Menerima, Bukan Melupakan

0

Judul               : Maafkan Masa Lalumu

Penulis             : Ahmad Rifa’I Rif’an, dkk.

Penerbit           : Marsua Media

Cetakan           : 2018

Tebal               : 112 Halaman

Masa lalu adalah salah satu bagian dari hidup, dan kita tidak akan pernah terpisah darinya. Sebab, dari masa lalu kita bisa memetik beberapa pelajaran untuk menjalani hari-hari di masa depan. Namun, terkadang masa lalu justru menjadi tembok tinggi yang membuat diri berhenti. Kesulitan mencari jalan keluar, kelelahan, hingga akhirnya menyerah.

Padahal, ada banyak cara yang bisa ditempuh, hanya saja pikiran-pikiran negatif kita memburamkan segalanya. Ketakutan dan ketidakpercayaan diri membelenggu kaki kita untuk melangkah. Membaca buku ini, kita akan menemukan cerita bagaimana cara memafkan masa lalu dari masing-masing penulis. Cerita yang akan membuat kita berpikir bahwa bukan hanya kita yang mendapat ujian, bukan hanya kita yang didera kesulitan. Di luar sana, di setiap belahan bumi lainnya, ada ribuan bahkan jutaan orang yang mungkin merasakan sakit lebih dari apa yang kita rasakan.

Buku antologi ini mengajak pembaca untuk mampu berdamai dengan diri sendiri. Juga percaya bahwa apa yang terjadi dalam hidup merupakan jalan yang telah Allah tetapkan. Tugas kita hanya berusaha untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan itu semaksimal mungkin. Jangan dengarkan kata-kata orang lain yang ingin menjatuhkan kita. “Karena tidak ada orang gagal yang tidak punya masa depan, dan tidak ada orang sukses yang tidak punya masa lalu.” (hal. 5)

Di dalam buku ini juga terdapat beberapa cerita masa lalu dari orang-orang hebat yang dikemas dengan sederhana sehingga mudah dipahami. Seperti cerita Umar Ibn Khattab yang dulunya menjadi penyembah berhala yang dia buat sendiri, tidak percaya pada ajaran yang dibawa oleh Rasullullah. Tapi lihatlah, di hari kemudian dia menjadi sahabat Rasul, khulafaur rasyidin. Sebab orang-orang hebat itu percaya, ujian, rasa sakit, kesalahan-kesalahan yang dialami akan membuat mereka tumbuh menjadi sosok yang lebih bijaksana lagi dalam memilih jalan hidup ke depannya.

Maka dari itu, mafkanlah masa lalumu, terima dan ikhlaskan! Jangan biarkan masa depanmu ikut menghitam seperti masa lalumu. Bangkitlah, warnai masa kinimu dengan kebaikan-kebaikan. Agar kelak, masa depanmu menjadi cerah dan bahagia. Selamat membaca!

Peresensi : Riski Audina

Editor      : Shofiatul Husna Lubis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.