Ilustrasi : Afifah Lania

Oleh: Iin Prasetyo

Masalah artis dan narkoba tak hentinya menjadi perbincangan publik. Apalagi di awal tahun yang semestinya menjadi kehidupan baru dan semangat baru bagi dunia hiburan untuk semakin mengedukasi masyarakat. Namun, tidak ada habisnya sebab kasus narkoba menyeruak ke seluruh penjuru stasiun televisi dan media daring. Melihat keadaan yang selalu seperti ini, artis sebagai lifestyle influencer akan membawa dampak yang cukup riskan bagi tatanan sosial karena merupakan mangsa pasar terbaik bagi industri narkoba.

Di satu sisi, pemerintah tak gentarnya memberantas narkoba mulai dari pengedar, bandar, dan pemakai narkoba dengan sinergisitas yang baik antarlembaga. Seperti lansiran berbagai media Menteri Keuangan Sri Mulyani, Ditjen Bea dan Cukai, bersinergi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 7 Februari lalu telah membongkar kasus penyelundupan 110,84 kg sabu dan 18.300 butir ekstasi di Aceh dan Sumatera Utara. Selanjutnya 11 Februari TNI AL juga berhasil menangkap Kapal MV Sunrise Glory bendera Singapura yang membawa narkoba berjenis sabu seberat lebih satu ton yang disembunyikan dalam tumpukan karung beras. Masih banyak kasus lain yang membuka awal tahun ini yaitu sebanyak 49 kasus yang diungkap oleh Ditjen Bea dan Cukai.

Tahun baru memang masih berjalan 3 bulan. Namun, sudah ada 3 orang artis dan 1 artis beserta 4 kerabatnya ditangkap oleh pihak berwajib dalam kasus narkoba. Diawali artis berinisial JD ditangkap di rumahnya pada malam menjelang pergantian tahun baru. Kini ia ditahan untuk ketiga kalinya setelah pernah ditahan dalam kasus serupa pada 2005 dan 2009. Selanjutnya, dalam waktu yang bersamaan FA dan RF ditangkap polisi pada 14 Februari lalu. RF merupakan duta antinarkoba sedangkan FA juga pernah ditangkap dalam kasus serupa pada 2008. Selang dua hari anak-anak dari penyanyi dangdut tersohor ES yakni, DZ beserta dua kakaknya S dan AZA, ditambah CG (istri S), dan M (tunangan DZ) ditangkap polisi di kediaman mereka.

Sangat ironis bila seorang artis apalagi duta antinarkoba juga terciduk kasus narkoba. Padahal dengan mereka menjadi seorang artis dapat membentengi masyarakat untuk menjauhi narkoba. Namun, hal tersebut tidak dijalani RF dengan baik sebagai duta antinarkoba. Begitupun artis-artis lain yang lebih dari sekali dua kali atau bahkan lebih ditahan dalam kasus yang sama.

Artis adalah target pasar terbaik bagi para pengedar dan bandar narkoba. Aktivitas artis yang selalu padat membuat badan terasa lelah bahkan akan jatuh sakit yang kemudian menjadi kekhawatiran tersendiri bagi mereka. Untuk menghindari hal tersebut agar badan tetap bugar dan tampak ceria mau tidak mau tidak sedikit kalangan pesohor ini memilih cara instan dengan mengonsumsi ganja, sabu, dan sesejenisnya.

Para pengedar dan bandar narkoba menjadikan artis sebagai target pasar adalah strategi brilian. Artis hanyalah umpan untuk meraup tangkapan yang lebih besar lagi yaitu, generasi muda. Satu orang artis saja akan menjadi pengaruh besar bagi banyaknya jumlah generasi muda di Indonesia. Karena, artis adalah lifestyle influencer, gaya hidup artis selalu menjadi kiblat tren mode penggemarnya yang sebagian besar adalah anak-anak remaja. Ujung-ujungnya bila narkoba sudah menjadi tren gaya hidup masa kini akan menjadi bahaya tidak hanya bagi mereka generasi muda namun akan merembet pada masalah yang semakin kompleks hingga merusak tatanan sosial.

Melihat banyaknya artis yang tersandung narkoba pada awal tahun ini, BNN dan perhimpunan artis seperti Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) sudah seharusnya bekerja sama memerangi narkoba. Profesi keartisan sangat rentan terhadap narkoba. Oleh karena itu, untuk menyaring figur publik bebas narkoba perlu dilakukan tes urine semua artis tanah air. BNN memproses artis yang tertangkap tangan mengonsumsi narkoba karena pengaduan masyarakat itu adalah hal yang mainstream, tindakan antimainsteam-nya adalah melakukan tes urine bagi sekitar 1.000 orang artis yang terhimpun dalam keanggotaan Parfi. Dipandang perlu juga bahwa artis harus diberi sertifikat bebas narkoba sebagai bukti bahwa ia layak tampil di televisi untuk menjadi pelakon seni yang mengedukasi masyarakat.

Hakikatnya artis adalah figur publik yang tidak hanya membawa pesan keteladanan dalam lakon dramanya. Namun, dalam kehidupan nyata juga menjadi panutan. Dan pemerintah dalam hal ini, BNN serta pihak terkait telah terus bekerja keras mengungkap kejahatan narkoba. Tentu bukan hal yang baik terus mengandalkan kerja pemerintah yang masih banyak keterbatasan, membentengi diri dan keluarga dengan pengetahuan dan kasih sayang yang cukup juga harus menjadi penyokong utama agar narkoba tak tersentuh oleh tangan suci generasi muda penerus peradaban bangsa.

Editor : Putri Syakbania Dalimunthe

TIDAK ADA KOMENTAR