Kesabaran yang Tak Berujung

Foto: Gramedia

  • Judul : Ranah 3 Warna
  • Penulis : Ahmad Fuadi
  • Penerbit : Gramedia (Jakarta)
  • Tahun Terbit : 2011
  • Tebal Buku : 469 halaman.
  • ISBN : 978-979-22-4861-6

Penulis: Rizky Chairunnisyah

Takdir seorang insan merupakan hal yang telah ditetapkan oleh Allah sejak masih berada di dalam rahim seorang ibu. Setiap musibah pasti akan dititipkan Allah dalam diri seseorang dengan tujuan memperkuat keimanan meneguhkan kesabaran di dalam hatinya. “Man Shabara Zhafira” yang artinya siapa yang bersabar maka, ia akan beruntung.

Begitulah mantra yang selalu dipegang teguh tokoh Alif dalam novel ini. Selain keinginan Alif ke Benua Amerika, Alif juga berkeinginan kuliah di ITB dengan cita-citanya menjadi ahli teknologi seperti BJ. Habibie. Namun, niat Alif terpatah sebab Pondok Madani tempat Alif terakhir menimba ilmu tidak berwenang untuk mengeluarkan ijazah sehingga Alif tidak bisa mendaftar tanpa ijazah.

Atas dukungan orangtua, Alif mengikuti ujian setara demi mendapatkan ijazah dan lanjut ke perguruan tinggi melalui ujian UMPTKN. Alif lulus di Bandung dengan jurusan hubungan Internasional. Walaupun tidak sesuai dengan apa yang menjadi cita-citanya, Alif tetap melanjutkan pendidikannya.

Di tengah menjalankan pendidikan, Alif mendengar kabar ayahnya meninggal akibat sakit keras yang diderita. Sejak saat itu, Alif berusaha keras untuk tetap melanjutkan pendidikan serta memikirkan biaya yang harus dibutuhkan baik untuk Alif, ibu dan dua adiknya. Segalanya dilakukan Alif mulai dari berdagang ulos, mukenah yang merupakan milik ibu teman kuliahnya.

Sampai pada akhirnya Alif belajar menjadi seorang penulis berita dengan seorang guru yang telah sukses di bidang tulisan. Alif sukses melalui bakat tulisan yang diajarkan kepadanya sehingga membuat dia menjadi mahasiswa utusan pengenalan budaya Indonesia ke Benua Amerika.

Di sana Alif tinggal di rumah orangtua angkat saat menjadi mahasiswa utusan. Alif mengembangkan bakatnya dengan menjadi salah satu staf penyiar radio. Saat itu Alif juga bertemu seorang gadis yang merupakan mahasiswa utusan Indonesia sama seperti dirinya.

Perasaan yang dipendam Alif berubah menjadi kekecewaan saat Alif tahu bahwa gadis itu sudah bertunangan dengan teman dekatnya. Saat meninggalkan Benua Amerika dia berpesan kepada orangtua angkatnya untuk datang kembali menemui mereka lagi. Sampai akhirnya janji itu ditepati Alif dengan datang bersama istrinya.

Novel ini bagus untuk dibaca, karna mengandung genre edukasi, religi, dan roman yang dapat dijadikan sebagai tuntunan bahwa setiap impian atau tujuan dapat tercapai jika kita bersungguh-sungguh. Selain bersungguh-sungguh juga harus dibarengi dengan kesabaran. Lelahnya berjuang dan buah kesabaran juga digambarkan dalam novel ini. Selamat membaca.

Editor : Nurul Liza Nasution

Latest articles

Addin 311: Hikmah, Hadiah Terindah Dari Yang Maha Indah

“Hikmah adalah aset orang mukmin yang tercecer. Di mana pun ia menemukannya maka ialah yang paling berhak memilikinya.” (Hikmah) Dalam hidup sering kali kita bertemu...

Jalur UM-Mandiri 2020, UIN SU: Kuota 1300 Camaba

Medan, Dinamika Online – UIN SU membuka kuota 1300 untuk calon mahasiswa baru (Camaba) tahun akademik 2020/2021. Hal tersebut berdasarkan pernyataan Yunni Salma, S.Ag.,...

Gelar Seminar, Sema FSH: Kita Gali Ilmu Pengetahuan Terhadap Hukum

Medan, Dinamika Online - Senat Mahasiswa (Sema) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) mengadakan seminar daring bertajuk "Menggagas Penegakan Hukum Pidana di Indonesia pada Era...

FEBI Lahirkan Wisudawan Terbaik pada Wisuda ke-73

Medan, Dinamika Online - UIN Sumatera Utara mewisudakan sebanyak 649 wisudawan/ti pada sidang senat terbuka. Wisuda ke-73 yang berlangsung di Aula Utama Kampus II...

5 Tips Berani Bicara, Himatika Adakan Diskusi Online

Medan, Dinamika Online – Himpunan Mahasiswa Matematika (Himatika) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN SU adakan diskusi online dengan mengangkat tema “Berani Bicara, Tunjukkan Kualitas...