Cinta Dibalik Ka’bah /1/

(Ilustrator/Tumbularani)

Penulis : Miftahul Zannah

Yogyakarta adalah kota kelahiran serta tempat tinggal seorang gadis yang bernama Rara Amiratunnisa. Kota yang penuh dengan keramah tamahan penduduknya serta pemilik cindera mata yang begitu menggiurkan mata ingin memilikinya.  Rara merupakan anak tunggal dari sepasang suami istri, tetapi siapa sangka Rara sekarang tinggal dengan ibunya. Tapat lima tahun silam ayahnya meninggal dunia dikarenakan sakit jantung.

Sekarang Rara sudah bekerja di salah satu butik muslimah di Yogyakarta. Ia menjalankan bisnisnya dengan adanya kerja sama dengan ibunya. Sampai akhirnya bisnisnya tersebut menjadi sukses, dan bisa memberangkatkan ibunya ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji.

Seiring berjalannya waktu ia terkadang bosan dan butuh refresing. Dan ia memutuskan untuk berangkat umrah, munggkin dengan memutuskan untuk ke tanah suci hatinya bisa lebih tenang.

Tin…tin…tin suara klakson mobil sudah berbunyi dari tadi. Rara pun langsung bergegas keluar. Ya, hari ini Rara akan melaksanakan umrah, seperti yang sudah ia rencanakan sebelumnya. Tidak berapa lama kemudian Rara dan jemaah yang lain dipanggil untuk menaiki pesawat.

Sesampainya ditempat tujuan Rara pergi ke tempat penginapan, yang telah disediakan. Kemudian Rara dan jamaah  beristirahat agar besok melaksanakan tawafnya dalam keadaan baik baik saja.

Keesokan harinya Mereka berkumpul dan di arahkan menuju Ka’bah yang mana seluruh umat Muslim pasti menginginkan berada di sini. Rara sangat bersyukur bahwa Allah telah menggerakkan hatinya untuk datang kesini. Beribu umat manusia dari berbagai belahan dunia. Setelah adanya pengarahan Rara dan jemaah lainnya mengelilingi Ka’bah sambil mengucapkan “Labbaikallah humma labbaik labbaikala sari kala kala baik innal hamda manikmah walmulka syarikala” bacaan itu yang selalu diucapkan Rara di setiap mengelilingi Ka’bah tersebut. Tak terasa tiba-tiba air matanya menetes terus menerus. Ia tak menyangka bisa berada di rumah Allah. Tiba-tiba kaki Rara lemas dan terasa kaku dan gubrakkk… Rara terjatuh. Selang beberapa waktu, Rara terbangun dan sudah ada di rumah sakit Dan melihat seorang laki-laki di sana, Rara  kaget karena sebelumnya ia belum pernah melihat laki-laki itu.

Laki-laki itu tersenyum tipis kepada Rara dan menjelaskan apa yang terjadi dengannya. Tanpa basa-basi lagi laki-laki itu menceritakan kronologi kajadian karena melihat Rara yang kelihatan bingung.

Assalamualaikum, nama saya Muhammad Ali ar rasyid kamu bisa panggil Ali. saya  orang  Indonesia, tetapi pindah di Makkah dan bekerja sebagai pengajar di Masjidil Haram”

Waalaikumussalam, sa..saya Rara” jawabnya dengan terbata-bata.

“Kamu siapa? Mengapa saya ada di sini? Apa yang terjadi dengan saya?” tanya Rara pada Ali, yang membuat Rara tambah bingung.

“Tadi setelah selesai tawaf, kamu pingsan. Lalu saya liat kamu di angkat oleh para jemaah. Kebetulan pekerjaan sampingan saya adalah penjaga di situ. Lalu saya liat para jemaah kelelahan. Dan akhirnya saya yang membawa kamu dan menjaga kamu di sini” jelas Ali.

“Terima kasih ya Ali kamu sudah mengantarkan saya ke sini. Mungkin kalau tidak ada kamu tidak tahu apa yang akan terjadi” ucap Rara pada Ali.

“Iya sama-sama itu sudah kewajiban saya untuk menolong sesama muslim” jawab Ali.

Rara dan Ali pun saling berbincang bincang dan saling mengenal satu sama lain.

Bersambung….

Editor : Rindiani