Penulis: Muhammad Ifroh Hasyim

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, saat ini UIN SU telah mengalami banyak perubahan. Banyak kemajuan yang telah terjadi selama kurun waktu satu tahun terakhir. Seperti telah dibangunnya dua gedung baru, akreditasi yang naik dari C ke B, penambahan fasilitas-fasilitas penunjang di sekitar kawasan kampus, seperti marka jalan dan pembangunan taman yang sedang berlangsung di sisi depan kampus. Tentunya pembangunan fasilitas dan peningkatan akreditasi tersebut untuk kenyamanan dan kebaikan seluruh civitas akademika yang ada di UIN SU.

Akan tetapi, saat ini UIN SU masih kekurangan lahan parkir. Laju peningkatan jumlah mahasiswa tidak didukung oleh pembangungan lahan parkir yang sifatnya “tersier”, yang saat ini sudah mengganggu kenyamanan masyarakat kampus. Dua pembangunan gedung baru (Gedung H. Anif dan gedung yang berada di sisi Masjid) kita ketahui bersama tidak bersumber dari dana internal kampus, melainkan bantuan dari pihak luar.  Artinya, harus ada pembangunan yang dilakukan oleh pihak kampus yang diambil dari dana internal UIN SU untuk kemaslahatan kampus I dan Kampus II UIN SU.

Saat ini, lahan parkir yang tersedia di kampus II khususnya, sangat dibutuhkan keberadaannya. Beberapa kali penulis harus turun dari sepeda motor untuk merapikan kendaraan yang terparkir sembarangan di parkiran FITK agar bisa melintas atau harus berhenti untuk menunggu kendaraan yang hendak keluar area parkir.

Sebenarnya, pihak kampus telah menyediakan lahan parkir baru di belakang Fakultas Ushuluddin sebagai solusi dari kurangnya lahan parkir di UIN SU, sebagaimana yang telah di muat pada 15 Desember 2017 lalu dengan judul berita “Pembangunan Taman Menambah Keindahan Kampus”. Tentu saja solusi ini tidak akan mengurai permasalahan yang telah ada. Namun jarak yang lumayan jauh menjadi pertimbangan tersendiri bagi mahasiswa, khususnya yang berada di area depan kampus. Jangankan mahasiswa, pengguna mobil saja yang kebanyakan berasal dari kalangan nonmahasiswa memilih memarkirkan kendaraannya di tepi jalan, yang pada akhirnya memakan separuh badan jalan.

Oleh karena itu, penulis hendak menyarankan agar dibangunnya lahan Parkir Tingkat (susun) di beberapa tempat parkir fakultas yang telah mengalami “obesitas” yang cukup parah sebagaimana yang telah penulis paparkan sebelumnya. Lahan parkir tingkat ini bisa di bangun dengan konstruksi baja. Selain hemat tempat, lahan parkir ini bisa pula dipindahkan sesuai kebutuhan. Jadi tidak harus dibangun dengan beton yang sifatnya kaku. Mahasiswa yang berada di dalam kelas tidak perlu khawatir lagi saat hujan karena kendaraannya telah berada di tempat yang aman dan beratap.

Masa libur yang sebentar lagi akan dimasuki sebenarnya cukup untuk membangun parkir tingkat ini. Tinggal seberapa serius pihak pemegang kekuasaan untuk mencari solusi dan memberikan kenyamanan terhadap seluruh Civitas Akademik yang dari hari-kehari tak jemu-jemu menanti haknya ditunaikan.

Editor : Maya Riski

2 KOMENTAR

  1. Min, saran, fotonya bagusan yang diambil sama fotografernya, jadi foto dr google gak usah ditaruh lagi, kan beritanya tentang lahan parkir kampus.

Comments are closed.