Addin Edisi 286: Biasakan Ucapkan Tolong, Maaf, dan Terimakasih

0
Ilustrasi: Ditanty Chicha Novri

Oleh: Fitri Fadila Pakpahan

Mengucapkan kata tolong

Kita adalah makhluk sosial, kita tidak bisa hidup sendiri dan pasti membutuhkan orang lain dalam kehudupan kita sehari-hari. Namun, sering kali kita lupa bahwa meminta bantuan dapat dilakukan dengan cara yang lebih santun agar lebih enak didengar. Mudah saja, cukup dengan menambahkan kata tolong, dengan begitu semua akan terdengar lebih baik.

Tidak ada sulitnya dalam mengucapkan kata tolong, mengucapkan kata tolong juga tidak akan merendahkan diri sebagai orang yang membutuhkan bantuan. Mengucapkan kata tolong justru menandakan bahwa kita menghormati dan menghargai orang yang akan memberi bantuannya.

Islam tidak dapat dipisahkan dari ajaran untuk saling tolong-menolong, bahkan Islam mewajibkan umatnya untuk saling tolong-menolong di dalam kebaikan, seperti yang terdapat dalam firman Allah yang artinya, “Dan tolong-menolonglah engkau semua di atas kebaikan dan ketaqwaan”. (QS. Al-Maidah: 2)

Maka dari itu, kita punya kewajiban untuk saling tolong-menolong di dalam kebaikan tanpa lupa mengucapkan kata tolong kepada sesiapapun. Dan janganlah kita tolong-menolong di dalam suatu keburukan, karena akan mengakitbatkan kerugian bagi diri sendiri.

Mengucapkan kata maaf, jika berbuat salah

Mungkin meminta maaf adalah hal yang sangat sulit dilakukan, bagaimanapun manusia pasti mempunyai gengsi dan ego yang tinggi untuk mengakui kesalahan sendiri. Tidak jarang kita menutupi kesalahan sendiri dengan berdebat dan menangkisnya.

Terkadang kita lupa dengan maaf, kita dapat menurunkan gengsi dan ego atas kebenaran yang ada di dalam diri. Karena, sebenarnya manusia adalah tempatnya salah dan tidak ada manusia yang luput dari kesalahan. Dengan maaf, kita juga akan lebih mengerti bahwa selain perasaan sendiri ada perasaan orang lain yan harus dijaga dan dihargai.

Janganlah melakukan sesuatu yang tidak kau sukai kepada orang lain, jika kau tidak ingin diperlakukan dengan hal  yang sama. “Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan serupa. Maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya (menjadi tanggungan) Allah. Sungguh Dia tidak menyukai orang-orang yang zhalim”. (QS. Asy-Syura: 42)

Allah mengatakan apabila kita melakukan kejahatan, maka balasannya adalah kejahatan serupa. Maka, biasakanlah melakukan hal- hal yang baik, agar pahala kita akan menjadi tanggungan Allah SWT. Teman-teman, kita sangat penting meminta maaf, untuk menjaga hubungan kita dengan orang lain, karena kita pasti membutuhkan orang lain sebagai makhluk yang tidak bisa hidup sendiri di dunia ini, dan sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.

Jadi, jangan menzalimi diri sendiri, apalagi menzalimi orang lain dengan segan umtuk meminta maaf. Karena, sesungguhnya meminta maaf bukan berarti kita yang kalah dan salah. Orang yang mampu mengakui kesalahannya justru adalah pemenang yang sesungguhnya, jadilah orang yang berani untuk meminta maaf terlebih dahulu.

Mengcapkan kata terimakasih

Islam adalah agama yang penuh dengan kasih sayang, bukan hanya mengajarkan manusia membangun hubungan baik dengan Allah yang  Maha Pencipta, tetapi juga mengajarkan untuk membangun hubungan baik dengan sesamanya.

Salah satu bentuk hubungan baik sesama manusia adalah berterima kasih, ketika mendapatkan pemberian atau perlakuan baik dari orang lain. Menyampaikan terima kasih kepada sesama manusia atas kebaikannya juga merupakan indikator apakah seseorang bisa bersyukur kepada Allah atau tidak atas nikmat-nikmat dari-Nya.

Rasulullah bersabda: Tidak dikatakan bersyukur pada Allah, siapa yang tidak tahu berterima kasih kepada sesama manusia. (HR. Tirmidzi dan Abu Daud: shahih) Dalam hadis yang lain disebutkan, “Barang siapa tidak berterima kasih kepada manusia, dia tidak berterima kasih kepada Allah”. (HR. Ahmad)

Dan yang seperti kita ketahui, adab lebih tinggi dari pada ilmu, maka dari itu sudah menjadi kewajiban bagi kita sebagai umat yang mendalami ajaran nabi untuk lebih mengedepankan adap kita dalam segala aspek termasuk cara berbicara.

Walau ada yang bilang, Ikhlas harusnya tidak mengharapkan apapun, termasuk ungkapan terima kasih. Memang benar, tetapi tidak ada salahnya memberi ungkapan rasa terima kasih kepada orang yang telah menolong sebagai bentuk penghargaan atas kebaikannya yang bersedia menolong.

Bentuk penghargaan kepada seseorang tidaklah harus berbentuk materi, ada hal yang paling sederhana, mudah, murah, dan dapat menjaga tali silaturahimi antar sesama, yaitu  mengucapkan terima kasih. Sekecil apapun bantuannya, biasakanlah mengucapkan kata terima kasih.

Sangatlah penting bagi kita untuk mengucapkan kata terima  kasih kepada saudara yang sudah rela membantu kita dalam masalah apapun, jangan sampai karena terlupa mengucapkan kata terima kasih kita menjadi orang yang kurang adabnya dalam bertutur kata.

Semakin dewasa, kita akan semakin sadar mana yang baik dan buruk. Mana yang pantas diucapkan dan yang tidak. Salah satu cara agar kita bisa dihargai orang lain nantinya adalah dengan cara bagaimana kita menghargai orang lain.

Mulai sekarang, mari bersama-sama kita coba untuk tidak lupa mengucapkan kata tolong, maaf dan terima kasih dalam berinteraksi dengan orang-orang disekitar. Tolong, maaf dan terima kasih ini saling berkaitan satu sama lain. Tiga kata ini maknanya akan sama, sama-sama cara untuk menghargai.

Maka, jangan lupa untuk berterima kasih, jangan gengsi untuk meminta maaf dan jangan sombong untuk mengakatan kata Tolong. Semoga Allah menolong kita untuk senantiasa berbuat kebaikan.

Penulis adalah mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam, semester III

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.