Catatan Juang: Inspirasi dari Buku Harian

(Foto/Media Kita)

  • Judul : Catatan Juang
  • Penulis : Fiersa Basari
  • Penerbit : Mediakita
  • Tahun Terbit : 2017
  • Halaman : 303
  • ISBN : 978-979-794-549-7

“Peresensi: Audry Uyuni

Seseorang yang akan menemani setiap langkahmu dengan satu kebaikan kecil setiap harinya. Tertanda, Juang”. (Hal : 7)

Meski kita sudah hidup di era banjir informasi dan mesti melek teknologi dengan melupakan segala energi dan rutinitas keseharian, namun pada beberapa orang masih dijumpai melampiaskan itu semua pada buku harian. Merujuk pengertian pada KBBI, diartikan sebagai buku tulis yang berisi catatan tentang kegiatan yang harus dilakukan dan kejadian yang dialami setiap hari. Hal itu pula yang dikisahkan Fiersa dalam bukunya bertajuk ‘Catatan Juang’.

Kasuarina atau yang akrab disapa Suar, merupakan tokoh utama dalam buku ini, seorang perempuan yang memiliki impian menjadi sineas namun terjerembab dalam pekerjaan yang bahkan tak pernah disangka olehnya yaitu menjadi marketing asuransi pada sebuah bank. Ia harus mengubur dalam-dalam impiannya tersebut, lantaran tuntutan ekonomi atas pengobatan ayahnya yang sakit-sakitan di kampung.

Di suatu perjalanan pulang, Suar mendapati buku catatan bersampul merah yang terjatuh saat dirinya dalam angkutan umum. Maksud hati ingin mengembalikan ke pemilik buku dengan membaca lembaran demi lembaran, namun ia tak kunjung menemukan kontak Juang, yang terjadi adalah ia hanyut dalam catatan buku setebal 303 halaman itu, dan mengembalikan kepercayaan dirinya untuk menjadi seorang sineas.

Bersama kedua rekan sejawatnya, Fajar dan Eli mereka saling bersinergi menciptakan film dokumenter tentang pembangunan pabrik semen di kampungnya yang merusak ekosistem sekitar, dengan hajat mereka bertiga untuk menggarap film itu sebagai ajang keikutsertaan dalam perlombaan festival film. Namun apa mau dikata, kalau ternyata Tuhan berkendak lain, dewi fortuna belum berpihak ke mereka, boro-boro menyabet gelar juara, harapan saja pun tak didapat. Lagi dan lagi, tiap kali ia dalam kebuntutan hidup, Suar kembali membaca buku yang dianggap obat kuat baginya, ia sangat terinspirasi dari sana.

Langkahnya tak henti sampai di situ, Suar dan kawan-kawan mencoba mengunggah film mereka ke media sosial, ternyata dugaan tak meleset dari sasaran. Belum genap seminggu berlalu, film itu sudah ditonton ratusan ribu orang. Bombastis. Pro dan kontra bermunculan atas unggahan tersebut, ada yang mengelu-elukan ada pula yang mem-bully.

Singkat cerita, memang setiap kisah menemukan ujungnya. Akhirnya Suar dapat mengembalikkan buku tersebut. Berawal dari pertemuannya dengan Duse, sang pujaan hatinya yang ternyata adalah sahabat Juang sendiri. Buku catatan Juang ini seperti paket motivasi komplit, memuat tentang kisah lingkungan, sosial, politik, cinta, keluarga dikemas sedemikian rupa dengan bahasa yang sederhana, halus, serta tidak menggurui. Namun, sebagus apapun narasi motivasi, tetap saja itu sumbernya dari diri sendiri. Kalau orang lain yang menyalakan api motivasi tersebut, barangkali nyalanya akan sementara. Selamat Membaca!

Editor: Ayu Wulandari Hasibuan