Foto    : Silvia Marissa

Medan, Dinamika Online – Momen registrasi ulang bagi Calon Mahasiswa Baru (Camaba) yang lulus di UIN Sumatera Utara T.A 2017-2018 justru munculkan kegelisahan. Pasalnya, proses registrasi dilakukan berjam-jam lamanya, sehingga kegelisahan Camaba yang sedang antrian pun mewabah di Halaman depan Gedung Aula Besar UIN SU, Selasa (30/5).

Berangkat dari Kabupaten Mandailing Natal ke Kota Medan, Ibrahim yang lulus di Prodi Jinayah ini sesalkan prosedur antrian yang lama, “Saya bayar dan daftar ulang kemarin siang, ngantrinya lama sekali. Berjam-jam awak nunggu giliran dan nggak ada prosedur antriannya. Sehingga semua orang bertumpuk dan saya tidak mendapat potongan UKT,” ungkapnya risau.

Saat Reporter bertanya mengenai potongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Ibrahim dengan beban SPP Rp. 2,4 juta, juga dilihat dari penghasilan kedua orang tua Ibrahim yang merupakan seorang Petani dan biaya yang harus ditanggung orang tuanya untuk pendidikan saudaranya yang lain, seharusnya ia mendapatkan potongan UKT. Namun, ia menyebutkan bahwa tidak ada potongan apapun dari pihak kampus.

Safitri Hasibuan dari Kota Pinang Kabupaten Labuhan Batu Selatan juga memaparkan kepada kami mengenai prosedur yang lama dan antrian yang melebar hingga ke Parkiran aula, “Antriannya panjang. Kata kawanku kemarin antriannya juga panjang. Info ngantri itu sudah saya tahu dari kemarin, maklum aja sih ngantrinya sampai begitu,” paparnya.

Reporter Dinamika (29/5) yang ikut memantau berlangsungnya registrasi ulang mendengar salah seorang kerabat Camaba kesal soal UKT yang terlalu tinggi dan tanpa potongan, padahal saudaranya bukan dari golongan pejabat atau yang setara, “Masa UKT-nya Rp. 4,8 juta, padahal sebelumnya hanya Rp. 3,4 juta,” sesalnya.

Reporter         : Rahmanuddin

Editor             : Aminata Zahriata

TIDAK ADA KOMENTAR