It’s Okay: Perjalanan Mencari Jati Diri

(Foto/IMDb)

  • Judul : It’s Okay to Not Be Okay atau Psycho But It’s Okay
  • Genre : Romansa-Drama
  • Sutradara : Park Shin-woo
  • Penulis : Jo Yong
  • Perancang : Studio Dragon
  • Bahasa : Korea
  • Tanggal Rilis : 20 Juni – 9 Agustus 2020
  • Jumlah Episode : 16

Peresensi : Anisa Rizwani

“Jika tidak bisa dihapus maka bisa ditimpa dengan sesuatu yang lebih baik”

Dahulu kala, jauh di tengah hutan ada tiga orang remaja yang hidup bersama karena jati diri mereka dirampas oleh penyihir bayangan. Adalah Moon Gang-tae anak lelaki bertopeng yang selalu menyunggingkan senyum palsu, ia menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk menjaga saudara kandungnya Moon Sang-tae, yang terjebak dalam kotak serta Ko Moon-young, gadis tong kosong yang nyaring. Ketiganya memulai perjalanan panjang untuk kembali menemukan siapa sebenarnya diri mereka.

Gang-tea yang diperankan oleh Kim Soo Hyun merupakan seorang perawat di bangsal psikiatri, ia selalu berusaha berempati kepada orang-orang di sekitarnya, walaupun kenyataannya ia sangat lelah untuk peduli kepada orang lain. Sejak kecil Gang-tea terus mendampingi sang kakak Sang-tae, yang berkebutuhan khusus, hingga ia merasa kekurangan perhatian dan kasih sayang bahkan dari ibunya sendiri. Akibatnya Gang-tea tumbuh menjadi pribadi yang sangat tertutup dan sulit menjalin hubungan dengan orang selain saudaranya.

Sang-tae (Oh Jung-se) sendiri punya trauma yang juga cukup pelik. Ia adalah saksi tunggal dari kasus pembunuhan yang menimpa ibu mereka. Alhasil Sang-tae menderita ketakutan yang tidak rasional terhadap kupu-kupu, yang menyebabkannya terus bermimpi buruk setiap musim gurgur. Sehingga mereka terus hidup berpindah-pindah agar melarikan diri dari kupu-kupu. Meski begitu Sang-tae adalah pribadi yang jujur dan apa ada nya, ia memiliki bakat melukis serta sangat menyukai cerita-cerita dongeng karya penulis Ko Moon-young yang diperankan oleh Seo Ye Ji.

Pertemuan awal ketiganya cukup dramatis, meski begitu di awal cerita ada animasi dongeng yang mengisahkan gadis kecil terkutuk yang terus diikuti seorang bocah lelaki, dengan narasi yang dibawakan langsung oleh Kim Soo Hyun dan Seo Ye Ji, penonton pun  dibuat bingung,  inikah sebenarnya awal pertemuan Gang-tea dan Ko Moon-young. Di setiap pembukaan episode, narasi dongeng juga terus dimasukkan sebagai refleksi dari realita kehidupan tokoh-tokoh cerita.

Seperti kebanyakan drama Korea lainnya, kisah ini masih mengangkat tema hubungan cinta . Yang menarik sosok Ko Moon-young menjadi pusat utama dalam drama ini. Karakternya cukup kuat sebagai seorang yang sukar ditebak, ia bisa begitu bersahabat, riang tertawa, namun juga bisa mendadak meledak, mengeluarkan amarah, atau menjadi dingin, tanpa mengerti betul apa yang sebenarnya ia rasakan. Konflik batin terjadi manakala Ko Moon-young yang hampir mirip psikopat jatuh cinta kepada Gang-tea yang memiliki trauma di masa lalu dan takut membuka diri untuk menghadapi hari depan. Meski begitu kisah dari pemain pendukung juga tak kalah mampu menghidupi drama ini.

Drakor yang terdiri dari 16 episode ini sangat tepat bagi penonton yang menggemari animasi dongeng, dan sinematografi artistik. Alur maju mundur dan latar yang tak terduga memberikan bumbu yang membuat drama ini begitu apik dilihat. Gaya busana dan penampilan Ko Moon-young yang memukau serta lagu pengiring tema yang pas mampu mengobrak-abrik emosi penonton. Selain itu roh psikologis juga sangat kental tersaji di setiap babak cerita, setiap adegan mengangkat sisi-sisi yang terus mengingatkan penonton akan pentingnya self-healing untuk menyembuhkan diri dari luka batin, sebab bagaimanapun semua orang punya masa lalu.

Setelah berhasil mengatasi traumanya, berkata  Sang-tae kepada Ko Moon-young saat mendapati lukisannya dicoret-coret dengan gambar kupu-kupu yang menakutkan, “Aku tidak akan menghapusnya, tapi menutupnya dengan gambar lain,” sama seperti kenangan buruk jika tidak bisa dihapus, maka bisa diganti dengan kenangan yang lebih baik. Diakhir cerita ketiga tokoh berhasil menemujukan jati diri mereka yang sesungguhnya yang jauh lebih baik dari masa lalu.

Editor : Rindiani

Latest articles

Pemilihan Pengurus Baru, PEMAPASID Adakan Musyawarah Besar

Medan, Dinamika Online – PEMAPASID (Persatuan Mahasiswa Kota Padang Sidempuan) telah mengadakan musyawarah besar dengan tema "Menciptakan Generasi Kader Pemapasid yang Memiliki Nilai Ukhuwah...

Cara Jitu Bangun Pagi

Penulis : Nurur Ramadhan Nasution Mayoritas orang memiliki harapan untuk bangun pada pagi hari, mulai dari kalangan pelajar yang masih duduk di bangku sekolah, mahasiswa,...

Bangun Potensi Buat Berita, Jurnalistik Syams Gelar Pelatihan

Medan, Dinamika Online – Guna membangun potensi dalam pembuatan berita, i Jurnalistik Syams MAN 1 Medan menggelar pelatihan dengan pembahasan “Membuat Berita”. Pelatihan ini...

Antisipasi Penyebaran COVID-19, Dema FIS Langsungkan Kegiatan Berbagi

Medan, Dinamika Online - Untuk menghindari penyebaran Covid-19, Dema Fakultas Ilmu Sosial (FIS) mengadakan kegiatan berbagi dengan tema "Katakan Tidak pada Corona". Kegiatan ini...

Langgar Prokes, Pemko Medan Tutup Sementara Tempat Usaha

Medan, Dinamika Online – Dilansir dari laman resmi Humas Pemko Medan, Pemerintah Kota Medan melalui Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) mengumumkan bahwa...