Ilustrasi : Afifah Lania

Penulis : Fakhrurrazi

Alhamdulillah sebentar lagi kita umat muslim di seluruh dunia akan kedatangan tamu istimewa yang kita nanti-nantikan kehadirannya selama ini. Tamu itu adalah bulan suci Ramadhan 1439 H. Bulan suci Ramadhan yang kita tunggu-tunggu selama ini hanya tinggal menghitung hari saja, bulan yang didalamnya terdapat banyak kenikmatan, kebaikan dan ampunan (maghfiroh) dari Allah Swt. Sehingga umat muslim berlomba-lomba untuk mendapatkan ampunan pada bulan Ramadhan. Sebelum memasuki pintu ramadhan, mari bersama melakukan punggahan untuk menyambutnya, namun punggahan dalam hal ini adalah menyiapkan bekal sebelum pelaksanaan ramadhan.

Bulan Ramadhan sungguh banyak menawarkan kenikmatan didalamnya. Jamuan-jamuan yang dibawanya khusus untuk umat muslim yang ingin memperbaiki diri ke arah yang Allah ridhai. Ramadhan menjadi primadona yang ditunggu kedatangannya selama 1 tahun sekali. Dengan kenikmatan yang dibawanya sungguh merugi bagi orang-orang yang tidak memanfaatkan bulan tersebut.

Bulan Ramadhan akan datang mengunjungi kita, sebagai tuan rumah kita harus mempersiapkan segala pernak-pernik agar ketika sang tamu tiba ia merasa nyaman berada dirumah kita. Begitu pula dengan Ramadhan hendaknya sebelum ia datang kita senantiasa harus mempersiapkan diri dengan ibadah-ibadah yang di anjurkan oleh Allah. Persiapan fisik saja tidak cukup, melainkan harus dibarengi dengan persiapan mental yang selalu mengingat Allah Swt.

Persiapan-persiapan ini seperti saling memaafkan antara satu dengan yang lainnya, menebar senyum, menjauhkan sifat iri dengki dan hal-hal buruk yang bisa membuat kita tidak bisa menyambut Ramadhan dengan penuh kesucian. Salah satunya di bulan Sya’ban inilah kita berlomba-lomba mensucikan diri dengan memohon ampun kepada Allah Swt, karena pada bulan Sya’ban adalah bulan di angkatnya amalan. Jika amalan mingguan umat muslim diangkat pada hari kamis, maka amalan tahunan akan diangkat pada bulan sya’ban.

Sebagai persiapan menyambut bulan Ramadhan, Rasulullah Saw memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. ‘Aisyah radhiallahu ‘anhu berkata:

Saya sama sekali belum pernah melihat Rasulullah Saw berpuasa dalam satu bulan sebanyak puasa yang beliau lakukan di bulan Sya’ban, di dalamnya beliau berpuasa sebulan penuh”. Dalam riwayat lain beliau berpuasa di bulan Sya’ban, kecuali sedikit hari”. (HR. Muslim: 1156)

Mempersiapkan Ramadhan adalah suatu hal yang wajib dilakukan bagi umat muslim diseluruh dunia terkhusus di Indonesia. Banyak ritual-ritual budaya yang dilakukan hendak menyambut bulan suci Ramadhan seperti di Aceh, tradisi Meugang. Meugang adalah menyembelih hewan ternak seperti kerbau dan sapi untuk dibagikan kepada orang yang tidak mampu. Kemudian di Sumatera Utara terkenal dengan tradisi mandi Pangir, yakni mandi dengan daun pandan dan bunga yang berbau wangi-wangian.

Tentunya sebelum Ramadhan datang hendaknya kita bekali diri kita dengan berbagai ibadah-ibadah yang senantiasa mendekatkan diri kita kepada Allah Swt dengan syarat menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya. Sehingga ketika Ramadhan datang kita sudah siap menyambutnya dengan bahagia dan gembira. Ada beberapa bekal yang bisa kita persiapkan sebelum Ramadhan datang yaitu:

  1. Bekal Ilmu

Bekal ini amat utama sekali agar ibadah kita menuai manfaat, berfaedah, dan tidak asal-asalan. Umar bin Abdul Aziz berkata, “Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka dia akan membuat banyak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan.” (Al Amru bil Ma’ruf, hal 15).

Tidak tahu hukum puasa, bisa jadi puasa kita tidak sah atau rusak. Tidak tahu apa saja hal-hal yang disunnahkan saat puasa, kita bisa kehilangan pahala yang banyak. Tidak tahu jika maksiat bisa mengurangi pahala puasa, kita bisa jadi hanya dapat lapar dan dahaga saja saat puasa. Semua itu harus berlandaskan ilmu sehingga dalam menjalankan ramadhan kita tau dan paham mengenai hukum serta pahala yang akan kita dapatkan.

