Penulis : Rizqi Ramadhan

Foto: www.google.com

Di era yang serba canggih, berdampak pada tuntutan kehidupan yang serba kekurangan sehingga berbanding terbalik dari apa yang didapatkan. Kebanyakan di antara mereka berlomba-lomba demi mendapatkan semua tuntutan kehidupan itu. Berbagai macam cara dilakukan demi mewujudkan hal yang belum didapatkan, mulai dari cara yang baik hingga dengan cara yang tidak baik. Bahkan sebagian menggangap bahwa untuk mendapatkan yang haram saja susah apalagi yang halal.

Mayoritas masyarakat zaman sekarang ini menghiasi rumahnya dengan berbagai macam pernak-pernik. Ada yang berlomba-lomba dalam memiliki sofa terbaru, meja termahal, keramik terbagus. Bahkan, Alquran tercantik dan terbagus juga menghiasi rak-rak buku miliknya. Dengan begitu, timbul suatu pertanyaan yang ringan, namun syarat akan makna. Apakah barang-barang yang dipajang dan dihias dengan sedemikian rupa itu memiliki manfaat terhadap pemiliknya? Kemudian apakah Alquran yang bagus dan cantik tadi dibaca dan diamalkan, atau hanya sekadar menjadi pemanis ruang tamu semata?

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut sudah pasti ada pada pribadi masing-masing. Namun dewasa ini, ada suatu fenomena yang marak terjadi yaitu kitab suci Alquran yang hanya dijadikan pemanis ruangan oleh pemiliknya. Dijadikan sebagai pemanis ruangan karena sang pemilik sudah terlalu sibuk dalam melakukan segala urusan dunianya tanpa memikirkan kehidupan di akhirat kelak. Padahal relevansi Alquran tidak pernah lekang oleh waktu. Allah Swt. berjanji akan menjaga kesucianya hingga akhir zaman. Hal ini tertera di dalam Alquran  surah Al-Baqarah ayat 2 yang artinya:

“Kitab (Alquran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa”

Hal ini juga terdapat pada surah An-Nahl ayat 89:

“(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. dan Kami turunkan kepadamu Al kitab (Alquran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri”.

Kedua ayat di atas dapat menggambarkan betapa pentingnya Alquran untuk kehidupan di dunia maupun di akhirat. Namun selalu saja ada manusia yang tidak sepaham dan memiliki sifat kontra terhadap apa yang telah dituliskan di dalam Alquran, bahkan banyak yang mengingkari dan menyangkal kebenaran Alquran. Dan tidak sedikit pula menjadikan Alquran itu sebagai tanda milik dan hanya dijadikan  pajangan semata. Padahal ia memiliki kewajiban untuk menjadikan Alquran sebagai bacaan dan pedoman hidup bukan sebagai pajangan.

Keadaan ini diumpamakan oleh Imam Hasan al-Banna: “Banyak manusia diibaratkan berada di ruang gelap gulita, tidak bisa melihat dan berbuat apa-apa. Andai kata ia menemukan saklar lampu, niscaya ia akan bisa melihat sekelilingnya”.

Hal ini sesuai dengan realita yang terjadi pada masa sekarang ini, banyak orang yang hidup tanpa arah dan tujuan karena tidak memiliki pedoman atau saklar seperti diibaratkan tadi. Saklar inilah yang digambarkan oleh Imam Hasan al-Banna dengan Alquran yang dapat menjadi penerang bagi sekelilingnya. Berikut hal senada yang termuat di dalam Alquran surah Ibrahim ayat 1:

“Alif, laam raa. (Ini adalah) kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji”.

Setelah mengetahui betapa pentingnya Alquran sebagai bacaan dan pedoman hidup, maka kita harus menanamkan beberapa aspek penting dalam menjadikan Alquran sebagai pedoman antara lain, menanamkan keyakinan kepada kebenaran Alquran, menjadikan Alquran sebagai sahabat karib, kawan bicara, sekaligus guru untuk kehidupan sehari-hari, memperhatikan adab-adab membaca dan mendengar Alquran seperti yang diajarkan oleh Rasulullah Saw, tanamkan pada jiwa-jiwa kita bahwa Alquran adalah satu-satunya pedoman yang benar yang dapat menuntun kita menuju kebahagiaan yang hakiki di akhirat kelak, dan kemudian menjadikan Alquran sebagai tempat curhat dikala susah maupun senang.

Semoga kita sebagai umat nabi Muhammad Saw. dapat menjadikan Alquran sebagai penerang hidup. Bukan hanya menjadikan Alquran sebagai pajangan semata dan pemanis ruang tamu. Oleh karena itu, mari kita hiasi rumah kita dengan lantunan ayat suci Alquran, serta memahami dan mengamalkan isi-isinya.

Editor : Nurul Farhana Marpaung

TIDAK ADA KOMENTAR