Ketika Situasi Sulit Menyerang, Bertahan atau Mati sebagai Pilihan

(Foto/Netflix Asia)

  • Judul Film : ALive
  • Rating : 7/10
  • Genre : Action, Drama, Mystery, Trhiller, Horror
  • Sutradara : Cho Il-hyung
  • Penulis : Cho Il-hyung, Matt Naylor
  • Produser : Eugene Lee, Saemi Kim, Saerom Kim
  • Rilis : 24 Juni 2020
  • Negara : Korea Selatan
  • Durasi  : 98 Menit
  • Perusahaan Produksi : ZIP Cinema Perspective Pictures
  • Pemeran : Yoo Ah-in, Park Shin-hye, Lee Hyun-wook, Lee Chae-kyung
Penulis: Mekha Wahyuni

Film alive menceritakan tentang Kota Seoul yang terinfeksi oleh wabah virus misterius yang membuat banyak orang terinfeksi menjadi zombi, sehingga menyebabkan kota itu lepas kendali. Mereka tidak bisa melarikan diri karena, keadaan kota yang terisolasi dan mencari cara untuk menyelamatkan diri masing-masing.

Film alive merupakan film garapan Amerika Serikat berjudul “Alone” yang ditulis oleh Matt Naylor. Kemudian film ini diversikan kembali oleh Korea Selatan dengan jalan cerita yang sama tetapi judul berbeda.

Film ini diperankan oleh Joon Woo (Yoo Ah-in) dan Yoo Bin (Park Shin Hye). Film alive juga menggambarkan situasi yang sedang marak di dunia saat ini karena, kasus Covid-19 yang menyebabkan negara negara harus karantina wilayah dan mengisolasi warganya untuk tetap di rumah saja. Sama halnya dalam film alive, virus misterius kanibalisme yang menyebar dengan cepat hingga ke penjuru kota menyebabkan aksi ganas memakan dan termakan seperti zombi. Karena kasus inilah pemerintah membuat keputusan kepada warganya yang selamat untuk tetap berada di rumah sampai tim penyelamat datang.

Hal itu membuat Joon Woo dan Yoo bin terpaksa mengurung diri di apartemen mereka masing-masing yang berseberangan. Tidak ada data, tidak ada Wi-Fi, tidak ada SMS, tidak ada panggilan, Putus dari segalanya membuat mereka sulit untuk berkomunikasi mengabari dan mencari bantuan dengan sanak keluarga ataupun tim penyelamat. Karena situasi ini membuat Joon Woo nekat memanjat balkon pagar apartemennya untuk mencari sinyal dengan maksud menghubungi keluarganya. Dalam adegan ini aksi Joon Woo membuat penonton ikut merasakan uji nyali yang mana terlihat di lantai bawah apartemennya zombi zombi sudah berkumpul seolah memperebutkan makanan lezat jika Joon Woo meleset dan terjatuh.

Kehampaan dan menderita menyelimuti kehidupan mereka yang harus bertahan hidup berhari-hari di tengah ganasnya virus zombi yang melanda. Membuat mereka kehabisan stok pangan dan kesulitan mendapatkan air bersih untuk minum. Dalam adegan ini kemampuan mereka diuji besar-besaran yang mana harus berhemat, harus bertahan, bahkan harus menunggu tim penyelamat yang tidak tahu kapan akan datang. Sebab itulah Joon Woo depresi dan stress hingga ingin bunuh diri di apartemennya. Namun, aksinya berhasil dilerai dari kejauhan oleh Yoo Bin sehingga membuat Joon Woo kembali bersemangat untuk bertahan hidup.

Hari ke hari kondisi virus ini semakin buruk dan memperparah situasi mengakibatkan zombie-zombi semakin ganas juga kelaparan hingga hilang kendali menerobos masuk apartemen. Namun, belum ada juga tanda-tanda akan datangnya tim penyelamatan. Hal inilah yang membuat mereka bekerja sama untuk menghadapi situasi sulit ini dengan memutuskan untuk meninggalkan apartemen mereka keluar dan mencari tempat aman dari segerombolan zombi.

Tempat tersebut berada di lantai delapan, mereka selamat berkat bantuan dari seorang pak tua yang berada di lantai delapan. Siapa sangka niat baiknya yang tak terduga ternyata terselubung niat jahat, yang mana ia menjadi kan Joon Woo dan Yoo Bin sebagai umpan makanan untuk istri pak tua yang sudah kelaparan berhari-hari menjadi zombi. Seketika pak tua tersebut lengah dan membukakan pintu kurungan istri zombinya yang mengira bahwa Yoo Bin telah termakan. Namun, naas menimpanya zombi ganas tersebut meleset dan pada akhirnya memakan suaminya (pak tua) tersebut. Yoo Bin dan Joon Woo pun selamat tetapi, mereka merasa putus asa melihat kondisi ini membuat mereka mengambil tindakan ingin mengakhiri hidupnya, tak disangka mereka mendengar suara helikopter di atas apartemen dan memutuskan untuk bertahan hidup dan mencari bantuan.

Setelah itu mereka yang berada di lantai dealapan bergegas naik ke atap apartemen mencari bantuan tim penyelamat, melewati segerombolan lautan zombi yang kelaparan dengan alat pelindung seadanya tak gentar menyudutkan semangat mereka yang terus berjuang agar selamat dari virus ini.

Film ini sangat direkomendasikan untuk lis tontonanmu di masa pandemi Covid-19 ini, karena film ini begitu menantang dan seru bagi kamu yang sedang terisolasi di rumah saja karena dampak Covid-19. Pesan moral yang didapat dalam film ini jangan mengabaikan apapun perintah orang tua selagi dia menasihati dirimu. jangan mudah mempercayai orang yang tiba-tiba berbuat baik padamu. Terakhir, untuk bertahan juga memerlukan semangat serta dukungan dari orang terdekat maupun orang lain.

Editor: Nurul Liza Nasution

Latest articles

Beramal Baiklah Layaknya Seperti Lebah

Penulis : Khoiriah Syafitri “Teruslah berbuat kebaikan dan jangan pernah bosan. Sebab tidak ada balasan untuk kebaikan melainkan kebaikan itu juga bahkan kebaikan yang lebih...

Masih Bertahan dalam Bosan?

Penulis: Muhammad Tri Rahmat Diansa Beberapa bulan sudah terlewat dan kita masih dipisahkan oleh jarak, sebab pandemi yang seolah tak ingin mengakhiri. Rasa bosan, jenuh,...

Tingkatkan Generasi Qur’ani, JPRMI Adakan Tablig Akbar

Medan, Dinamika Online - Dalam rangka meningkatkan generasi qur’ani organisasi Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) mengadakan kajian tabligh akbar dengan mengusung tema...

It’s Okay: Perjalanan Mencari Jati Diri

Judul : It's Okay to Not Be Okay atau Psycho But It’s Okay Genre : Romansa-Drama Sutradara : Park Shin-woo Penulis : Jo...

Tatang Koswara: Sniper Kaliber Dunia

Judul buku : Satu Peluru Satu Musuh Jatuh: Tatang Koswara Sniper Kaliber Dunia Penulis : A. Winardi Penerbit : Penerbit Buku Kompas Tahun...