Dok. internet

Sutradara                   : Peter Berg

Genre                         : Action, Adventure, Crime

Durasi                         : 94 menit

Produser                    : Peter Berg, Mark Wahlberg, Stephen Levinso

Skenario                     : Lea Carpenter

Cerita                         : Graham Roland, Lea Carpenter

Pemeran                    : Mark Wahlberg, John Malkovich, Lauren Cohan, Iko Uwais,

                                    Ronda Rousey

Musik                          : Jeff Russo

Sinematografi            : Jacques Jouffret

Penyunting                 : Colby Parker Jr., Melissa Lawson Cheung

Perusahaan produksi : STXfilms, Huayi Brothers

Distributor                  : STXfilms

Tanggal rilis                : 17 Agustus 2018 (Amerika Serikat), 21 Agustus 2018

                                     (Indonesia)

Untuk Anda para pecinta film action! Salah satu aktor tanah air akan beradu akting dengan bintang Hollywood. Mile 22, film yang menjadi langkah besar Iko Uwais dalam industri film Hollywood. Sejak awal, film ini sudah ramai dibicarakan karena keterlibatan Iko Uwais. Proses penggarapan sudah dilakukan sejak 2 tahun lalu dan akhirnya tayang di Indonesia pada 21 Agustus 2018 di bioskop kesayangan anda.

Peter Berg mengaku ingin membuat film ini karena terkesan dengan aksi Iko Uwais dalam film The Raid. Dilansir dari laman rottentomatoes.com “Iko adalah alasan mengapa saya ingin membuat Mile 22. Saya ingin membuat film dengan Iko. Saya pikir apa yang Gareth Evans lakukan bersama Iko dan dengan film itu secara umum, sangat luar biasa, sangat unik, membuatku antusias,” kata Berg.

Bertempat di sebuah negara fiktif Indocarr City di Asia Selatan, Mile 22 mengisahkan misi tim Overwatch untuk mencari senjata pemusnah massal bubuk Cesium-137 yang hilang. Tim ini dipimpin oleh James Silva (Mark Wahlberg), Alice Kerr (Lauren Cohan), dan Sam Snow (Ronda Rousey) dan dibantu tim support dengan peralatan komunikasi canggih dibawah komando Bishop (John Malkovich).

Li Noor (Iko Uwais) adalah seorang informan dengan latar belakang misterius dan selalu tampak tenang. Dia selalu menggerakkan jarinya melakukan meditasi. Li menyerahkan dirinya ke Kedutaan AS dan akan memberikan informasi lokasi Cesiu yang dicari tetapi dengan satu syarat, dia harus dikeluarkan dari negara ini dengan aman.

Awalnya Silva curiga dengan tingkah misterius Li, tetapi saat intelijen lokal menyerang dan mencoba menculik Li barulah ia sadar bahwa Li bukanlah “paket biasa”. Silva adalah sosok pemimpin yang jenius tapi menyebalkan. Dia selalu memarahi rekannya dan tidak suka jika ada kendala dalam misi. Rekannya menyarankan agar mengambil cuti karena ia dianggap memiliki gangguan mental karena emosi berlebihannya.

Sesuai dengan judulnya, tim Overwatch akan mengantarkan Li Noor dari kedutaan Amerika Serikat ke bandara sejauh 22 mil.

Perjalanan mereka tidak mudah karena banyak pihak yang ingin menculik Li. Silva tidak perlu repot menjaga Li karena dia bisa mengurus sendiri musuh yang menghadang. Rekannya Alice dan Sam juga adalah wanita tangguh unit taktis Overwatch. Meskipun mereka memiliki tim yang terlatih dan dilengkapi dengan peralatan tempur canggih, mereka tidak dapat meremehkan musuh yang bisa menyerang kapan saja. Para penjahat dan polisi korup tidak segan untuk menyerang di tengah keramaian warga sipil.

Sang sutradara Peter Berg tampaknya lebih memberikan “panggung” kepada Iko Uwais. Perannya dalam film The Raid garapan Gareth Evans menjadi referensi Berg. Tampil sebagai Second Leading Actor, aksi Iko begitu liar.

Setidaknya ada tiga adegan yang menampilkan kemampuan silat Iko. Perkelahian Iko di dalam ruangan menghadapi dua penyusup sedangkan satu tangannya terikat borgol adalah bagian yang paling badass. Ditambah lagi penampilannya yang shirtless dan memperlihatkan tubuh kekarnya.

Sinematografi ala handheld, perkelahian penuh darah, aksi saling tembak, dan ledakan di saat yang tak terduga khas film Hollywood menambah ketegangan film ini. Penonton seakan tidak sempat berpaling, hanya sedikit scene yang tidak begitu intens.

Menariknya lagi, Mile 22 menggunakan dialog bahasa Indonesia yang lumayan banyak. Di menit awal kita bisa mendengar Alice mengatakan “Li, cepat buka cakram itu!”. Tapi agak aneh saat musuh yang tidak berperawakan Asia berteriak “Menyerahlah! Cepat serahkan polisinya!”.

Ricky Siahaan, gitaris band Seringai sekaligus manajer Iko, mengatakan penggunaan bahasa Indonesia lewat beberapa dialog untuk menggambarkan bahasa negara Li Noor. Dikutip dari Kompas.com “Sebenarnya dia tidak spesifik menggambarkan lokasinya Indonesia. Cuma ingin menggambarkan sebuah negara di Asia Selatan. Ini (negara) fiksi,“ ujar Ricky di XXI Plaza Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (20/8/2018) malam.

Memang tidak ada sesuatu yang baru dari film action ini. Jalan cerita juga terkesan biasa dan latar belakang tokoh juga kurang jelas. Wajar jika beberapa penonton terlihat bingung saat keluar dari bioskop.

Masa kecil James Silva, misalnya. Silva adalah seorang yatim piatu. Tapi karena perkembangan yang diatas anak seusianya, ia kemudian dibesarkan dan menjadi seorang prajurit. Rekannya, Alice adalah seorang ibu yang hampir kehilangan hak asuh anaknya.

Yang menjadi kekurangan film ini adalah keanehan seperti ledakan di tengah kota yang seharusnya dikategorikan sebagai serangan teroris dan warga harus dievakuasi. Tapi suasana tetap ramai dan tenang bahkan saat tim Overwatch mampir ke sebuah cafe yang berjarak beberapa kilometer dari area pertempuran sebelumnya.

Kemudian saat tim Overwatch berlindung dalam gedung apartemen dan harus bertahan dari serangan musuh. Tidak masuk akal jika tidak ada kepanikan dari para penghuni dan tidak ada petugas keamanan yang datang.

Perpindahan kamera yang terlalu cepat saat perkelahian juga membuat bingung siapa yang memukul siapa. Karakter Silva juga terlalu cerewet sehingga kita hanya seperti melihat Mark Wahlberg marah-marah. Jalan cerita yang kurang jelas ini membuat penonton lebih fokus kepada aksi jotos daripada misi utama mencari bubuk Cesium.

Secara keseluruhan, film ini tetap seru dan disarankan untuk yang gemar film laga. Kekurangannya dapat terbayar dengan penampilan Iko Uwais yang memukau. Mile 22 memiliki rating 17 tahun ke atas dan dikabarkan akan menjadi Trilogi. Semoga saja film selanjutnya lebih mengeksplorasi jalan cerita dan detail para tokoh.

Peresensi: Mahmudi