LPKN Beri Tip Menjadi Pemimpin di Era 5.0 

- Advertisement -

(Kamerawan/Hafiz Hasan Noor)

Dengan tema “Understanding Human Learning and The Art of Managing 4.0”, Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN) juga mengajak peserta mengetahui “Who is the 5.0 era leader?” secara daring via Zoom dan Youtube, Rabu (10/2).

- Advertisement -

Ryan Martian, S.P., M.M., selaku pemateri kedua membuka materinya dengan sebuah quotes dari Ronald Reagon tentang pemimpin yang mengatakan; seorang pemimpin hebat bukanlah dia yang bisa melakukan sesuatu yang hebat, tetapi dia yang bisa membuat orang sekitarnya melakukan hal hebat.

Menjadi pimpinan yang hebat, maka perlu memahami tantangan yang dihadapi. Ryan menyampaikan ada tiga tantangan yang harus dihadapi oleh pemimpin di era milenial. Pertama, Leadership di Era Digital. “Era berubah, manusia berganti, setiap generasi memiliki karakteristik yang berbeda. Era digital yang sekarang menyebabkan segala sesuatu lebih terbuka, informasi datang dengan mudah,” ucapnya.

Karena keterbukaan ini, orang menjadi lebih fleksibel, tidak suka bekerja terlalu lama, dan ingin serba cepat. Kedua, Revolusi Industri 5.0. Ketika, pada tantangan pertama manusia yang mengalami perubahan, maka pada poin kedua ini, teknologi yang mengalami perubahan, di mana tenaga dan pikiran manusia bisa digantikan dengan mesin dan artificial intelligence (AI)

Perubahan ini menyebabkan motif mencari pekerjaan adalah mencari tahu sejauh mana diri seseorang bisa memberikan makna terhadap lingkungannya. Tantangan terakhir adalah VUCA World.

Setelah menyampaikan ketiga tantangan, Ryan menyampaikan bagaimana menjadi pimpinan di era sekarang. “Dengan karakteristik manusia, perubahan teknologi, dan lingkungan. Maka, diperlukan perubahan cara memimpin,” tegasnya.

Pemimpin 5.0 adalah pemimpin yang memiliki dua hal, yaitu manage my head and manage by heart. Manage by head dapat dimunculkan dengan kemampuan planning, organizing, actuating, controlling, dan evaluating. Kelima hal ini, sudah diterapkan oleh pemimpin dari dulu hingga sekarang.

Kemudian, manage by heart yang mengubah kelima hal sebelumnya menjadi lebih terhubung dengan yang dipimpin. Pertama, seorang pemimpin tidak hanya bisa menyusun rencana (planning), tetapi bagaimana seorang pemimpin bisa menjadikan rencana yang disusun menjadi inspirasi bagi anggotanya sehingga anggota bisa memahami rencana tersebut.

Kedua, seorang pemimpin harus bisa memotivasi anggota agar mempunyai mimpi dan mampu bergerak menuju mimpinya selain hanya bisa membagi peran (controlling). Selanjutnya, pemimpin sekarang juga perlu banyak bertanya apa yang bisa diberikan untuk mencapai tujuan dari rencana yang telah ditetapkan. 

Terakhir, selain mengevaluasi (evaluating), diperlukan pemberian pendampingan, memberi arahan, dan mampu menjadikan anggota sebagai pemimpin masa depan. “Semua ini, yang harus dimiliki pemimpin di Era Revolusi Industri 5.0,” tutupnya.

Ananda Trick Yonata, salah satu peserta asal Bali cukup memberikan apresiasi terhadap webinar yang diadakan dan materi yang disampaikan. “Dari materi kedua, diketahui perkembangan yang semakin maju, saya dituntut untuk turut memiliki pola pikir yang maju,” katanya saat diwawancarai secara daring via Telegram.

“Begitupun dengan pemimpin yang juga harus bisa mengikuti perkembangan teknologi dan sumber daya manusia di Era Revolusi Industri 5.0 ini,” tutupnya.

Reporter : Hafiz Hasan Noor dan Afifah Lania Sihotang

Editor      : Nurul Liza Nasution

Share article

Latest articles