Addin Edisi 285: Urgensi Mempelajari Bahasa Arab

0
Ilustrasi: Internet

Oleh: Mhd Fitrah Hidayat 

Dan demikianlah kami menurunkan al-Qur’an dalam bahasa Arab, dan kami telah menerangkan dengan berulang kali, di dalamnya sebahagian dari ancaman, agar mereka bertakwa atau (agar) al-Qur’an menimbulkan pengajaran bagi mereka (Qs Thoha : 113)”

Sumber utama atau rujukan pertama hukum-hukum islam ialah al-Qur’an yang dimana salah satu keistimewaannya ialah lafal dan maknannya berasal dari Allah. Lafal al-Qur’an berbahasa Arab itulah yang diturunkan oleh Allah ke dalam hati Rasul-Nya. Sedangkan Rasul tiada lain hanya membacakan dan menyampaikannya.

Dari keistimewaan itu dapat dipahami bahwa al-Qur’an datang dari Allah dengan menggunakan bahasa Arab. Apabila seseorang menerjemahkan sebuah surah atau ayat al-Qur’an ke dalam bahasa asing yang bukan bahasa Arab maka  terjemahan surah atau ayat tersebut bukanlah bagian dari al-Qur’an. Meskipun dalam proses penerjemahannya itu benar-benar terpelihara ketelitian dan kesempurnaannya dari segi dalallahnya. Karena sesungguhnya al-Qur’an merupakan lafal-lafal yang berahasa Arab khusus, yang diturunkan dari sisi Allah swt.

Oleh karena itu, sebaiknya umat muslim harus mempelajari bahasa Arab karena jelas bahwa Sumber hukum umat muslim yaitu al-Qur’an Al-Karim menggunakan bahasa Arab. Dan apabila kita telah menguasai bahasa Arab maka niscaya kita akan lebih mudah dalam menghafalkan, memahami, mengajarkan, dan megamalkan isi al-Qur’an. Dan dengan modal bahasa Arab akan mudah pula dalam memahami hadist-hadist Nabi saw, menghafalkan, menjelaskan, serta mengamalkanya karena pada dasarnya hadist-hadist Nabi saw juga menggunakan bahasa Arab.

Dan apalagi jika tugas seseorang yang menyampaikan dakwah, seperti seorang da’I, kyai, atau ustaz, tentu lebih urgent lagi dalam memepelajari bahasa Arab karena orang yang mengerti bahasa Arab , terutama paham kaedah-kaedah ilmu nahwu akan semakin mudah memahami islam dari pada yang tidak sama sekali mempelajari bahasa Arab. Hal tersebut harus dikuasai oleh soerang da’I, kyai atau ustadz agar mudah memberikan pemahaman agama yang benar pada orang banyak.

Banyak keuntungan ketika mempelajari bahasa Arab salah satunya ialah ketika ingin mengkaji ilmu agama islam lebih dalam maka yang menguasai bahasa Arab akan mudah menggali dari ulama secara langsung atau membaca berbagai karya ulama yang banyak tersebar hingga saat ini. Sedangkan yang tidak paham bahasa Arab hanya bisa mengandalkan kitab terjemahan dan it sifatnya terbatas.

Ada beberapa keistimewaan dari bahasa Arab meurut Ulama, diantaranya ialah;

Bahasa yang lembut

Bahasa Arab itu bahasa yang lembut dan lebih mengenakan hati, serta menentramkan jiwa. Ibnu Katsir saat menjelaskan surah Yusuf ayat kedua menyatakan, “ Karena bahasa Arab adalah bahasa yang fasih, paling jelas, palin luas (kosakatanya), dan paling banyak mengandung makna yang menentramkan jiwa.”

Bahasa yang paling mulia

Bahasa Arab adalah bahasa yang paling mulia. Ibnu katsir juga mengatakannnya, “Karena al-Qur’an adalah kitab yang paling mulia, diturunkan dengan bahasa yang paling mulia, diajarkan dengan rasul yang paling mulia, disampaikan oleh malaikat yang paling mulia, diturunkan ditempat yang paling mulia di muka bumi, diturunkan pula di bulan yang paling mulia yaitu bulan Ramadhan

Bahasa yang lurus

Bahasa Arab adalah bahasa yang lurus, mudah dipahami dan mudah digunakan sebagai hukm bagi manusia.

