Foto: www.google.com

Penulis : Juraidah Nasution

Setiap orang pasti ingin merasakan perjalanan kesuatu kota atau daerah yang belum pernah ia kunjungi, bahasa trennya adalah traveling. Berburu tiket diskon agar perjalanan semakin murah, merancang perjalanan agar  semakin indah. Banyak orang yang sudah memiliki rencana matang untuk bepergian jauh dengan  meninggalkan sejenak pekerjaan yang melelahkan dan aktifitas yang menjenuhkan. Namun ada tipikal orang yang bepergian dengan cara mendadak tanpa ada perencanaan yang matang hanya bermodalkan nekat. Dan ketika ada teman kita yang memutuskan untuk pergi  liburan, maka kalimat  “ jangan lupa oleh-olehnya” menjadi kalimat yang biasa terdengar atau diucapkan. Padahal meminta oleh-oleh kepada teman merupakan perbuatan yang tidak baik, seperti perkataan Rasulullah yang melarang untuk tidak meminta kepada sesama.

“Terus-menerus seseorang itu suka meminta-minta kepada orang lain hingga pada hari kiamat dia datang dalam keadaan di wajahnya tidak ada sepotong daging pun. (H.R. Al-Bukhari No. 1474 dan Muslim No. 1725)

Berdasarkan hadis di atas, apabila seseorang meminta terus menerus kepada orang lain maka pada hari kiamat dia datang dengan keadaan wajah tidak ada sepotong daging pun. Jika disebutkan kata meminta-minta mungkin pikiran kita lebih mengarah kepada pengemis di tepi jalan, namun makna kata meminta-minta itu bukan sekedar kepada pengemis. Tanpa kita sadari dengan mengatakan “bawakkan samaku oleh-olehnya” itu juga merupakan kalimat meminta.

Karena tidak semua orang yang bepergian itu membawa uang yang banyak, namun memberanikan diri untuk pergi ke suatu tempat yang inspiratif. Kita tidak selamanya mengetahui alasan seseorang memutuskan bepergian, maka ada baiknya sebagai teman kita memudahkan urusan saat ia bepergian.

Abu Hurairah berkata: “Rasulullah Saw telah bersabda: Barang siapa yang membebaskan seorang mukmin dari suatu kesulitan dunia, maka Allah akan membebaskannya dari suatu kesulitan pada hari kiamat. Barang siapa memberi kemudahan kepada orang yang berada dalam kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan di dunia dan akhirat. Barang siapa menutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya sesama muslim.”

Hadis kedua ini menjelaskan bahwa dengan  memudahkan urusan orang lain maka Allah akan memudahkan urusan kita, jadi sebaiknya apabila teman kita pergi ke luar kota ada baiknya kita mendoakan keselamatannya. Karena dengan meminta buah tangan kepadanya bisa saja memberatkan kepergiannya, karena kita tidak mengetahui keadaan keuangan dan tujuannya melakukan bepergian.

Lebih baik lagi jika ia bepergian kita menolongnya dengan cara mengantarkannya atau membantu mengangkatkan barangnya karena apa bila kita menolong seseorang maka Allah akan menolong kita kembali. Seperti bunyi hadis berikut ini “Allah senantiasa menolong hamba selama ia menolong saudaranya.” (H.R. Muslim) dan “Siapa yang bisa membantu hajat saudaranya. Maka Allah akan senantiasa menolongnya dalam hajatnya. (H.R. Bukhari no. 6951 dan Muslim no. 2580)

Dapat disimpulkan bahwa meminta-minta dalah Islam itu dilarang, memberi hadiah kepada orang lain dalam Islam diperbolehkan. Hadiah dengan mendapat oleh-oleh dengan cara meminta itu berbeda, karena hadiah itu adalah pemberian sukarela seseorang kepada orang lain.

Maka, mulai dari sekarang jangan suka meminta buah tangan dengan teman yang bepergian, jika tidak merasa keberatan ia akan memberikan oleh-oleh kepada kita tanpa kita minta.

Editor : Maya Riski

TIDAK ADA KOMENTAR