Tips Puasa bagi Penderita Sakit Mag

- Advertisement -

(Foto: Internet https://zywielab.com)

Penulis: Razkiatul Fitri Matondang

Istilah mag dalam ilmu kedokteran disebut dengan Dispepsia adalah rasa nyeri pada lambung. Sakit mag ialah salah satu penyakit pada pencernaan yang dapat disembuhkan. Namun, bila berlangsung terus-menerus tanpa adanya pengobatan dapat memengaruhi kualitas hidup penderita mag. Gejala pada pengidap mag antara lain mual, sering bersendawa, rasa panas pada perut bagian atas, kembung pada perut bagian atas, dan lain sebagainya. Penyebab dari penyakit ini cenderung berbeda-beda bagi setiap penderitanya.

- Advertisement -

Dikutip dari Sehatq.com, sakit mag terjadi karena adanya kadar asam lambung yang berlebih. Pasalnya asam lambung dapat memecah dinding lambung sehingga menyebabkan iritasi dan peradangan. Faktor risiko yang menyebabkan kenaikan asam lambung salah satunya ialah pola makan tidak teratur. Di bulan Ramadan ini, penderita mag cenderung merasa sakit pada perut mereka dikarenakan pola makan yang berubah dan tidak teratur. 

Dilansir dari Liputan6.com terdapat delapan tips puasa bagi penderita mag, yaitu sebagai berikut:

1. Jangan lewatkan makan sahur

Bagi penderita mag wajib hukumnya untuk makan sahur, karena saat berpuasa lambung akan mengalami kekosongan selama lebih kurang dari 14 jam. Makan sahur akan mencegah peningkatan asam lambung berlebih. Selain itu, sahur juga merupakan sumber energi untuk beraktivitas seharian.

2. Jangan menunda buka puasa

Tidak hanya penderita mag, siapapun yang berpuasa haruslah menyegerakan buka puasa sesuai dengan adab berbuka puasa yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wasallam. “Sesungguhnya hamba-hamba-Ku yang paling Kucintai ialah yang lebih menyegerakan berbuka puasa”. (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

“Senantiasa manusia berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan puasa”. (HR. Bukhari-Muslim).

Bagi penderita sakit mag awali berbuka puasa dengan minum air hangat, hindari mengonsumsi teh pekat, kopi, dan air dingin, karena minuman tersebut dapat merangsang lambung.

3. Makan secukupnya

Makan secukupnya ketika sahur dan berbuka puasa. Makan terlalu banyak dalam satu waktu dapat membuat lambung bekerja lebih keras. Maka, saat sahur dan berbuka, makanlah dengan perlahan dengan jumlah yang secukupnya. Jika kamu makan terlalu banyak, udara asam lambung akan menekan ke sisi-sisi lambung, sehinggga menyebabkan lambung tegang. Hal ini dapat menyebabkan nyeri perut, begah, dan mual saat berbuka puasa. Jadi, makanlah secukupnya agar lambung dapat bekerja dengan normal.

4. Makan dengan perlahan

Jangan sampai makan dengan terburu-buru dan sambil berbicara, hal ini dapat membuat banyak udara masuk ke saluran cerna dan memicu sakit mag. Maka dari itu, usahakan untuk bangun lebih pagi, agar bisa makan sahur dengan tenang dan perlahan. Makan saat berbuka pun harus diperhatikan, jangan sampai menghabiskan makanan dengan cepat.

5. Hindari makanan pemicu mag

Hindari menu sahur yang dapat merangsang lambung kamu seperti makanan pedas atau yang terlalu asam, makanan yang digoreng, serta yang menghasilkan gas seperti kol dan sajian bersantan. Untuk berbuka, kamu disarankan memilih makanan yang ringan dan manis seperti kurma. Begitu juga dengan minuman, jauhkan diri kamu dari minuman bersoda atau yang mengandung kafein.

6. Pilih menu makanan yang tepat

Pilihlah makanan seperti nasi dan oatmeal yang mengandung jenis karbohidrat untuk mengurangi munculnya keluhan mag. Selain itu, konsumsi buah yang tidak asam seperti apel, pisang, dan pir, serta daging rendah lemak seperti dada ayam dan ikan. Disarankan untuk memasak makanan dengan cara dipanggang, dikukus, atau direbus.

7. Jangan langsung tidur setelah makan

Tidur setelah makan saat sahur mungkin menjadi hal yang sangat sulit dihindari. Namun, kamu tidak boleh langsung tidur setelah makan, karena dapat memicu penyakit mag. Namun, jika rasa kantukmu tidak tertahankan, kamu bisa tidur dengan posisi setengah duduk. Jadi, posisi kepala dan bahu tetap lebih tinggi daripada perut.

8. Mengelola stress dan mengendalikan emosi

Mengelola stres dan mengendalikan emosi dengan cara yang baik. Caranya, beristirahatlah sejenak jika kamu lelah dan lakukan sejumlah teknik relaksasi, latihan pemanasan, atau yoga ketika kamu merasa stres. 

Editor: Anggia Nurulita

Share article

Latest articles