Foto : Dok. Dinamika

Judul               : Petir

Penulis             : Dee Lestari

Penerbit           : Bentang Pustaka

Tahun Terbit    : Cet. IV, 2016

Tebal Buku      : 295 halaman

ISBN               : 978-602-8811-73-6

“Dunia senantiasa tempat yang aman serta full hiburan. Selalu ada tingkah orang yang bisa kutertawakan dalam hati. Selalu ada sesuatu yang bisa kukomentari. Ayahku yang jarang ngomong dan Watti yang mulutnya tak bersumpal membentukku menjadi penonton bioskop. Cukup menonton. Dan, betapa aku nyaman di kursi gelapku. Akan tetapi, kursi itu berguncang hebat pada akhirnya. Ternyata hidup tidak membiarkan satu orang pun lolos untuk cuma jadi penonton. Semua harus mencicipi ombak.” (hlm. 33).

Petir adalah episode ketiga dari keenam serial Supernova setelah episode 1: Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh dan episode 2: Akar. Di episode ketiga ini Dewi Lestari yang akrab disapa Dee Lestari menghadirkan Elektra Wijaya sebagai tokoh penting. Dalam serial Supernova ini Dee menghadirkan 4 tokoh penting. Bodhi muncul di episode Akar, Elektra Wijaya di episode Petir, Zarah Amala di Partikel, dan Thomas Alfa Edison Sagala di Gelombang. (id.wikipedia.org).

Novel ini menceritakan kisah seorang gadis sebatang kara bernama Elektra yang berusaha menyambung hidup di Kota Bandung. Sejak ayahnya meninggal dunia, kakaknya menikah dan ikut suaminya ke Freeport. Sementara ia tingal sebatang kara di kediaman peninggalan ayahnya. Sarjana Ekonomi tidak membuatnya menjadi ekonom bahkan untuk kerja saja tidak ada yang sesuai ketertarikannya. Hasilnya, ia hanya memanfaatkan tabungannya yang tidak seberapa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Berawal dari perkenalannya dengan seorang yogini bernama Ibu Sati dan seorang entrepreneur muda urakan bernama Toni alias Mpret, hidup Elektra mulai terakselerasi. Dari anak kuper yang tidak punya motivasi, Elektra bertransformasi menjadi seorang pengusaha, dan akhirnya seorang penyembuh. Berkat kekuatan listrik yang bersatu dengan tubuhnya yang awalnya membawa bencana bagi banyak orang, ternyata membawa keberuntungan baginya yang akhirnya mampu menjungkirbalikkan kehidupannya.

Novel berjudul Petir mengelabui pembaca sehingga banyak yang menyangka bahwa novel ini bercerita tentang mistis dan horor. Hal ini didukung oleh sampul buku yang  berlatarkan gelap dan berlambang antahkarana atau rainbow bridge. Artinya melambangkan dua tingkatan pikiran, yakni sadar (conscious) dan suprasadar (superconscious). Padahal di dalamnya juga terdapat kiat-kiat menjaga kesehatan dengan latihan pernapasan dan yoga.

Dee Lestari menyajikan kata demi kata sefleksibel mungkin sehingga pembaca mampu menyelami alur cerita yang menyenangkan. Namun, ada beberapa paragraf dihiasi dengan kata-kata ilmiah yang mengandung unsur-unsur fisika dan kelistrikan yang tidak dijelaskan artinya sehingga menimbulkan kesan tidak penting dan berlalu begitu saja. Endingnya yang bersambung ke episode selanjutnya membuat pembaca yang sedang menikmati alur cerita mati penasaran akan kelanjutan ceritanya.

Buku fiksi ini sangat cocok untuk seorang  pemula yang ingin berkecimpung di dunia bisnis. Di novel ini, Elektra digambarkan sangat persis dengan manusia pada umumnya di kehidupan nyata sehingga tidak terkesan sebagai novel fiksi. Elektra yang mampu bangkit dari keterpurukannya menghipnotis para pembaca bahwa mereka pasti bisa menjadi sukses seperti Elektra. Semoga buku ini bisa menjadi panduan penggugah hati mereka yang ingin sukses di usia muda. Selamat membaca!

Peresensi : Diana Aliya

Editor       : Iin Prasetyo

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here