENTAR

Comments are closed.