Kecanduan Bermain Game Online, Ini Kata Dokter

- Advertisement -

(Foto: Internet https://khadakazoom.wordpress.com)

Penulis: Laras Joefanny

dr. Ditha Ayu Yovani, M.K.M. yang bertugas di rumah sakit khusus paru, Dinas Kesehatan provinsi Sumatra Utara menjelaskan bahwa pada umumnya bermain game online ada efek positif dan negatifnya. “Pada umumnya bermain game online ada efek positif dan negatifnya. Namun, banyak dari remaja saat ini yang mengalami kecanduan bahkan lupa waktu tidur,” jelasnya.

- Advertisement -

Risky Andreansyah, salah satu pemain game online mengungkapkan bahwa sebelum pandemi ia bermain game online di saat libur saja. “Dahulu sebelum pandemi saya bermain game online hanya di hari libur dan hanya 2 s.d. 3 jam perhari. Namun ketika pandemi datang saya bermain game online perhari bisa menghabiskan waktu hingga 5 s.d. 7 jam dan tidak tidur,” ungkapnya.

Mendengar ungkapan Risky, dr. Ditha mengatakan bahwa hal itu sangat tidak baik. “Hal ini tentu sangat tidak baik untuk tubuh dan mental bagi remaja. Hindari bermain game online atau gadget paling lama 1 jam sebelum tidur. Bermain game online dengan menggunakan sistem 20-20-20, yaitu setiap menghabiskan waktu 20 menit bermain game, kita harus berhenti sejenak dan melihat ke sesuatu benda yang berjarak 20 meter selama 20 menit,” katanya.

dr. Ditha menegaskan kalau pengobatan pecandu game online dalam bentuk terapi mental terlebih dahulu. “Pengobatan pecandu game online lebih ke bentuk terapi mental terlebih dahulu sebelum menggunakan obat-obatan. Pecandu game online sebaiknya bisa merubah perilaku nya secara mandiri dengan niat dan tekad untuk membatasi waktu bermain game,” tegasnya.

dr. Ditha menjelaskan pada saat tidur seluruh organ tubuh kita akan melakukan regenerasi guna memperbaharui sel yang lama. Inilah alasan mengapa tubuh kita butuh tidur. Adapun dampak negatif bermain game online yaitu:

  1. Konsentrasi belajar menurun,
  2. Fungsi daya ingat terganggu,
  3. Kelainan respon otak,
  4. Memicu autisme serta halusinasi,
  5. Gangguan sirkulasi seperti rasa pusing yang biasa kita sebut dengan vertigo,
  6. Gangguan kesehatan mata,
  7. Insomnia,
  8. Kelainan berperilaku dan perubahan sikap diri serta sosial.

Editor : Dita Saharani

 

Share article

Latest articles