Cinta di Balik Ka’bah /3/

(Ilustrator/Tumbularani)

Penulis : Miftahul Zannah

Dua tahun berlalu, Rara masih sibuk dengan pekerjaannya, sedangkan orang tuanya tidak sabar untuk menggendong cucu.

Sudah berapa kali Rara di pertemukan dengan pilihan orang tuanya, tetapi alhasil Rara tetap saja menolak. Sampai ada pertengkaran antara anak dan ibu.

“Sampai kapan kamu seperti ini Rara, coba lihat ibu sudah mulai menua, ibu ingin sekali menggendong cucu, dan melihat kamu bahagia Ra,” kata ibunya Rara.

“Sabar ya bu, ada saatnya kok. Jodoh sudah ada yang mengatur nanti akan datang sendiri sih bu.” kata Rara menenangkan ibunya.

“Bener-bener kamu ya Ra, ibu juga ingin liat kamu bahagia, sudah banyak lelaki ke rumah ini, tapi apa? kamu tolak mereka. mau dikemanakan harga diri kita Ra. Jangan-jangan mereka menyumpahi kamu lagi supaya kamu tidak dapat jodoh.” ucap ibu dramatis.

“Lo… kok ibu jadi suuzon gitu sih. Kalau benar mereka menyumpahi Rara kayak gitu berarti mereka bukan dari keluarga baik dong. Ibu tenang aja, untuk saat ini Rara bahagia kok dengan pekerjaan Rara yang sekarang. Kalau soal pendamping Rara… ah sudah tidak usah bahas itu lagi,”

“Terserah kamu aja deh, yang penting kamu dikemudian hari gak nyesal.” pesan ibu Rara.

Kemudian Rara keluar rumah, Rara akan menenangkan dirinya di tempat yang aman dan damai. Rara duduk di sebuah taman dekat danau. Dalam lamunannya Rara teringat dengan Ali, apakah Ali masih ingat denganku atau sudah menikah di sana,? apa yang harus saya lakukan akankah bisa bertemu dengannya kembali.? Tiba-tiba air mata Rara mengalir dengan derasnya.

Tidak terasa hari mulai gelap, akhirnya Rara memutuskan niat untuk pulang ke rumah. Ya, walaupun Rara akan mendengarkan tentang jodoh dan jodoh di rumah.

Keesokan harinya Rara akan berangkat bekerja, dengan menggunakan mobil pribadinya, pasti dong Rara menyetir sendiri. Karena Rara tidak mau dikatain anak manja. Tiba di lampu merah yang sangat macet, tanpa sengaja Rara melihat ada sosok lelaki yang ia kenal.

“Ya.. Itu kan Ali, tapi mengapa Ali menggandeng perempuan bercadar. Apakah itu istrinya?” Kuurungkan niatku untuk turun dari mobil. Lampu merah berganti lampu hijau, banyak sekali suara klakson yang ada di belakangku

Kemudian Rara pun melaju sambil memikirkan apa yang dilihatnya di lampu merah tadi. Iya, membayangkan jika benar itu Ali dan istrinya.

Dan cittt.. Astagfirullah hampir saja Rara menabrak seorang anak kecil, Rara pun keluar dari mobil dan melihat anak kecil tersebut ketakutan. Rara pun meminta maaf kepada anak kecil tersebut. Kemudian Rara melanjutkan perjalanannya hingga sampai di butik. Rara masih saja memikirkan yang dilihatnya tadi.

Bersambung….

Editor : Rindiani