Aku Ingin Punya Teman /1/

(Ilustrator: Putry Ayu Dahniar)

Penulis: Yaumi Sa’idah

Jam sudah menunjukkan pukul 7 pas, gerbang sekolah yang sebentar lagi akan ditutup membuat langkah kaki seorang gadis berusia 15 tahun itu semakin tergesa-gesa dengan tongkat penopang badannya, diiringi deru nafas yang tak beraturan. Hampir saja ia terjatuh karena tersandung oleh batu kecil yang  berada di depannya.

Hasina mutiara putri, merupakan nama lengkap dari Sina, gadis yang sekarang tengah duduk di kelas X SMA. Kehidupan sehari-hari Sina terbilang kurang menyenangkan dibandingkan dengan anak-anak lainnya. Kondisi fisik yang menjadi bahan ejekan, membuatnya tidak memiliki teman. “ Si kaki pendek” itulah nama yang sering terucap dari anak-anak kelas X di kelasnya.

Seperti biasa, keadaan kelas yang ricuh saat itu tidak membuat Sina merasa terganggu. Ia merasa kesepian. Duduk di bangku depan kelas sambil memandangi anak-anak lain bersenda gurau, tertawa lepas, hal favorit yang bisa dilakukan tapi tidak bisa dirasakannya.

“Hei, kaki pendek, udah siap tugas fisika? Bagi- bagi kalau kamu tahu, jangan diam-diam aja, kami akan jadi teman kamu, ayolah,” teriak Bobi, seorang anak laki-laki yang sering mengejek Sina.

Mendengar kata “teman” Sina langsung bergegas masuk ke kelas dan mengambil buku fisika. “Ini ambillah, sekarang kamu temanku Bobi, terima kasih”.

“Ya, ya sudahlah akan kukembalikan nanti”

Benar saja untuk sesaat Bobi bertingkah seperti ia adalah teman terbaik Sina. Sina pun merasa sangat senang, ada yang ingin menjadi temannya. Sekarang ia tidak sendirian. Sina memang terkenal sebagai siswa yang berprestasi di bidang akademik. Begitu istirahat tiba, Bobi mengumumkan bahwa ia akan mengadakan pesta ulang tahun besar-besaran di rumahnya. Tentu, momen-momen ini yang sangat ditunggu siswa-siswa lainnya. Saat pembagian kartu undangan, seluruh teman sekelasnya mendapat secarik kertas tersebut kecuali Sina. “Mengapa kau tak mengundangku?” tanya Sina.

“Mengapa aku harus berteman dengan orang yang cacat fisik sepertimu?” ejek Bobi dengan nada sombong.

“Kaki pendek seperti mu ternyata masih bisa berharap mendapatkan undangan ulang tahun ya? Sangat tidak tahu malu,” sambung Cira dengan nada sombong.

Satu kelas lantas dengan ributnya menertawakan Sina, Sina hanya bisa terdiam tanpa mengatakan apapun karena sebenarnya ia hanya dimanfaatkan saja. Mereka menganggap Sina seorang teman hanya karena mereka butuh.

Setelah mata pelajaran sekolah usai, Sina pulang disertai awan mendung yang sangat sesuai mendeskripsi perasaan Sina saat ini. Saat sampai di rumah, keadaan yang sepi melengkapi kesendirian Sina, disuguhkan perlengkapan yang memadai tanpa sosok orang tua yang tidak bisa memberikan waktu yang sudah merupakan hak seorang anak, rasanya sangatlah hambar. Sina hampir tidak bisa lagi meneteskan air mata karena sudah terlalu sering berdiam diri lalu menangis mengetahui betapa sepinya hidupnya.

“Bi, mama mana?”

“Nyonya sedang pergi keluar kota Sina, sini bibi bantu ke kamar”

“Apa yang salah denganku Bi? Hanya karena kaki ku cacat sebelah lantas tidak ada yang bisa berteman denganku, bahkan Sania juga pergi, apakah kaki pendekku ini kutukan?”

“Sania tidak pergi. Dia akan kembali”

“Kembali saat aku sudah tiada ya Bi?”

“Lihat saja nanti, dia tidak akan membiarkanmu kesepian”

“Itu sudah terjadi, Bi,” gumamku di dalam hati.

***

Saat malam tiba, ayunan belakang rumah menjadi tempat kesukaan untuk berbincangku bersama bintang-bintang yang kuanggap sebagai temanku.

“Apakah aku terlalu buruk untuk mendapatkan seorang teman? Hanya satu orang teman saja, aku ingin satu saja sudah cukup. Kalian mengerti yang aku rasakan bukan,” ujar Sina seakan-akan para bintang di langit akan menjawab pertanyaan-pertanyaannya.

“Ih apa tidak dingin duduk di ayunan itu selama satu jam?”

Bersambung ke bagian II pada Sabtu (15/8).

Editor: Ayu Wulandari Hasibuan

Latest articles

Beramal Baiklah Layaknya Seperti Lebah

Penulis : Khoiriah Syafitri “Teruslah berbuat kebaikan dan jangan pernah bosan. Sebab tidak ada balasan untuk kebaikan melainkan kebaikan itu juga bahkan kebaikan yang lebih...

Masih Bertahan dalam Bosan?

Penulis: Muhammad Tri Rahmat Diansa Beberapa bulan sudah terlewat dan kita masih dipisahkan oleh jarak, sebab pandemi yang seolah tak ingin mengakhiri. Rasa bosan, jenuh,...

Tingkatkan Generasi Qur’ani, JPRMI Adakan Tablig Akbar

Medan, Dinamika Online - Dalam rangka meningkatkan generasi qur’ani organisasi Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) mengadakan kajian tabligh akbar dengan mengusung tema...

It’s Okay: Perjalanan Mencari Jati Diri

Judul : It's Okay to Not Be Okay atau Psycho But It’s Okay Genre : Romansa-Drama Sutradara : Park Shin-woo Penulis : Jo...

Tatang Koswara: Sniper Kaliber Dunia

Judul buku : Satu Peluru Satu Musuh Jatuh: Tatang Koswara Sniper Kaliber Dunia Penulis : A. Winardi Penerbit : Penerbit Buku Kompas Tahun...