images

 

Judul Buku                : Terima Kasih Ayah

Penulis                        : @terimakasihayah

Tahun                         : 2014

Penerbit                      : Wahyu Qolbu

Isi                                : xxiv + 252 halaman

 

 

AYAH

Rinto Harahap

Di mana… akan kucari

Aku menangis, seorang diri

Hatiku, slalu ingin bertemu

Untukmu, aku bernyanyi

Untuk ayah tercinta

Aku ingin bernyanyi

Walau air mata di pipiku

Ayah dengarkanlah

Aku ingin berjumpa

Walau hanya dalam mimpi

 

Siapa lagi yang tidak mengenal lagu di atas? Lagu ini cukup popular dan siapapun yang mendengar akan terharu jika meresapi maknanya. Bait lagu di atas rasanya sangat ingin disamapaikan para penulis dalam buku “Terima Kasih Ayah”. Buku ini berisi kumpulan cerpen, kumpulan renungan, dan kumpulan quotes yang semuanya menggambarkan kemuliaan seorang ayah.

Buku yang dikemas dari berbagai indivudu ini berawal dari akun twitter @TerimakasihAyah. Pengorbanan dan perjuangan seorang ayah digambarkan cukup jelas dalam buku ini. Begitu pula kisah-kisah nyata yang ditulis oleh para followernya sangat layak untuk di baca sebagai renungan kita, mengapa ayah tak banyak bicara? Kenapa seoang ayah seringkali sibuk bekerja? Kenapa seorang ayah jarang sekali mengungkapkan sayang lewat kata? Keseluruhannya akan diterima saat kita memahami beban dan tanggung jawab yang dipikul oleh seorang ayah.

Selama ini, kita seringkali lebih dekat kepada ibu. Namun, sosok seorang ayah tidak akan pernah tergantikan. Seorang anak perempuan selalu mengidamkan pasangan yang memiliki sifat seperti ayahnya. Pun anak laki-laki sebaliknya, kelak ia akan bermimpi bahwa saat dewasa ia akan sekeren sang ayah.

Ayah…, pinjamkan padaku hatimu. Agar aku belajar bagaimana engkau menghadapi masalah tanpa mengeluh sedikit pun. Pinjamkan untukku hatimu. Agar aku ikut merasakan, atas resah yang sering kau ceritakan dalam diam. Pinjamilah aku hatimu. Agar aku paham bagaimana rasanya berteduhkan panas, bermandikan hujan. Dan, pinjami aku hatimu, ayah. Agar aku belajar tentang pengorbanan, air mata, dan doa. (Prolog, h. 9). Begitulah sosok seorang ayah yang selama ini hanya diam. Selama ini, yang kita pikir ayah hanya memikirkan dirinya tanpa ingin tahu keadaan kita. Namun, seorang ayah itu juga salah satu malaikat dalam hidup, sebab di setiap harinya dia selalu memikirkan kita, menanyakan kita lewat ibu, dan rela pontang-panting untuk menafkahi keluarga.

Bagi kamu yang ingin mengenal sosok yang bernama ayah, aku merekomendasikan buku ini untuk kamu baca. Masukkan buku ini dalam list buku bacaanmu. Temukan kasih sayang ayah yang selama ini hanya tersirat. Datanglah pada ayah dan katakana terima kasih, ayah.

 

 

 

Ia adalah orang yang mencintai kita dalam diam,

Ia adalah orang yang tak pandai menangis ketika bersedih,

Ia juga orang yang selalu mengerti akan hati pada saat yang lain tak bisa memahami…

Terima Kasih, Ayah…

-Red. Terima Kasih Ayah-

Peresensi: Ika Rahmadani Lubis