(ialah) al-Qur’an dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa” (Qs. Az-Zumar: 28)

Dalam ayat lain disebutkan, “dan sesungguhnya al-Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang diantara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas.” (Qs. Asy-Syu’ara:192-195). Sebagaimana disebutkan dalam Zaad Al-Masiir karya Ibnu Jauzi, Al-Qur’an diturunkan dengan bahasa Arab yaitu bahasanya orang Quraisy yang setiap orang memahaminya.

Juga dalam ayat lain disebutkan, “Dan demikianlah, kami telah menurunkan al-Qur’an itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab” (Qs. Ar-Ra’du: 37). Disebutkan dalam Tafsir Al-Jalalain, bahasa Arab digunakan sebagai hukum di tengah-tengah manusia. Dalam Zaad Al-Masii disebutkan bahwa bahasa Arab bisa digunakan untuk menerangkan hukum-hukum yang wajib.  

Bahasa yang al-Mubin

Allah menyebut bahasa Arab dengan bahasa yang al-Mubin, yang artinya bahasa yang bisa menjelaskan. Allah berfirman, “Al-Qur’an itu turu dengan bahasa Arab yang mubin” (Qs.as-Syu’ara: 195)

Ibnu Faris salah satu ulama bahasa menyatakan, Ketika Allah Ta’ala memilih bahasa Arab untuk menjelaskan (firman-Nya), menunjukan bahwa bahasa-bahasa yang lainnya, kemampuan dan tingkatannya di bawah bahasa Arab. (as-Shahibi fi Fiqh al-Lughah, ¼).

Bahasa yang sangat tua dan terjaga

Diantara sisi penunjangnya, bahasa Arab merupakan bahasa yang sangat tua dan terjaga. Dan semakin tua sebuah bahasa, maka ahasa tersebut akan semakin kaya dengan kosakata, semakin sempurna gramatikalnya dan banyak symbol-simbol makna. As-Suyuthi memuji kekayaan linguistic dalam bahasa Arab.

Ketika kita hendak mengungkapkan kata pedang dengan bahasa persi, kita tidak akan bisa menceritakannya kecuali dengan hanya satu kata. Sementara kita bisa menyebut kata ‘pedang’ berikut sifat-sifatnya dengan banyak ungkapan dalam bahasa Arab. Demikian pula kata ‘singa’ dan ‘kuda’ atau kata lainnya yang memiliki banyak sinonim. Sehingga bagaimana mungkin dua bahasa ini mau dibandingkan, bahasa mana yang lebih luas dari bahasa Arab ?! semua orang yang berilmu mengetahuinya. (al-Mazhar fi Ulum al-Lughah, 1/254).

Banyak risiko ketika kita tidak dapat menguasai bahasa Arab, salah satunya ialah jika tidak paham bahasa Arab ialah salah satu sebab musabab kesesetan. Ribuan aliran sesat salah satu sebabnya, mereka menafsirkan al-Qur’an dan As-Sunnah, tanpa didukung kaidah bahasa Arab yang benar. Ahmadiyah meyakini adanya nabi palsu, karena mereka memahami kata khatam an-nabiyin dengan cincin para nabi, dan bukan penghujung para nabi. Ldii menilai sesat selain anggota kelompoknua, karena kata muttasil dalam periwayatan hadis, dibawa pada pembelajaran dan dakwah, yang itu tidak pada tempatnya. Mu’tazilah dan kelompoknya menolak hadis ahad, karena salah paham dengan kata dzan. Dai MTA menghalalkan anjing dan tikus karena menelan istisna mentah-mentah. Karena itu benarlah yang dikatakan Imam Ayub as-Sikhtiyani.

“umumnya orang yang menyimpang mengikuti aliran sesat di kalangan penduduk Irak, karea mereka tidak paham bahasa Arab” (Khutbah al-Kitab, Abu Syamah,hlm. 63).

Dari beerapa penjelasan di atas masih tak tergerak hati aada untuk mempelajari bahasa yang paling mulia dan dicintai Allah?. Semoga Allah memudahkan untuk mempelajari bahasa Arab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.