Foto : Hafiz Hasan Noor

Medan, Dinamika Online – Pembentukan panitia KPU (Komisi Pemilihan Umum) Presma UIN SU yang berlangsung di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi ditunda akibat banyaknya peserta yang tidak setuju terhadap pedoman umum organisasi kemahasiswaan intra kampus dan pembentukan panitia pemilihan SEMA dan DEMA Universitas yang telah ditetapkan oleh pihak rektorat, Kamis (8/18).

Pembentukan panitia pemilihan Presma UIN SU secara resmi dibuka oleh Prof. Dr. Amroeni Drajat, M.A. “Dua tahun vakumnya Presma menjadi catatan sejarah bagi UIN SU. Kita juga perlu membuat sejarah baru, sehingga dapat menjadi penunjang kenaikan akreditasi UIN SU mendatang,” tuturnya.

Dalam forum terbuka yang dihadiri oleh perwakilan SEMA dan DEMA setiap fakultas terjadi pro dan kontra mengenai pedoman umum yang telah ditetapkan oleh pihak birokrat. Seperti perwakilan salah satu DEMA FEBI yang mengatakan bahwa, “Dalam penyusunan pedoman hendaknya melibatkan mahasiswa selain WR III dan WD III setiap fakultas. Sebab yang tahu mengenai mahasiswa adalah mahasiswa itu sendiri. Jadi setidaknya ini perlu direvisi kembali,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut Dr. M. Syukri Albani Nasution, M.A selaku WD III FSH menyampaikan akan melakukan perevisian pedoman umum serta pemilihan personil KPU yang akan dilaksanakan pada 15 Februari mendatang. “Kita lakukan revisi tentang pedoman umum dari perwakilan setiap fakultas dan  dibarengi pemilihan personil KPU ditanggal 15 Februari 2018 di Aula FDK,” tutupnya.

Reporter         : Syafrita dan Devi Junita Sari

Editor             : Maya Riski