Addin Edisi 297: Amalan Penunda Kematian

0
Foto: Dok. Internet

Oleh: Wibira Vasya

Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Sepenggal kalimat dari Alquran tersebut sudah tidak asing lagi kita dengar. Kematian merupakan suatu kepastian yang tidak dapat ditawar dan dielakkan. Namun, tahukah kita bahwa ada tiga amalan yang dapat menunda kematian. Benarkah kematian bisa ditunda?

Allah berfirman dalam Alquran Surah Al munafiqun: 11 dan Al A’raf: 34 yang berbunyi:

“Dan Allah tidak akan memundurkan waktu kematian seseorang jika sudah sampai pada ajalnya, dan Allah maha teliti akan amalamal yang kalian kerjakan.” (Q.S Al Munafiqun: 11)

“Dan setiap umat ada ajalnya. Maka jika telah sampai ajal mereka, tidak mereka bisa memintanya supaya diakhirkan walau sesaat dan tidak pula bisa meminta supaya disegerakan.” (Q.S Al Araf : 34)

Dua ayat di atas menjelaskan bahwa waktu kematian seseorang tidak dapat diundurkan dan tidak dapat pula dimajukan. Lalu, mengapa ada amalan yang dapat menunda kematian? Tidakkah dengan kata lain amal tersebut memundurkan kematian seseorang? Bukankah hal itu bertentangan dengan ayat Allah di atas?

Menunda kematian di sini maksudnya adalah walaupun kita telah mati namun, ada amalan-amalan yang kita tanam semasa hidup yang tetap dapat dirasaakan manfaatnya baik bagi si penerima amal kebaikan tersebut maupun bagi anak cucu kita kelak. Jadi, walaupun hakikatnya raga kita sudah tiada tapi, kemanfaatan diri kita masih dapat dirasakan seola-olah kita belum mati.

Dalam hadis Rasulullah Saw disebutkan bahwa sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Maka, semakin banyak manfaat kita bagi orang lain, ini lah yang diibaratkan seolah-olah umur kita bertambah. Lantas apakah amalan yang dapat membuat umur kita seolah bertambah (menunda kematian tersebut)?

Ada beberapa amalan yang dapat membuat umur kita seolah bertambah, di antaranya:

  1. Suka Bersedekah

Rasulullah Saw bersabda:

“Sesungguhnya sedekah orang muslim, dapat menambah umurnya, dapat mencegah suul khotimah, Allah akan menghilangkan sifat sombong, kefakiran, dan sifat berbangga diri baginya.” (HR. Thabrani)

Sedekah adalah kata yang gampang diucapkan, namun sulit untuk dilaksanakan, terlebih jika kondisi ekonomi kita saat itu kurang baik. Bahkan niat untuk besedekah saja mungkin tidak terbesit dalam hati kita. Sebab ketidaksanggupan kita memberi, bahkan orang kaya sekalipun  bisa sulit bersedekah karena penyakit kikir yang ada di dalam hatinya, sehingga membuat ia sayang terhadap hartanya untuk dibagikan kepada orang lain.

Padahal, pada hadis di atas sudah dijelaskan bahwa orang yang bersedekah akan menghilangkan sifat sombong, fakir, dan sifat berbangga diri. Alquran menjelaskan bahwa orang yang mewarisi surga seluas langit dan bumi adalah orang yang bersedekah di kala lapang maupun sempit.

  1. Menyambung Silaturahmi

Menyambung silaturahmi bukan hanya dilakukan dengan saudara kandung atau sedarah. Rasulullah dan generasi setelahnya mencontohkan bahwa silaturahmi yang dijalin dengan baik dan erat dapat mempererat persatuan dan kejayaan Islam pada masanya.

Di zaman teknologi yang serba canggih saat ini sudah seharusnya keeratan silaturahmi semakin meningkat, sebab sudah tidak ada penghalang bagi kita untuk tidak bisa berkomunikasi. Jadi, kita sebagai manusia yang bijak harus menggunakan teknologi untuk bersilaturahmi, bukan justru terisolir atau menjadi tidak dekat dengan sesama.

  1. Berbakti Kepada Kedua Oranga Tua

Amalan yang ketiga ini juga tidak kalah ampuh untuk memperpanjang usia kita yakni berbakti kepada orang tua. Dalam sebuah hadis riwayat Al Baihaqi, Rasulullah  Saw bersabda:  “Barang siapa senang (berharap) Allah memperpanjang umurnya dan menambah rezekinya maka, hendaklah berbakti kepada orang tuanya dan menyambung hubungan dengan keluarga.”  Hal ini juga diutamakan apabila kita mempunyai orang tua yang sudah lanjut usia maka, menjaga dan memelihara mereka akan menjadi ladang amal untuk kita menuju surga kelak.

Berbaki pada kedua orang tua juga harus dalam ketaatan dan kebaikan, maka jika orang tua kita menyeru untuk berbakti kepada mereka namun, bukan dalam ketaatan maka, kita bole menolaknya dengan cara yang baik bukan sebaliknya. Berbakti kepada orang tua, jika dilakukan dengan baik maka juga akan membukakan pintu rezeki untuk kita.

Setelah mengetahui tiga keutamaan amalan ini, semoga dapat mendorong kita untuk mengamalkannya Amin.

Penulis adalah mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum, jurusan Hukum Tata Negara, semester III.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.