Akulah Kakak dan Adik untuk Diriku Sendiri /1/

Ilustrator: Putri Ayu Dahniar

Penulis : Sri Julia Ningsih

Kita semua pasti punya mimpi. Begitu juga denganku. Aku mempunyai satu khayalan, satu mimpi, satu keinginan yang tak mungkin terwujud dan mustahil itu terjadi. Apa itu? Aku ingin mempunyai seorang kakak, entah itu laki-laki atau perempuan. Tapi itu tak mungkin terjadi dalam hidupku karena, aku adalah anak semata wayang, sudah garis Allah aku tak punya saudara kandung.

Anak tunggal laksana batu karang yang yang harus tegar kokoh berdiri senidiri walau di terjang ombak dan badai. Anak tunggal harus mampu membela dirinya sendiri, itulah yang aku alami sejak aku di lahirkan sampai sekarang. Allah, aku sendirian. Akulah kakak dan adik untuk diriku sendiri.

Ketika heningnya malam, aku kembali hanyut dalam sebuah perasaan yang entah bagaimana kacaunya. Selalu saja ada angin malam yang mengabarkan kepadaku tentang sebuah pengharapan. Harapan yang sudah jelas-jelas aku tak bisa untuk menggapainya. Seharusnya berharap saja pun, aku tak boleh untuk masalah kali ini tapi, mengapa aku tak bisa membuang jauh-jauh harapan mustahil ini. Harapan orang bodoh, amat sangat bodoh.

Terlahir menjadi anak tunggal, bukanlah keinginanku. Jika sebelum lahir aku boleh memilih, mungkin aku akan memilih untuk menjadi anak kedua saja, menjadi adik bagi kakakku tapi,  sayang itu tak mungkin dapat aku lakukan. Pinta macam apa itu? Bukan aku tak mensyukuri yang sudah Allah takdirkan. Tapi tak bisa ku pungkiri, aku lemah jika membahas soal ini. Kisah lama yang sudah aku hadapi dari lahir hingga remaja ku saat ini.

Hari ini, aku berada dalam sebuah persimpangan, yang sulit aku menentukan ke arah mana aku mesti berjalan, dan semakin lama semakin aku bingung. Di satu sisi, ada yang mendorongku ke arah sana, sementara yang lain memanggilku ke arah lain. Di dalam kebingungan yang mendalam, aku semakin sulit untuk menentukan ke arah mana aku harus berjalan.

Kutanya batu, mereka diam. Kutanya bulan, dia hanya tertawa. Kutanya matahari, aku malah terbakar karenanya. Terlahir menjadi anak tunggal membuatku tak biasa mendapatkan masalah tapi, terlahir menjadi anak tunggal membuatku harus mampu menghadapi masalah walaupun hanya sekecil biji sawi. Ya, aku menghadapinya sendirian.

Sendirian …

Aku berada dalam kerumunan orang yang amat sangat banyak, tapi aku merasa sepi, sepi di tengah keramaian. Aku ingin berteriak “AKU MEMBENCI TEMPAT INI, AKU BENCI” tapi aku tak sanggup menampakkan apa yang ku rasa. Menahan itu perih, namun menjelaskan jauh lebih sakit bagi ku.

Hujan membasahi bumi, langit mulai tak mampu menampung beban, sama seperti hatiku, aku hanya menyimpan nya dalam diam walau sebenarnya ramai disana, aku bersama teman ku, tapi kenyataan nya, aku sulit menjelaskan apa yang aku rasakan. Terimakasih langit, berkat mu aku mampu menutupi segala kesedihan lewat rintihan air yang memercikkan bumi pertiwi, terimakasih kau telah menurunkan hujan mengalir bersamaan dengan air mataku.

Saatnya aku menari di bawah rintihan hujan, di tempat yang sama. Aku tak perduli dengan siapa pun, aku ingin bercengkrama dengan hujan yang sudah menyelamatkanku dari kepingan hati yang hampir hancur, dari perasaan yang melebur entah bagaimana, semoga hujan mampu menetralkan perasaanku.

Namun ketika aku menari di bawah rintihan air hujan, aku melihat abang yang membuka jaket hitam nya kemudian mengangkat kedua tangan tepat di atas kepala seorang remaja cantik seumuranku, dan di ikuti dengan lari-lari kecil untuk menutupi agar adik kesayangan nya jangan sampai kedinginan apalagi basah seperti ku, seperti anak kurang bahagia saja mungkin fikirnya.

(Bersambung ke bagian 2 yang terbit pada 24 April)

Editor : Nurul Liza Nasution

Latest articles

Jalur UM-Mandiri 2020, UIN SU: Kuota 1300 Camaba

Medan, Dinamika Online – UIN SU membuka kuota 1300 untuk calon mahasiswa baru (Camaba) tahun akademik 2020/2021. Hal tersebut berdasarkan pernyataan Yunni Salma, S.Ag.,...

Gelar Seminar, Sema FSH: Kita Gali Ilmu Pengetahuan Terhadap Hukum

Medan, Dinamika Online - Senat Mahasiswa (Sema) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) mengadakan seminar daring bertajuk "Menggagas Penegakan Hukum Pidana di Indonesia pada Era...

FEBI Lahirkan Wisudawan Terbaik pada Wisuda ke-73

Medan, Dinamika Online - UIN Sumatera Utara mewisudakan sebanyak 649 wisudawan/ti pada sidang senat terbuka. Wisuda ke-73 yang berlangsung di Aula Utama Kampus II...

5 Tips Berani Bicara, Himatika Adakan Diskusi Online

Medan, Dinamika Online – Himpunan Mahasiswa Matematika (Himatika) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN SU adakan diskusi online dengan mengangkat tema “Berani Bicara, Tunjukkan Kualitas...

UIN SU Wisudakan 649 Mahasiswa

Medan, Dinamika Online - UIN SU mewisudakan sebanyak 649 mahasiswa pada sidang senat terbuka Wisuda ke-73. Prosesi ini berlangsung di Aula Utama Kampus II...