Aku Mengajakmu Jadi Freelance

1
6
Penulis: Redaktur Pelaksana LPM Dinamika UIN SU

Oleh: Muhammad Ibrahim

Pelajar dan mahasiswa, ibu rumah tangga tanpa penghasilan, pegawai yang menunggu gaji, hingga putra-putri tanah air yang masih menganggur, adalah daftar orang-orang yang rentan mengalami kondisi ketika uang menipis saat kebutuhan benar-benar mendesak. Sebuah momen menyakitkan yang selain membuat bingung, ternyata juga dapat meningkatkan emosi. Percaya atau tidak, boleh jadi kita salah satu di antaranya.

Untuk kita yang pernah mengalami ini. Ketahuilah, penulis ingin mengenalkan satu istilah penting, sebagai solusi bijak yang dapat kita terapkan agar mudah menghasilkan uang. Sehingga dua hal yang mungkin pernah kita lakukan seperti memanfaatkan teman dan meminjam uangnya, mudah-mudahan tidak terjadi lagi setelah ini, Daftar riwayat hidup kita harus benar-benar bersih dari kesulitan mencari uang. Freelance, pekerja lepas namanya, penulis akan menyinggung ini di bawah.

Menurut hemat penulis, freelance menjadi salah satu jawaban terbaik bagi kita yang sedang mengalami ‘kantong terjepit’. Ia merupakan profesi kerja tidak terikat, setiap orang dapat melakukan pekerjaan apa pun dalam waktu dan tempat yang tidak ditentukan. Di posisi ini, kita hanya ditawarkan bekerja sesuai keterampilan individu lalu mendapatkan income sebagaimana perjanjian.

Profesi freelance inilah yang kemudian sebagian orang menyebutnya sebagai pekerja tanpa majikan, dan sudah dimanfaatkan oleh orang-orang yang butuh penghasilan tambahan. Dalam hal ini, tentu pelajar dan mahasiswalah item yang paling dicari jasanya.

Sebagai objek yang mayoritas belum memiliki kontrak kerja, profesi freelance tentu bukan tidak menarik bagi pelajar dan mahasiswa. Daripada kita menghabiskan uang orang tua untuk print-copy makalah, uang jajan, uang jalan, uang ini dan itulah, lebih baik mendisiplinkan diri dengan memanfaatkan profesi freelance sebagai penghasilan tambahan di tengah dorongan biaya hidup yang selalu naik turun.

Bukankah durasi pendapatan dan pengeluaran selalu tidak seimbang? Karenanya pelajar dan mahasiswa sangat perlu menjadi freelance yang aktif.
Mulailah mengakses situs-situs penyedia freelance di web atau mengunduh aplikasi yang menawarkan pekerjaan freelance, buka situs atau aplikasinya, kemudian log in lalu pilih pekerjaan-pekerjaan yang ditawarkan sesuai bakat kita. Tidak susah, dalam proses log in kita hanya perlu menuliskan identitas.

Di situs atau aplikasi penyedia freelance biasanya terdapat berbagai macam kategori kerja yang bisa kita pilih sesuai keterampilan, mulai dari tawaran mengetik atau menulis, tawaran mendesain, web programing, tawaran membuat akun sosial media, tawaran memasarkan flayer iklan, dan tawaran lain yang disediakan oleh para penyedia kerja dengan jumlah harga yang berbeda-beda.

Sebagaimana transaksi jasa pada umumnya, situs dan aplikasi freelance akan mempertemukan pemberi kerja dan penerima kerja dalam satu peraturan yang saling terikat. Apabila keduanya telah menyepakati satu jenis kerja – tawaran menulis surat lamaran kerja misalnya, maka di sana akan muncul tawar-menawar harga, jumlah kerja, bahkan deadline penyelesaian. Menariknya lagi, setelah pekerjaan selesai, si-freelance kemudian sudah bisa mencairkan uang miliknya melalui rekening pribadi yang sudah ditransfer sebelumnya. Apa susahnya jika job seperti ini dimanfaatkan di tengah waktu senggang kita.

Begitupun ketahuliah, bagi kita yang ingin mulai menjadi freelance, sebaiknya fokus ke satu atau dua keterampilan saja. Jangan langsung mengambil semua tawaran kerja. Seseorang yang fokus pada satu atau dua jenis keterampilan biasanya semakin hari makin terlatih.

1 KOMENTAR

  1. saya juga udah tertarik sama dunia freelance sejak SMA kelas 12, yang saya fokuskan adalah bidang terjemahan bahsa inggris-indonesia. tapi sampai sekarang saya belom berani mulai karena saya berpikir bahwa kemampuan saya masih kurang dan belum ada pengalaman, sekarang saya mahasiswa sem. 1 di pend. bahasa inggris, saya mulai buat blog supaya bisa bantu share terjemahan saya untuk beberapa artikel. walaupun begitu, tapi tetap aja saya masih takut buat akun di situs freelancenya, dan masih bingung gimana mau mulainya. Kalau kakak dulu itu, gimana sih bisa mantapin diri buat jadi freelancer, dan gimana mulainya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.