Stip dan Pensil: Pejuang Generasi, Takkan Gentar oleh Waktu

- Advertisement -

(Foto/IMDb)

  • Judul Film : Stip dan Pensil
  • Genre : Drama komedi bertema persahabatan
  • Sutradara : Ardy Octaviand
  • Penulis Naskah : Joko Anwar
  • Rilis : 19 April 2017
  • Durasi : 90 menit
  • Pemeran : Ernest Prakasa (Toni), Ardit Erwandha (Aghi), Tatjana Sapira (Bubu), Indah Permatasari (Saras).
  • Perusahaan Produksi : MD Pictures

Peresensi : Putri Ayu Dahniar Harahap

Tak habis jika menyinggung perfilman di Indonesia, MD Pictures yang diproduksi Manoj Punjabi kembali menghadirkan film terbaru dengan genre komedi yang cerdas, menyinggung masalah-masalah pendidikan dan kesenjangan sosial di Indonesia, dengan penulis naskah Joko Anwar yang siap menggelitik penontonnya lewat kalimat-kalimat cerdas.

- Advertisement -

Film ini bercerita tentang empat orang sahabat yaitu Toni, Aghi, Bubu dan Saras. Keempat sahabat ini mengikuti lomba membuat sebuah essay mengenai permasalahan sosial, dari sinilah masalahnya di mulai. Melalui pendekatan kehidupan masyarakat di lingkungan kumuh, mereka bertemu dengan salah seorang anak jalanan yang hendak mengamen dan memaksa meminta uang, setibanya mereka bertemu kembali dengan Ucok si anak jalanan, yang tinggal di kolong jembatan bersama keluarganya.

Mengikuti lomba essay mengenai masalah sosial mereka terpikir untuk membangun sebuah sekolah di lingkungan rumah kumuh untuk anak jalanan, bukan masalah uang yang mereka pikirkan, miris sekali mereka dihadapkan dengan sulitnya membangun kemauan minat para anak jalanan tersebut untuk bersekolah, pengemis jalanan lebih suka mengamen dan mendapatkan uang untuk makan, sulit untuk menggerakkan hati anak tersebut.

Terkadang mereka merasa iba akan ketidaktahuan para generasi yang tidak bisa membaca, yang terlintas dipikiran mereka hanya ngamen lalu dapat uang. Lalu Ucok dan kawan-kawannya berjanji akan sekolah tetapi dengan syarat mereka harus dibayar agar tidak mengamen, hingga pada suatu saat mereka dikejutkan dengan penggusuran rumah kumuh yang direncanakan oleh pemerintah.

Pada awal pendirian sekolah, mereka sedikit demi sedikit mulai kehilangan semangat, namun dengan melihat anak jalanan yang tak bisa membaca mereka tak patah semangat. Saat penggusuran lahan tiba, tragedi ini disajikan menghibur saat bentrokan antara warga yang ramai seperti para ibu-ibu membawa sapu, kayu, panci, yang mereka lemparkan ke petugas Satpol PP yang menjalankan tugas. Adegan Arie Kriting yang meronta-ronta mengusir para penggusur, terbayang dengan dialog cerdas yang membuat kita berpikir tentang nasib warga yang sering sekali digusur di lahan kumuh. Hingga akhirnya keempat sahabat ini tidak memenangkan lomba Essay Nasional, dan pemukiman rumah kumuh tersebut diganti menjadi rumah susun yang layak pakai, warga menyisihkan bagian ruangan untuk mereka bisa mengajar para anak jalanan bersekolah kembali.

Film Stip dan Pensil bergenre komedi mempunyai makna mendalam, humor yang disampaikan tidak garing, sangat menyinggung pendidikan permasalah sosial, dikemas rapi dan apik. Kesan naturalnya sangat terlihat dari beberapa scene. Layak untuk ditonton oleh semua kalangan mulai anak-anak hingga orang tua. Rekomendasi sekali buat kamu yang suka film komedi.

Editor: Ayu Wulandari Hasibuan

Share article

Latest articles