Menilik Sosok Kristen Gray, WNA yang Diduga Tidak Bayar Pajak

- Advertisement -

Petugas Imigrasi mengawal warga negara Amerika Serikat Saundra Michelle Alexander (kanan) yang merupakan rekan dari Kristen Antoinette Gray saat akan menuju ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Bali, Rabu (20/1/2021). (FotoANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

Penulis: Cut Syamsidar

- Advertisement -

Belakangan ini,Twitter dihebohkan oleh Warga Negara Asing (WNA), yaitu Kristen Gray wanita asal Amerika Serikat keturunan Afrika berkulit hitam yang pindah dan menetap di Indonesia tepatnya di Bali selama hampir satu tahun terakhir. Akun dengan username @kristentootie atau Kristen Gray menjadi viral dan trending pada Minggu (17/1).

WNA yang berjenis kelamin perempuan ini pindah ke Indonesia, karena ia kehilangan pekerjaannya di AS tahun 2019 silam, ia pindah bersama pacarnya yang juga perempuan. Awalnya mereka hanya menetap selama enam bulan saja. Namun, Pandemi Covid-19 yang menjajah Indonesia membuatnya tinggal di Bali selama hampir satu tahun belakangan.

Cuitannya di Twitter bagai membunuh dirinya sendiri dan menjadi polemik. Netizen menyoroti dampak yang ditimbulkan oleh kicauannya. Cuitannya juga dikaitkan dengan izin tinggal dan bekerja di Indonesia dan apakah gray membayar pajak kepada Pemerintah RI atau tidak? Tidak sedikit akun Twitter yang menautkan cuitan Kristen Gray itu dengan Ditjen Imigrasi.  berbagi cerita bagaimana hidupnya yang berubah drastis saat pindah ke Bali justru membuatnya dilaporkan ke Ditjen imigrasi dan sekarang Kristen sedang diusut oleh Kemenkum HAM.

Menurut cuitan Kristen Gray, banyak hal yang membuatnya dan sang pacar sangat nyaman dan senang tinggal di Bali, salah satu indikasinya adalah biaya hidup yang murah, seperti biaya sewa apartemen studio di amerika harganya bisa mencapai USD 1.300 atau sekitar Rp18.300.000 sedangkan, di Indonesia hanya seharga USD 400 atau sekitar Rp5.600.000. Lalu dia juga berkata bahwa di Bali orangnya ramah, LGBT diterima, hidup mewah, dan ada  komunitas berkulit hitam. Inilah alasan mengapa Kristen sangat merasa beruntung tinggal di Bali.

Parahnya, dalam cuitan terakhirnya Kristen mempromosikan ebook-nya yang berjudul “Our Bali Life Is Yours” di mana buku ini berisi tentang kiat-kiat agar bisa ke Indonesia di masa pandemi dan hidup enak tanpa membayar pajak, Kristen juga mengaku bahwa ia memiliki agen visa khusus dan memiliki trik cara bisa masuk Indonesia saat Covid-19. Padahal, saat ini RI sedang menutup pintu untuk WNA. Pun secara lansung ia mengajak banyak bule untuk  meraih mimpi sama sepertinya di Indonesia. Semua itu ia tuliskan dalam ebook yang dijualnya seharga USD 30 atau sekitar Rp400.000.

Dan benar saja, sejak cuitan itu diunggah, Kristen dilaporkan dengan kasus diduga tidak memebayar pajak selama tinggal di Indonesia. Tentu setelah itu juga ia banyak dihujat dan seluruh akun media sosialnya mengalami banyak pelaporan mulai dari YouTube, Instagram, Twitter, dan akun soal medianya yang lain. Jejak digital memang sangat kejam, hanya karena satu kali berargumen tidak sesuai, maka seluruh pengguna sosial media akan menjatuhkanmu sejatuh-jatuhnya. Jari juga lebih kejam dari mulut.

Editor : Nurul Liza Nasution

Share article

Latest articles