  1. Perbanyak Taubat

Sebelum memasuki bulan Ramadhan, perbanyaklah taubat dan istighfar. Inilah yang dianjurkan oleh para ulama kita. Kejelekan dulu hendaklah kita tinggalkan dan ganti dengan kebaikan di bulan Ramadhan. Menyesali diri dan memohon ampun kepada Allah dengan Taubat Nasuha. Ramadhan adalah bulan yang bersih sehingga orang-orang yang menjalankan ramadhan tentu juga wajib bersih dari berbagai penyakit hati. Memperbanyak mendekatkan diri kepada Allah, berdoa agar di ampuni dosa-dosa yang telah kita perbuat.

“Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kejahilanku, sikapku yang melampaui batas dalam urusanku dan segala hal yang Engkau lebih mengetahui hal itu dari diriku. Ya Allah, ampunilah aku, kesalahan yang ku perbuat tatkala serius maupun saat bercanda dan ampunilah pula kesalahanku saat aku tidak sengaja maupun sengaja, ampunilah segala kesalahan yang ku lakukan”. (HR. Bukhari no.  6398 dan Muslim no. 2719).

Meminta maaf kepada sesama adalah hal yang di syariatkan oleh agama islam, apapun kesalahannya minta maaf adalah hal paling utama dalam hidup bermasyarakat. Hindari perselisihan dekatkan persatuan agar terciptanya kondisi yang aman dan nyaman ketika ramadhan datang dan saat melaksanakan puasa ramadhan. Setidaknya modal untuk menyambut ramadhan sudah ada pada diri kita semua.

  1. Banyak Memohon Kemudahan dari Allah Swt

Selain dua hal di atas, kita juga harus pahami bahwa melakukan kebaikan di bulan puasa Ramdhan sangatlah mudah, itu semua atas kemudahan dari Allah. Jika kita terus pasrahkan pada diri sendiri, maka ibadah akan menjadi sulit untuk di jalani. Karena diri ini sebenarnya begitu lemah. Oleh karena itu, hendaklah kita banyak bergantung dan tawakkaln pada Allah Swt dalam menjalani ibadah dibulan Ramadhan.

Terus memohon doa pada Allah Swt agar kita mudah menjalankan berbagai bentuk ibadah baik shalat malam, ibadah puasa itu sendiri, banyak bersedekah, tadarus bersama, dan kebaikan-kebaikan lainnya yang bisa mendatangkan pahala kepada Allah Swt.

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu agar mudah melakukan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran”.(HR. Tirmidzi no. 3233).

  1. Memperbanyak Silaturrahim

Ramadhan identik dengan bersilaturrahmi antara sesama kita. Dengan bersilaturrahmi dapat menjalin ukhuwah yang baik dengan sesama umat muslim. Anjuran silaturrahmi tidak hanya dibulan puasa saja, bahkan sebelum puasa dan bulan-bulan lain pun dianjurkan untuk bersilaturrahim. Banyak hadis yang menyuruh kita untuk bersilaturrahmi agaknya di jadikan pedoman untuk memaknai puasa dengan penuh silaturrahim.

Rasulullah SAW bersabda:

Barangsiapa yang dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturrahmi”. (Muttafaqun ‘Alaihi).

Dari hadis diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa nikmat silaturahmi itu sangat banyak diantaranya bisa memanjangkan umur memudahkan rezeki dan membangun ukhwah yang kokoh ditengah kondisi bangsa yang sekarang ini. Kiranya bisa menjadi ‘itibar untuk kita semua dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1439 H. Ramadhan adalah bulan yang mulia. Dari dua belas bulan hanya bulan ramadhanlah yang mempunyai kenikmatan dan kemuliaan.

Sehingga banyak umat muslim di seluruh dunia menanti dan berlomba-lomba mendapatkan pahala dan kemuliaan di bulan ramadhan. Ramadhan datang membawa sejuta kenikmatan yang tiada tara sehingga merugilah bagi orang-orang yang tidak bisa memanfaatkan umurnya untuk menyambut ramadhan dengan hati yang bersih dan dengan rasa gembira. Tentunya kita semua umat muslim tidak ingin  melewatkan Ramadhan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat dan hanya mendatangkan dosa bukan pahala.

Akhirnya, Ramadhan tinggal menghitung hari saja tidak lama lagi kita akan menyambutnya maka hendaknya kita terus memperkuat keimanan kita serta ketakwaan kita kepada Allah Swt. Karena puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, melainkan kita ingin meraih Taqwa dari Allah Swt. Kesempatan tidak datang dua kali, maka kita sama-sama bermohon kepada Allah agar di pertemukan dengan bulan suci ramadhan yang kita dambakan ini. Wallahu’alam Bissawab.

Penulis adalah mahasiswa semester VI jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara.

Membawa Makna Meraih Cita