Foto    : Juraidah Nasution

Medan, Dinamika Online – Dalam rangka memperingati Sharia Economic Festival 2ND 2017 yang baru diadakan kedua kalinya, maka perlombaan Syarhil Quran turut memeriahkan acara ini. Dari penampilan Syarhil Quran terdiri atas tiga orang dalam satu grup, yaitu:  pensyarah, qori/qoriah dan sari tilawah (penerjemah) yang berasal dari berbagai sekolah dan universitas, berlangsung di pelataran aula UIN SU. Kamis (28/12)

Dalam ceramah singkat yang disampaikan oleh salah satu grup dengan durasi yang kurang lebih 20 menit menyatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara multikultural terbesar di dunia, “Dilihat dari kondisi sosiokultural maupun geografis negara multikultural yang kaya raya dengan beragam agama, suku dan bangsa ini membuat perbedaan keberagaman dan kemajemukan menjadi indah,” jelas salah satu grup yang berasal dari MAN 2 Tanjungpura, Langkat.

Selain mengindahkan perbedaan, kita juga harus membangun ukhuwah wathoniyah sebagai pilar persatuan dan kesatuan di negeri tercinta ini. “Landasan teologis yang sangat strategis berdasarkan Alquran surah Al-Hujurat ayat 13 ialah membangun ukhuwah wathoniyah yakni saling mengenal, menjalin komunikasi dan harmoni dan menebarkan cinta kasih dan rasa sayang bukan saling menutup diri, melecehkan, menghina bahkan membanggakan kelompok dan suku bangsa daerah masing-masing yang menghambat dan menghancurkan persatuan,” tambahnya.  .

Penjelasan terakhir yang disampaikan oleh grup syarhil ini adalah bahwa Allah mengisyaratkan kepada kita agar memperkokoh persatuan dan melarang bercerai berai. “Persatuan dan kesatuan merupakan syarat yang paling utama untuk membangun bangsa agama dan negara, dan menciptakan kembali ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathoniyah sebagai modal utama untuk negara yang damai dan sentosa,” tutupnya.

Setelah beberapa peserta menyampaikan syarahannya, maka perlombaan syarhil ini pun berakhir dalam waktu 1 hari dan ditutup oleh kepanitiaan DEMAF (Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas) Ekonomi dan Bisnis Islam.

Reporter         : Desi Mulyana dan Syafrita

Editor             : Shofiatul Husna Lubis

TIDAK ADA KOMENTAR