Menjelang Tahun Baru Imlek, Perajin Kue Bakul Banjir Pesanan

- Advertisement -

(Foto/Ilustrasi)

Penulis: Rafifa Luqyana Kesuma

Kue Keranjang (Bakul) disebut seperti itu karena wadah pembuatannya berbentuk keranjang. Kue yang terbuat dari tepung ketan gula pasir ini memiliki tekstur yang kenyal dan lengket.

- Advertisement -

Dilansir dari Kompas.com, kue keranjang dalam bahasa Mandarin disebut dengan Nian Gao atau dalam dialek Hokkian disebut dengan Ti Kwe. Ti Kwe ini memiliki arti sebagai kue manis yang sering disusun tinggi bertingkat dengan penyusunan dari bawah hingga atas semakin kecil. Memiliki arti sebagai peningkatan rejeki atau kemakmuran.

Menjelang Tahun Baru Imlek 2021, tempat pembuatan Kue Keranjang (Bakul) dibanjiri pelanggan. Salah satu tempat pembuatan kue bakul di Medan berada di Jalan Merbau, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan.

Menurut Yuan selaku Karyawan Gudang, setiap menjelang Imlek mereka menghasilkan 250 kilogram kue bakul perharinya. “Menjelang Imlek dalam satu hari kita buat 250 kilo,” ucapnya.

Proses pembuatan kue ini sendiri menghabiskan waktu sekitar 18 jam. “Proses nya digiling dulu sampai tepung sama gulanya halus lalu ditimbang dan dikukus, memakan waktu sekitar 18 jam,” jelas Yuan lagi.

Satu kotak kue bakul berisi satu kilogram dengan berat yang berbeda-beda. Jika 250 gram per kue, artinya ada empat kue dalam satu kotak. Ada juga yang seberat 500 gram per kue, bahkan ada ukuran terbesar yaitu dua kilogram. Kue Bakul ini dijual dengan harga 40.000 sampai 60.000 dan dipasarkan ke swalayan-swalayan di kota Medan.

Yuan juga mengatakan bahwa pada saat pandemi seperti ini, pesanan kue bakul mengalami penurunan, “Untuk permintaan menurun karena Covid-19, menurun sekitar 15%,” katanya.

Editor : Ayu Wulandari Hasibuan 

 

Share article

Latest articles