Foto : Dok. Panitia

Berbicara mengenai sejarah memang tak ada habisnya. Lewat sejarah, kita dapat memutar kembali beragam peristiwa. Peninggalan sejarah ini pun berbagai macam bentuknya, mulai dari benda-benda peninggalan sejarah berupa artefak hingga yang paling menyoroti ialah bangunan-bangunan bersejarah.

Di Kota Medan terdapat banyak bangunan bersejarah namun, masih belum dikelola sepenuhnya. Berangkat dari hal tersebut pada Maret lalu, sebuah komunitas peduli warisan budaya atau yang dikenal dengan Medan Heritage mencoba menghidupkan kembali situs bangunan bersejarah di Medan melalui program Thombstone Heritage Project.

Tombstone Heritage Project merupakan sebuah delegasi program berupa papan penunjuk wisata, dengan benefitnya untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi sejarah sebagai bagian edukasi dan informasi. Thombstone ini juga bertujuan untuk informasi awal bagi para turis yang berkunjung ke situs sejarah Medan.

Saat ini, Thombstone Heritage sudah berhasil diletakan atau ditanam di beberapa area situs bangunan bersejarah kota Medan antara lain, di bangunan Kantor Pos Medan, Tjong Yong Hian Gallery, dan di Masjid Al Osmani Medan Labuhan.

Dari ketiga thombstone yang telah dibuat, Dikko Affriadi selaku ketua program Thombstone Heritage mengutarakan harapannya agar bangunan-bangunan bersejarah bisa dipedulikan lagi. “Semoga berbagai pihak baik generasi muda, masyarakat umum, maupun pemerintah lebih peduli dengan bangunan-bangunan bersejarah yang ada karena, ini warisan yang tak ternilai dan harus kita jaga bersama,” imbaunya.

Reporter : Firda Adinda Syukri

Editor      : Iin Prasetyo