Fotografer : Fakhrurrazi
Fotografer : Fakhrurrazi

Taman makam pahlawan pagi itu berbeda dari biasanya. Lokasi yang biasanya sunyi seketika penuh dan ramai. Di tengah keramaian terdengar nyanyian lagu khas anak-anak. Suasana ditempat itu yang awalnya menyeramkan seketika berubah menjadi menyenangkan, “Adik-adik sebentar lagi perlombaan puzzle akan kita mulai ya,” ucap salah seorang kakak pemandu lomba, Sabtu (19/11).

Beralaskan karpet warna merah, mereka duduk dengan rapinya, Perlombaan puzzle diikuti anak usia 5-8 tahun yang dibagi dalam dua kategori yaitu tingkat TK dan SD. Dengan adanya perlombaan puzzle ini, tempat ini menjadi ramai. Mereka hadir bersama orang tua mereka. Kehadiran para orang tua dimanfaatkan pihak penyelenggara untuk memberikan Seminar Parenting.

Dalam upaya meningkatkan budaya literasi terhadap anak, Yayasan Fajar Sejahtera Indonesia (Yafsi) mengusung tema “Literasi dan Pendidikan dalam Keluarga”. Selain perlombaan puzzle dan Seminar Parenting, tempat ini juga dipenuhi oleh siswa tingkat SMP yang mengikuti perlombaan baca puisi bertemakan pahlawan.

Tidak bisa dipungkiri citra makam yang dikenal menyeramkan memang sudah tertanam dibenak dan pikiran, apalagi oleh anak-anak. Namun, dengan adanya kegiatan ditempat ini berupa Pesona Kreativitas Anak (Pekan) yang diisi dengan bermacam perlombaan, makam pahlawan kini tidak lagi memiliki citra menyeramkan. Hal inilah yang melatarbelakangi mengapa Badriyah, S. Sos. memilih taman makam pahlawan sebagai tempat pergelaran Pekan untuk ke dua kalinya. “Yang kita tahu tentang taman makam pahlawan itu kan suatu tempat yang kita pikir di sana tidak bisa melakukan apa-apa selain hanya tempat penguburan. Ini yang menjadikan keinginan saya untuk merubah pandangan orang-orang terutama anak-anak bahwa di sini bisa dilakukan kegiatan. Terlepas dari itu, saya juga ingin anak-anak tahu ini loh makam pahlawan, dengan tujuan untuk kembali menyadarkan mereka tentang jasa para pahlawan dan menanamkan jiwa patriotismenya,” ujar Ketua Yafsi itu.

Badriyah juga mengutarakan harapannya kepada suluruh orang tua untuk kiranya menanamkan jiwa patriotisme kepada anak sejak dini. “Anak-anak itu kan aset berharga bagi penerus bangsa, jadi bagaimana kita menanamkan jiwa patriotisme kalau mereka tidak mengenal pahlawannya, dan tidak tahu taman makam pahlawan itu apa. Jadi, sangat penting bagi orang tua untuk memberikan pemahaman bagaimana perjuangan pahlawan dan tempat apa sebenarnya makam pahlawan itu,” tutupnya

Reporter         : Firda Adinda Syukri

Editor             : Nurul Farhana Marpaung