Foto: www.google.com

Penulis: Purnama Arfah

Era Digital saat ini, arus informasi begitu deras mengalir hampir di setiap linimasa, baik berita-berita hoax atau palsu yang menyebar begitu cepat, hingga upaya penghasutan secara halus, yang dapat saja menggiring siapapun termasuk kita untuk memiliki pemikiran negatif dan radikal.

Sejatinya, fenomena ini menjadi salah satu tantangan terberat yang dihadapi oleh pemuda Indonesia saat ini. Sebagai pemuda, kita harus bersikap kritis terhadap segala informasi yang tersebar di dunia maya, jangan begitu mudah mempercayai, dan menelan dengan bulat suatu isu yang berkembang, sebelum benar-benar melihat, atau mencari terlebih dahulu informasi yang lebih dapat dipercaya dan akurat. Penyaringan konten dalam kondisi seperti ini amat diperlukan, dengan melakukan hal tersebut, diri kita tidak akan mudah untuk dihasut, sehingga tetap dapat menjaga keutuhan, serta kebaikan bersama, minimal di lingkungan di mana kita bersosialisasi.

Kita tidak bisa menghalangi bagaimana di era digital seperti sekarang media sosial memiliki peranan yang besar dalam membentuk opini publik, namun media-media mainstream masih menjadi rujukan utama masyarakat. Alasannya, tentu karena kredibilitasnya dalam menyajikan informasi. Melihat peluang tersebut, sebagai pemuda Indonesia tentu ditantang untuk berperan lebih dalam upaya membawa pengaruh baik dengan media yang sudah tersedia, serta dapat diakses dengan mudah. Untuk kalian, yang menyukai bidang jurnalistik, media mainstream seharusnya bisa dijadikan sarana untuk turut menyajikan informasi sesuai fakta, membentuk opini publik secara baik, serta menebar pengaruh-pengaruh positif terhadap sesama. Selain itu melalui media sosial, sejatinya, sebagai pemuda Indonesia, bisa secara perlahan memulai perubahan. Meskipun itu hanya langkah kecil seperti menyuarakan kebaikan dan semangat optimisme.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam memanfaatkan media sosial yang nantinya akan menghasilkan Uang.

  1. Buat Konten Asli

Untuk mengelola sebuah akun Instagram, Whatsapp, Facebook dan Lainnya, perlu adanya konten untuk dibagikan kepada para followers dan membuatnya menjadi viral di Internet. Salah satu caranya yaitu dengan membuat konten asli yang berkualitas. Membuat konten asli dapat dilakukan di berbagai platform mulai dari tulisan di blog atau situs web. Selain itu juga bisa membuat konten interaktif berupa video di YouTube dan layanan berbagi video lainnya. Konten berupa foto pun bisa menjadi salah satu trik sebagai daya tarik.

  1. Konsisten Mengunggah konten

Membuat konten asli memang membutuhkan pemikiran dan waktu yang cukup lama. Namun, dalam mengembangkan media sosial yang baik, kita juga memerlukan konsistensi dalam mengunggah konten. Misalnya, jika kita membuat sebuah channel YouTube, cobalah untuk rajin mengunggah video setidaknya satu video setiap pekan. Jika memungkinkan, tingkatkan jumlahnya dalam beberapa bulan kemudian agar semakin menambah view dan subscriber. Hal ini juga berlaku untuk media sosial lain termasuk Instagram.

  1. Ikuti tren

Jika sudah bermain di media sosial, mengamati berbagai hal yang populer atau viral tampaknya sudah menjadi suatu kewajiban. Untuk memulainya, bisa dilakukan dengan memperbanyak tagar yang sedang ramai di Facebook dan Twitter. Tentu hal ini menjadi salah satu daya tarik untuk menambah followers suatu akun.

  1. Tampil Beda

Di setiap media sosial, pasti ada pesaing yang memiliki konten dengan tema atau topik sama. Salah satu solusinya yaitu tampil beda dengan pesaing sejenis. Punya ciri khas tersendiri membuat kaita mudah dikenali oleh para follower dan warganet. Misalnya, kita bisa menyisipkan unsur humor di setiap konten yang dibuat.

  1. Buat tulisan yang menarik

Selain konten berupa foto dan video, cara lain untuk menghasilkan uang yaitu dengan tulisan. Kita bisa meluapkan ide lewat tulisan yang diunggah dalam situs web atau blog, kemudian menyebarkan informasinya melalui media sosial. Jika memang disukai, tulisan-tulisan tersebut bisa dicetak dalam bentuk buku atau dijual secara digital.

Media Sosial itu diibaratkan sebuah Pisau yang fungsinya dapat melukai orang atau dapat mempermudah orang dalam melakukan banyak hal. Maka semua itu ditentukan oleh penggunanya yang bijak dalam memanfaatkan media itu sendiri.

Editor    : Aminata Zahriata

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan